
"Ini…apa benar aku boleh menginap di rumahmu??." Lily duduk di lobi Bandara bersama Rion dan Varo. Pria itu memintanya tinggal di rumahnya selama ia pergi dan hal ini jarang terjadi.
"Rumahku lebih bersih daripada kontrakan mu."
😑"…." Jawaban yang benar-benar membuat orang kesal. " Dulu kamu nggak pernah protes waktu Rion ku ajak ke kontrakan yang lama."
"Telpon aku tiap jam 10 malam." Varo mengabaikan ucapan Lily.
Lily menolak. "Itu terlalu malam, Rion kan sudah tidur."
"Jam 7 pagi."
"😒😒. Arion belum bangun."
Varo menoleh ketika namanya di panggil. "Aku harus masuk sekarang. Nanti angkat telpon ku!!!. Lalu pria itu pergi begitu saja.
Lily segera kembali ke kontrakannya untuk mengambil beberapa pakaian, lalu ia pergi menuju rumah Varo. Sayangnya belum sempat mereka masuk, satpam rumah menghentikan mereka.
"Sebaiknya nggak usah pulang dulu Non. Ada Nyonya, biasanya Tuan Besar kalau Nyonya pulang suka nginap di hotel."
Lily kembali di antarkan ke kontrakannya. Selama diperjalanan gadis itu bertanya tentang ibu Varo pada sang supir.
"Iya Non, mereka nggak akur. Tapi karena rumah itu milik bersama, jadi Tuan besar nggak bisa ngusir Nyonya. Nyonya juga suka tiba-tiba datang."
Lily menatap Rion yang ada dipelukanya. "Nyonya….nggak pernah ketemu Rion pak??."
Sang supir menggeleng. "Nyonya nggak tau kalau dia punya cucu. Tuan besar juga melarang kita ngomong tentang Tuan Kecil. Terakhir waktu Nona berhenti, itu pertama kalinya Nyonya datang ke rumah. Kita disuruh ngunciin kamar Tuan Kecil. Waktu itu pernah sekali Nyonya ngeliat Tuan kecil, tapi sama Tuan besar dibilang kalau Tuan Kecil cucunya Bik Seli."
Kenapa sampai di rahasiakan begitu??. Apa...kakaknya Varo kawin lari??.
"Bapak udah lama kerja di rumah??, Boleh cerita nggak kenapa mereka nggak akur?," Tanya Lily lagi.
"Udah lama Non, udah dari Ayahnya Tuan Besar baru nikah sama Nyonya. Waktu itu mereka nikah mendadak karena Kakeknya Tuan Besar sakit, tapi setelah Tuan Besar lahir. Nyonya pindah ke Amerika dan jarang pulang, kalaupun pulang, pasti bertengkar sama Ayahnya Tuan Besar. Terus yang jadi korbannya Nona Besar dan Tuan besar di pukul dan dikurung. Lalu kakek Tuan besar datang dan tinggal disini, Ayahnya Tuan besar juga jarang pulang. Pokonya…kacau deh non, masa kecilnya Tuan dan Nona Besar. Nggak pernah sekalipun saya lihat Tuan dan Nona besar tertawa atau tersenyum. Tapi…untungnya sejak ada Tuan Kecil, Tuan besar jadi sering tersenyum."
Lily mengerutkan dahi bingung. Akhir-akhir ini Varo sering tersenyum di depannya tapi ia tidak pernah melihat Varo tersenyum ke orang lain selain ketika pria itu di depan Arion, yang gadis itu ingat hanyalah wajah tatapan dingin serta ucapan ketus pria itu.
Ah...itu nggak benar. Pria itu juga pernah tersenyum pada sekretarisnya.
"Nitip Tuan Kecil ya Non." Ucap sang supir sebelum pergi.
Lily mengangguk lalu kembali masuk ke kontrakannya.
🌺🌺
Jam 10 malam, Lily dibangunkan oleh panggilan telepon dari Varo.
"Keluarlah, bawa Rion ke hotel yang ku pesan. Supir sudah ada di depan gerbang. Telpon aku 10 menit lagi!." Panggilan terputus.
__ADS_1
"Orang ini….kenapa harus repot-repot begini." Lily tetap bangkit dan kembali berkemas meski sambil mengeluh.
10 menit kemudian dia sudah berada di sebuah kamar hotel mewah yang sudah di booking untuk 2 minggu. Bahkan perlengkapan bayi sudah ada di kamar itu. Dan keluhan gadis itu berubah jadi pujian takjub.
"Mari kita menikmati kehidupan mewah selama 2 minggu ini, hahaha."
Lily meletakkan Rion di atas tempat tidur. Setelah memastikan bahwa si imut itu tertidur pulas, iapun segera menikmati waktunya di kamar mandi.
Oh woww….😮😮, Ancaman kematian macam apa ini???.
Bos kulkas :
Angkat telponnya!!😑
Bos Kulkas :
Kenapa tidak diangkat? Kalian dimana??😡
Bos Kulkas :
Sialan!!!, Angkat telponnya atau kamu ku pecat!!!😡😡
Bos Kulkas :
Bos Kulkas :
Tidak!!!. Kamu nggak akan dapat gaji bulan ini!!
Bos Kulkas :
Kalau sampai 5 menit lagi, kamu nggak menelpon ku, polisi yang akan mencari mu!!!
Bos Kulkas :
Tolong telponlah. Aku khawatir.🥺
Lily menerima total 45 pesan ancaman ia akan dipecat, di denda, dipenjara, khawatir dari Varo dan ada 55 panggilan tidak terjawab dari pria itu. Tolonglah, ia hanya menikmati mandi mewahnya sekitar setengah jam.😒
Setelah meletakkan handuk di kamar mandi, Lily segera melakukan panggilan video. Ia tersenyum ketika mendapati Varo yang menatapnya galak.
"Kenapa??....Apa kamu benar-benar ingin memecat ku??, Aku hanya mandi." 😅
😡"Kenapa kamu malah mandi tengah malam??."
__ADS_1
Tentu saja untuk menikmati fasilitas mahal. Lily hanya memikirkan jawaban itu dalam hati. "Tadi siang kami bermain sepuasnya di kebun binatang, dan…aku kelelahan dan tak sempat mandi, setelah memandikan dan memberi makan Rion, kami langsung tidur. Kalau kamu nggak menelpon dan membangunkan ku, mungkin aku nggak akan mandi sampai besok pagi.😅"
"Ma'af soal ibuku."
"….."Lily kebingungan. Apakah pria ini, benar-benar pria dingin yang ia kenal. Kenapa dia minta ma'af??. Kenapa mendadak jadi melankolis begini??.
"Kamu…sepertinya nggak akrab dengan ibumu."
"Begitulah."
Lily menunggu penjelasan berikutnya. Tapi sepertinya pria itu tak mau membicarakannya.
"Aku sudah membeli rumah lain, mereka sedang memperbaiki beberapa hal sekarang sampai rumah itu bisa di pakai. Rumah itu masih kosong. Besok pergilah ke toko furniture pesan perlengkapan rumah baruku. Aku akan mengirimkan alamatnya."
"….aku…boleh memilihnya??, Apa kamu yakin. Mungkin seleraku tidak setinggi selera mu, bagaimana kalau yang ku pilih jelek??. Kalau-kalau kami perlu tau, aku ini pecinta barang diskonan😅."
"....."
Varo berpikir sebentar sebelum menjawab. "Kalau begitu tunggu aku pulang dan kita membelinya bersama."
"…..Oke!." Lily sedikit bingung kenapa dia harus menyetujui permintaan itu. Pria itu harusnya bisa memesan furniture via online dan langsung mengantarkannya ke rumah barunya, ia tak perlu repot-repot membelinya langsung ke toko. Tapi Lily tak mengatakan apapun dan memilih menanyakan hal lain.
"Di Korea sedang musim apa??."
"Gugur."
"Dingin nggak??."
"Lumayan."
"Mm….
Mereka bertatapan beberapa detik, sebelum akhirnya Lily memalingkan muka lebih dulu. "Udah makan??."
Varo berjalan menuju tempat tidurnya. "Ini sudah hampir jam 12 malam. Mustahil kalau belum makan."
Benar juga. "Makan apa??, Makanan Korea enak nggak??."
"Samgyetang. Enak."
"Mm….belum ngantuk???."
"…..Belum."
"….." Mereka kembali bertatapan. Lily kembali berpaling dan kali ini senyum muncul diwajahnya. Jadi….apa dia mau mengobrol sampai pagi??☺️, Aku nggak terlalu keberatan.
🤨"Ngapain senyum-senyum sendiri??, gila ya??."
__ADS_1
"....."😑Oke!!!, lupakan saja. Lily menekan tombol end call dan meletakkan ponselnya di atas meja. Tak peduli ponselnya itu berdering lagi.
🌸🌸🌸