
"Ha, coba kau telfon i.n" ucap xion
"Untuk apa?" tanya sanha
"Agar dia mencepatkan mobilnya dan suruh dia berhenti di pom bensin" ucap xion
"Baiklah" jawab sanha
Sanha langsung mengambil ponselnya dan menelpon i.n
Tut tut tut
"Halo?" ucap i.n di seberang
"Halo. Yen bisa kau cepatkan mobilmu?" tanya sanha
"Memangnya kenapa hyung?" tanya yangyang
"Hyung ingin ke toilet. Nanti saat didepan ada pom bensin berhenti dulu oke?" tanya sanha
"Baik hyung" jawab i.n
Setelah mendengar perintah sanha i.n langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih tinggi di ikuti oleh xion.
"Ho, bagaimana kondisi belakang?" tanya xion
"Sedang macet" jawab jongho
"Bagus. Kita memiliki peluangberpindah tempat" ucap xion
"I.n tidak curiga kan?" tanya chani
"Untungnya tidak" jawab sanha
"Itu pomnya, belok yon" ucap sanha sambil menunjuk pom bensin
"Sana ke toilet ha" ejek jongho
"Kalo nggak darurat nggak bakal akting aku" kesal sanha
"Hahaha" terdengar tawa dari ketiga temannya
Sanha langsung menjalankan aktingnya yaitu berpura pura lari ke kamar mandi.
Setelah sanha keluar tak lama xion,chani, dan jongho juga keluar dari mobil. Disana sudah ada i.n,jisung, dan kamal yang sedang beristirahat di gazebo.
"Nih hyung minum" ucap kamal sambil menyodorkan 4 botol minuman dingin
"Gomawo" ucap jongho
5 menit kemudian sanha telah kembali dari toilet.
"Sudah hyung?" tanya i.n
"Sudah" jawab sanha
"Oh ya, setelah ini kita gantian mobil ya?" ucap xion
"Memangnya kenapa hyung?" tanya jisung
"Hanya ingin saja. Bagaimana?" tanya xion
"Baiklah. Lagian kami juga ingin merasakan mobil sanha hyung" ucap i.n
"Bagus" batin hyung line
"Ayo! Masih panjang perjalanan kita" ucap sanha
Setelah mengisi bahan bakar mereka melanjutkan perjalanan dengan sanha dan i.n yang menyupir.
"Kami di depan apa belakang hyung?" tanya i.n
"Depan saja, biar hyung yang di belakang" ucap sanha
"Oke" jawab i.n
2 manager
"Dimana mereka?" tanya sang supir
"Tepat di depan kita" jawab orang disampingnya
__ADS_1
"Langsung?" tanya sang supir
"Jangan dulu, nanti saja saat di jalan sepi" ucap orang disampingnya
"Baiklah" jawab sang supir
Drrttt drrrttt
Dering ponsel sang supir berbunyi.
"Halo?" ucap orang diseberang telepon
"Halo bos!" jawab sang supir
"Bagaimana rencana kalian?" tanya sang bos
"Tinggal dilaksanakan bos hanya saja kami menunggu melewati jalan sepi" jawab sang supir
"Bagus. Jangan sampai kalian gagal, jika sampai gagal kalian tahu kan apa yang akan terjadi?" ancam sang bos
"I...iya bos kami tahu" jawab sang supir ketakutan
Tut
Panggilan antara sang supir dengan sang bos berakhir sudah.
Chani Car
"Bagaimana?" tanya xion
"Sesuai dugaan kita" jawab jongho
"Apakah kita akan mati?" tanya sanha
"Berdoa saja supaya tidak" ucap chani
"Jika sedang takut begini jadi keinget hyungdeul" ucap sanha
"Oh iya kita melupakan hyungdeul" kaget xion
"Ada yang bawa ponsel resmi?" tanya xion
"Tidak" jawab ketiga temannya
Ponsel resmi? Ya. Mereka berempat memiliki 2 ponsel. Satunya ponsel resmiyang biasa ditunjukkan pada publik sedangkan yang satunya lagi hanya kepada orang tertentu saja. Bahkan membernya sendiri tidak tahu.
"Kalian tidak sengaja meninggalkan apa sengaja?" tanya xion
"Sengaja/tidak sengaja" sengaja untuk chani dan sanha lalu tidak sengaja untuk jongho
Sepertinya chani dan sanha masih dendam pada member mereka sendiri karena tidak diperbolehkan meminjam mobil hyungnya.
"Hah? Sengaja? Kalian ada masalah dengan hyungdeul?" tanya jongho
"Hmm" jawab chani dan jongho
"Karena apa?" tanya xion
"Masalah mobil" jawab chani sanha
"Ooo" jawab xion jongho
"Kira kira hyungdeul lagi ngapain ya?" tanya jongho
"ngehancurin seoul" jawab sanha
"Hahahaha" tawa mereka bersamaan
Dasar maknae laknat
Seoul
Seperti dugaan xion dan kawan kawan sekarang para hyungdeul mereka sedang dilanda rasa cemas dan khawatir. Seperti saran inseong kemarin hari para member dari sf9,astro,oneweus, dan ateez sedang berkumpul di suatu tempat tersembunyi.
"Jadi adik kalian juga tidak membawa ponsel saat liburan?" tanya inseong
"Nee"
"Kalo menurutku sanha sengaja meninggalkannya" ucap eunwoo
"Kenapa begitu?" tanya dongmyeong
__ADS_1
"Kemarin sebelum keberangkatan mereka dia sempat ijin kepadaku jika dia ingin membawa mobilku tapi tidak aku ijinkan. Ku pikir akan lebih baik jika mereka semua naik kereta tapi aku tidak tahu jika dia ternyata sengaja meninggalkan ponselnya di dorm" jawab eunwoo
"Kalo jongho dia tidak sengaja meninggalkannya. Karena saat berangkat dia sangat terburu buru sampai memakai sepatu tanpa di tali dan meninggalkan ponsel yang jelas jelas ada disampingnya" ucap yunho
"Dongju juga begitu kemarin" ucap dongmyeong
"Dan chani sama seperti sanha" ucap rowoon
"Jadi?" tanya mereka berpandangan satu sama lain
"ASTAGA" ucap mereka bersamaan sambil menghela napas kasar
Dasar maknae. Kalo keinginannya nggak diturutin pasti langsung ngambek tapi nanti kalo dibujuk es krim langsung aja luluh. Dasar bayi.
Setelah menempuh 2 jam di jalan raya sekarang kedua mobil ini melewati jalanan yang sangat sepi dan gelap seperti jalan yang mereka lewati saat berangkat.
"Jalanan ini lagi" ucap sanha
"Mau gimana lagi? Cuma ini satu satunya" ucap xion
"Entah kenapa aku merasa jalan ini akan menjadi saksi kematian kita" ucap chani
"Jangan bicara begitu chan, belum tentu kan kita akan meninggal disini? Berdoa saja supaya kita meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit" ucap jongho berusaha menenangkan yang malah membuat suasana makin tegang
"Sama aja itu ho" ucap xion
"Hehe aku kan berusaha menenangkan saja" elak jongho
"Itu bukan menenangkan tapi menegangkan" ucap chani
"Hahaha" tawa jongho menggema di mobil
"Bagaimana?" tanya sang supir
"Dalam hitungan kelima kau tabrak mobil itu" ucap orang disampingnya
"1"
"2"
"3"
"4"
"5"
"SEKARANG"
Dan
BRAKKK
Suara mobil berbenturan dengan sangat keras. Tak lama mobil yang ditabraknya terjun ke jurang yang berada tepat disamping kanan jalan.
"Selamat tinggal anakku" ucap mereka berdua bersamaan dan pergi meninggalkan mobil yang telah terjun ke jurang
Tranggg
"Astaga" ucap seonghwa ketika tangannya tidak sengaja menjatuhkan gelas kaca di tangannya
"Ya ampun hyung gwaenchanha?" tanya san ketika melihat kondisi seonghwa
"Gwaenchanha san" ucap seonghwa
"Ada apa hyung?" tanya wooyoung
"Hyung juga tidak tahu kenapa gelasnya bisa jatuh" ucap seonghwa
"Mending hyung duduk dulu biar san yang membersihkannya" ucap san sambil membereskan pecahan beling di lantai
"Hati hati san hyung" ucap wooyoung
"Hmm"
"Wooyoung, Kenapa perasaan hyung jadi khawatir ya? Seperti ada sesuatu yang terjadi pada jongho" ucap seonghwa di liputi rasa cemas
"Mungkin hanya perasaanmu saja hyung, aku yakin jika jongho pasti baik baik sa"
"HWA! KEMARILAH CEPAT" teriak hongjoong dari tv
"Ada apa joong?" tanya seonghwa
__ADS_1
"Lihatlah sendiri" ucap hongjoong sambil menunjuk televisi
"Ada ap.. APAAA?