A Little Cupid

A Little Cupid
7. Sadar Diri


__ADS_3



Varo benar-benar mengadakan pesta di gedung mewah miliknya yang baru diresmikan sebagai pusat pameran dan jual beli berlian merek AAA (Arion Azri Alvaro) dan pesta itu diadakan tepat di hari ulang tahunnya.


Bik Seli sibuk mengepak barang keperluan Arion sementara Varo mengajak keponakannya itu bermain, pesta akan dimulai setengah jam lagi, jadi begitu mereka pergi ke sana 15 menit kemudian.


"......" Lily menatap kecewa karena Varo tak mengatakan apapun padanya. Menghela nafas dalam, Lily akhirnya pergi meninggalkan rumah. Tugasnya menjaga Arion hari itu selesai lebih awal.


Orang sepertiku mana mungkin diundang kan!!.


Lily berhenti menatap pantulan dirinya di dinding kaca cafetaria yang ia lewati. Kecewa??. Yah, sedikit. Tapi Lily sadar, dia hanya seorang babysitter, dan dia tidak terlalu dibutuhkan di pesta besar seperti itu. Arion juga bukan bayi yang rewel.


Lily memasuki cafetaria itu. Memesan secangkir coklat hangat dan sepotong cake strawberry. Sedikit merasa terpesona pada sang pelayan cafetaria yang tampan, tapi matanya mendadak terfokus pada seorang gadis berpakaian serba hitam yang diajak bicara oleh pelayan itu.


Si pelayan tersenyum ramah bahkan membisikkan sesuatu yang membuat gadis yang tadi terlihat dingin itu sekarang tersipu malu. Gadis itu bahkan mencubit lengan pelayan itu. Sungguh pemandangan romantis yang menyedihkan.


Untungnya ini bukan malam minggu, kalau tidak, Lily lebih memilih mengurung diri dalam kontrakannya dan mengutuk para pecinta yang asyik pamer itu, serta ikut bernyanyi dengan para katak, meminta hujan badai datang merusak momen romantis mereka.


(Jomblo ngenes emang beginilah khayalan kejinya)✌️


🌺🌺


"Gadis macam apa yang baru pulang ke rumah jam 1 malam. Dari tadi kemana saja???."😡


"....."


Lily heran menatap pria yang kini berdiri di depan gerbang rumah kontrakannya. Sedang apa dia malam-malam disini??, Mau pamer pulang dari pesta besar??, Pamer pakaian dan mobil mahal yang dibawanya??, Nggak guna😒.


"Memangnya kenapa???, RUU juga belum resmi ditetapkan, aku nggak mungkin di tangkap dan dipenjara sekarang." Jawab gadis itu acuh tak acuh.


Lily melirik kedalam mobil dan mendapati Arion tertidur pulas disana. "Kenapa kesini??, Dari mana kamu tau kontrakan ini??," Lily membuka pintu mobil dan meminta supir mengecilkan AC. "Terlalu dingin."


Gadis itu berbalik dan terkejut mendapati Varo begitu dekat dengannya dan sedang menatapnya dengan pandangan dingin. "Ponselmu mati?. Dari mana saja??."


Pertanyaan itu terkesan mengintimidasi. Dan si penakut ini, menelan ludah sebelum menjawab.


"Kehabisan baterai. Di cafetaria dekat rumah kamu. Keasyikan ngobrol soalnya cakenya enak, disuruh ngasih saran, dapat cake gratisan juga." Lily menunjukkan sekotak cake di tangannya.

__ADS_1


"Pelayan gantengnya ternyata seorang yang sangat pandai membuat cake, jadi kita nyambung ngobrolnya dan....


"Aku lapar."


"....."


"Aku ingin makan nasi goreng ati."


"....ee...," Lily menoleh ke kiri jalan. Disana biasanya ada penjual nasi goreng yang jualan malam. "Akan ku belikan, tunggu seben....


"Kamu yang masak!."


"....."😐


Lily menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ini kontrakan khusus wanita, laki-laki nggak boleh masuk. Dan....pastinya nggak ada nasi yang tersisa di dapur umum, mereka pasti sudah menghabiskannya waktu makan malam. Rata-rata yang ngontrak kamar adalah anak kuliahan dan mereka ngumpul bareng disini buat ngerjain tugas. Aku nggak terbiasa dengan mereka, jadi...aku memilih pulang agak malam."


"Setiap hari???."


"....Iya."


Varo membuka pintu mobil penumpang. "Aku lapar." Ulang pria itu lagi.


Sekarang sudah pukul 2 dini hari, tapi Lily harus memasak nasi goreng lalu menunggu pria itu selesai mandi dan menemaninya makan.


"Cake nya???." Varo bertanya dengan nada tidak senang. Mau makan sendirian yah???


Lily menggeser kotak cake itu lebih mendekat kearahnya. "Ini cake ku. Akan dimakan besok."


Varo terlihat makin kesal tapi entah kenapa tingkah kekanak-kanakannya itu terlihat lucu. "Bukankah aku ulang tahun hari ini. Berarti cake ini untuk ku."


Mendengar hal itu, Lily tak bisa menahan tawanya. "Di pesta tadi cake nya kurang besar ya??, Apa kamu nggak kebagian karena asyik mengobrol??. Cake gratisan milik gadis miskin😅 inipun sampai direbut." Lily berkata sambil mengeluarkan 3 potong cake dari dalam kotak.


"Ini terlalu manis, yang ini terlalu masam dan ini kejunya terlalu banyak😤."


"Hahahaha....kamu kan emang lebih suka dark coklat yang pahit itu, wajar kalau cake coklatnya dibilang manis, dan ini...kamu cuman nyicipin selai strawberry nya aja, wajar kalau terasa asam. Dan yang ini cheese cake. Intinya emang pasti banyak keju. Nggak usah makan kalau emang nggak suka cake." Lily meletakkan kembali cake-cake itu kedalam kotak, lalu menyodorkan piring nasi goreng kearah Varo dan tentu saja pria itu memakannya dengan lahap.


"Kenapa aku nggak diundang??," Tanya Lily akhirnya ketika mereka terdiam beberapa menit. "Aku sedikit merasa...tidak dianggap, hehehe."


"Emangnya kamu siapa???."

__ADS_1


"....." Benar. Aku bukan siapa-siapa. Sialan sekali😣.


"Setidaknya....aku bisa menjaga Arion."


"Bik Seli juga bisa."


"...."Tapi aku kan babysitternya.


Lily tidak mengatakan apapun lagi. Mengambil piring kotor milik Varo ketika pria itu selesai makam dan mencucinya.


"Aku akan mengantarmu pulang."


"Apa!!. Tapi ini kan sudah hampir jam 3 pagi, dan kamu punya banyak kamar kosong."


"Apa itu baik bermalam dirumah pria lajang??." Tanya Varo sinis.


Lily mengutuk pria itu dalam hati. Lalu kenapa dia mengundang wanita malam-malam kerumahnya?. Dasar pria keji.


Lily keluar rumah dengan tampang kesal. Ia masuk ke mobil dan mengabaikan Varo yang beberapa kali melirik kearahnya.


"Pesta itu, pesta bisnis. Yang berada disitu rata-rata orang yang memiliki banyak uang dan berego tinggi. Mereka tidak akan menerima kehadiran seseorang yang statusnya lebih rendah. Dan kalau kamu berada disana, gosip aneh tentangku denganmu akan muncul di situs jejaring sosial. Aku tidak menyukainya."


Lily teringat artikel gosip yang pernah di bacanya. Benar!!. Ia lupa kalau Varo terlalu terkenal. Pria itu pastinya tidak mau punya skandal murahan dengannya.


"....."


"Itu tidak seperti aku tidak mau mengundang....


"Aku tau. Tidak perlu dipikirkan, aku hanya....penasaran saja. Aku juga tidak mau berada ditempat seperti itu. Terlalu ramai, terlalu berisik."


"....."



Lalu tak ada yang bicara lagi sampai Lily tiba di kontrakannya. Lily turun dari mobil sambil berusaha tersenyum ramah. "Terima kasih sudah mengantarku pulang. Lain kali, soal antar jemput suruh supir saja yang melakukannya. Juga...jangan kesini lagi...dan...tidak baik mengundang wanita ke rumah malam-malam."


"....."


"Aku juga tidak mau dibully. Orang-orang seperti anda itu terkadang... memang terlalu mengerikan kalau bicara soal status."

__ADS_1


🌸🌸🌸


__ADS_2