
"Anak-anak nggak mungkin di tinggal kan!!, Aku selalu mengajak mereka jika aku harus kerja di luar kota atau luar negeri, sudah dapat izin dari sekolah, jadi tidak masalah."
"……"Lily menatap pria yang sedang memilih baju untuk Arion. Di bilang memilih, lebih tepatnya ia mengambil selusin baju yang di pajang di depan mereka. Memborong seperti biasanya.
"Aku rasa….aku tau alasan kenapa si kembar sulit dapat teman." Gumam Lily pada dirinya sendiri.
"Kenapa??."
"Mereka terlalu sering libur di banding sekolah, dan hal itu malah tidak dipermasalahkan sekolah. Dan…teman-teman sebaya mereka pasti merasa tidak adil dengan perlakuan khusus itu."
Varo berkata dengan nada santai setelah meminta Arion mencoba baju pilihannya. "Sekolahnya di Danai dengan uang ku, dan soal adil tidaknya, itu masalah pribadi mereka. Si kembar tidak butuh teman yang suka iri hati, lagi pula mereka bertiga adalah siswa dan siswi berprestasi, jadi sekolah tetap nggak akan rugi walaupun mereka nggak masuk."
"……"
Lily tidak mengatakan apapun lagi. Ia hanya menghentikan Varo untuk kembali memborong baju. "Kita bisa beli baju di Korea, bawa terlalu banyak barang kita juga harus bayar lebih. Rugi!!."
Varo tersenyum sambil mengelus kepala Lily. "Kita naik jet pribadi sayang. Gratis kok😄👍."
😯"Ah….."
😄"Tapi kita juga pasti membeli baju di Korea. Koleksi baju couple untuk keluarga kecil kita belum lengkap, mereka semakin besar, baju yang lama pasti nggak muat. Di sini…kita hanya menyenangkan anak-anak saja, karena mereka hobi shopping.
"….."
Aku lupa kalau pria ini terlalu kaya. 😑 Terserah kau sajalah.
🌺🌺
"Kak Rion pas di Korea sering-sering telepon kami ya!." Pinta Sena ketika mereka selesai berganti pakaian.
"Karena papa sepertinya lebih banyak main dan ngobrol sama mama daripada kami." Sambung Sena lagi.
Arion tersenyum. Ia menatap ke arah Lily dan Varo yang sibuk. Varo terlihat tersenyum sambil menunjukkan dua pasang dress untuk Lily. Arion merasa familiar dengan hal semacam ini.
"Iya. Nanti pasti kak Rion sering telepon, video call juga😊."
"Kak Rion juga tetap main game sama Andreo, kalau menang. Hadiahnya buat Andreo."
Andreo yang tadi mau komplain langsung tersenyum senang.
Sedangkan Alandra……"Aku akan menjaga mereka (nunjuk Sena dan Andreo) dan juga mereka (nunjuk Varo dan Lily)."
__ADS_1
Arion mengangguk dan mengelus kepala Alandra. "Iya, kak Rion yakin Alandra bisa jagain semuanya."😊
Mereka (si kembar) lantas kembali memilih baju serta perlengkapan lain untuk Arion sedangkan Arion di suruh duduk dan menunggu.
Belum 10 menit Arion memperhatikan si kembar, Sena tampak berdebat dengan anak perempuan yang entah datang dari mana, merebut Hoodie pink di tangan Sena.
"Aku yang lebih dulu melihat baju ini."😡 Ucap anak itu kesal.
Sena hanya diam dan membiarkan saja anak perempuan itu mengambil baju pilihannya. Tapi tak la kemudian anak itu datang lagi dan kembali mengambil baju pilihan Sena.
Ia juga mengambil baju yang akan diraih Sena di gantungan baju.
"Kenapa kamu selalu mengambil baju pilihan ku. Dress mahal ini nggak akan cocok untuk mu." Anak itu bicara dengan nada sombong.
Memang jika dilihat dari penampilan, anak perempuan itu terlihat elegan dengan dress mewah berwarna hijau yang di pakainya. Berbeda dengan Sena yang terlihat imut memakai pakaian biasa.
Sena bertanya dengan nada polos. "Apa toko pakaian ini milik keluargamu??."
"Tentu saja!. Toko ini milik paman ku. Tapi aku keponakan kesayangannya, jadi semua barang di toko ini adalah milik ku!!."
Sena menundukkan kepalanya, sedikit sedih. "Aku mau beli karena pakaian di sini terlihat bagus. Baju yang tadi diambil itu…untuk kakak ku."
"Tapi kenapa??, Bukankah baju di sini semuanya untuk di jual??."
Anak perempuan yang badannya lebih besar itu mendorong lengan Sena. "Memangnya kamu punya uang??. Baju di sini mahal-mahal, dan tidak akan cocok untuk anak miskin seperti mu."
"…..Apa kakak punya uang sendiri??, Apa toko ini milik ayah dan ibunya kakak??, Apa paman pemilik toko bilang akan memberikan semua baju-baju di sini untuk kakak??. Lalu kenapa bajunya di berikan tag harga, di pajang dan di jual. Papa Sena bilang, baju yang di jual bebas di beli siapa saja."
Anak perempuan itu mencibir. "Toko paman ku adalah toko ku juga. Uang orang tua ku adalah uang ku. Masih kecil nggak usah banyak omong. Yang pasti, baju-baju di sini tidak di jual untuk mu!!."
☹️
"Mm….oke. Kalau begitu…kami nggak anak beli baju di toko ini." Setelah mengatakan itu Sena memanggil Alandra dan Andreo menyuruh mereka mengembalikan semua pakaian yang tadi mereka pilih. Kedua anak laki-laki itu hanya menuruti saja keinginan Sena yang tampak murung.
Keduanya melirik ke anak perempuan yang bicara dengan Sena, dengan tatapan kesal. Anak perempuan itu balas melotot ke arah mereka.
"Papa…kita beli baju di toko lain saja." Sena menghampiri Varo dan Lily yang sedang berdebat masalah baju couple.
"Anak mama kenapa??, Kok sedih gitu??." Lily berjongkok dan memeluk anak perempuannya.
__ADS_1
Sena tidak menjawab, hanya balas memeluk Lily erat.
Alandra dan Andreo kompak menunjuk ke arah anak perempuan yang mungkin seumuran Arion, anak yang tadi bicara dengan Sena. "Dia penyebabnya!."
Varo langsung tau karena ia familiar dengan adegan seperti ini. Ia memanggil salah satu staff dan memintanya memanggil pemilik toko.
Beberapa saat kemudian sang pemilik bergegas menghampiri Varo dan anak perempuan itu dengan semangat mendekati pria itu.
"Dina, paman sedang bicara dengan pelanggan. Dina main di tempat lain dulu ya!."
Anak perempuan itu tampak tidak senang, namun akhirnya pergi.
"Apa hubungan mu dengan anak perempuan itu?, Tanya Varo langsung.
"Dia keponakan kesayangan saya. Dia….
"Sena juga anak kesayangan ku!." Varo mengelus kepala Sena.
"….."
"Toko ini…..bukan, super market ini…sebagian besar di danai oleh oleh ku. Apa anda tau??."
Pria itu menelan ludah. Ia jelas tau hal itu, dan sebelum membuka toko di super market ini, dia sudah membuat kontrak perjanjian bahwa tidak boleh menyinggung pria dingin di depannya ini. "Ma'af, apa…staff kami membuat masalah dengan keluarga pak Varo, saya….pribadi akan langsung memecatnya."
"Jangan menghancurkan bisnis orang lain. "Lily langsung mengingatkan Varo.
Varo menarik nafas dalam. "Siapa orang tua anak perempuan itu??."
Pria itu awalnya bingung kenapa Varo menanyakan tentang keponakannya, tapi ia tetap menjawab. "Dina…anak pemilik toko mas di lantai 3, Rendi Saputra."
Varo langsung meraih ponsel di dalam saku celananya, lalu menelpon seseorang. Tutup tokonya dan usir mereka!!." Setelah mengatakan hal itu Varo mematikan ponselnya.
"Tapi kenapa???, Apa salah…..
"Berikan rekaman CCTV toko ini pada orang tua anak itu. Bilang, jadi orang jangan sombong!." Kali ini Arion yang mengatakan hal itu. Lalu ia menarik tangan Sena, mengajaknya pergi.
"Tolong sampaikan pesan anak ku tadi pada orang tua anak itu." Setelah mengatakan hal itu Varo mengajak Lily dan kedua anaknya pergi dari toko baju itu.
"Sepertinya kita beli perlengkapan Arion di Korea saja. Sekarang mari kita beli makanan kesukaan Arion juga beberapa makanan khas untuk menyogok keluarga Taek Won."
"……"Lily menoleh heran. Kenapa kita mesti menyogok?😕
__ADS_1
Varo tak mengatakan apapun lagi. Mereka pergi membuntuti Arion dan Sena yang berjalan menuju foodmart.
🌸🌸🌸