A Little Cupid

A Little Cupid
11. Look Like a Newlywed


__ADS_3

Varo sengaja mengosongkan jadwal kerjanya hari itu. Semua pekerjaan yang penting ia alihkan pada asisten pribadi dan sekretarisnya, sementara pekerjaan di luar negeri ia tunda sampai Varo selesai mengisi rumah barunya.


Sekarang, tepatnya sejak pagi, Varo sudah menunggu di depan hotel tempat Lily dan Arion menginap untuk mengajak mereka membeli furniture.


Entah di sengaja atau tidak, ketiganya memakai baju senada, warna putih dengan bawahan hitam yang membuat Varo mengerutkan dahi.


Lily sama sekali tidak menyadari hal itu, gadis itu tampak sibuk memasangkan sepatu Arion yang terlepas karena si kecil itu terlalu senang. Varo tanpa sadar tersenyum, ketika Arion dengan sengaja menendang sepatu yang sudah hampir terpasang itu, membuat Lily agak kerepotan. Tapi gadis itu terlihat gemas dan malah meladeni tingkah lucu Arion dengan mencubit pelan pipinya.


Begitu sampai di toko furniture, giliran Varo yang menggendong Arion, dan keduanya tampak senang bercanda. Arion tertawa bahagia dan Varo tersenyum yang menurut Lily perlu diabadikan dalam sebuah foto.


" Aku benci di foto." Varo menatap Lily dengan pandangan tidak suka. Gadis itu tersenyum sambil menunjukkan hasil jepretannya.


"Lihat!, Hasil foto yang bagus kan!!. Kamu selalu tersenyum dan tertawa di hadapan Rion. Sebenarnya…aku sedikit iri, hahaha."


"…."


"Nah, kita sudah di sini, mari kita mulai dari perlengkapan dapur. Kitchen set ini bagus juga. Dapurmu catnya warna apa??, mungkin kita bisa menyesuaikan warnanya, biar matching."


Varo hanya memandang sekilas kearah Kitchen set di sana. Dan menjawab 'merah' untuk warna dinding dapurnya. Pria itu membiarkan Lily memilih dan nego dengan pemilik toko. Ia hanya menunggu sambil bermain dengan Rion.


Setelah membeli kitchen set, mereka pergi ke area room set, Lily dan Varo terlibat ribut kecil soal tempat tidur untuk Arion.


"Dia kan bakal besar, kenapa nggak langsung beli yang besar aja."


"Tapi sekarang dia bahkan belum satu tahun. Tempat tidur kecil udah cukup, kalau dia jatuh gimana??, Arion juga jarang tidur di kamarnya sendiri. Yang kecil ini aja, lihat Arion udah senang di sana."


😒"Itu kamu kan yang sengaja narok dia di sana."


Lily menarik nafas dalam. "Nanti...kita bisa beli yang lebih besar lagi kalau umur Arion udah 3 tahun. Tempat tidur begini nggak akan cepat rusak dan juga..." Lily berbisik agar tidak di dengar pemilik toko. "Harganya lebih terjangkau di banding yang besar."


Melihat Lily memohon untuk setuju dengan cara yang menempel dan memegang bahu Varo lalu tersenyum penuh harap. Varo tanpa sadar mengangguk setuju. "Nanti...kita beli lagi yang lebih besar sama-sama."


"Oke!."😊


Varo sebenarnya sempat kesal karena Lily menawar dengan harga lebih murah dan ketika pemilik toko tidak setuju, ia segera mengajak Varo mencari di tempat lain. Mereka bahkan sampai pindah toko 5 kali.


"Kalau uangnya lebih, kamu bisa beli barang lain juga. Aku nawar nggak terlalu murah kok dan aku jamin aku akan pilih sesuai kualitas atau standarnya kamu. Oke???."


Varo akhirnya mengalah. Untungnya mereka pergi ke daerah yang memang di khususkan menjual furniture, jadi banyak toko yang menjual berbagai furniture berbeda di sana. Mereka hanya perlu berjalan dari satu toko ke toko yang lainnya yang jaraknya hanya satu atau dua rumah.


Dari jam 8 sampai jam 12 siang mereka berkeliling membeli perlengkapan rumah. Istirahat siang sekedar untuk makan lalu lanjut lagi membeli barang lainnya.


"Beneran mesti beli baju baru juga??. Kan kamu tinggal pulang dan ambil baju yang lama. Baju Rion juga masih baru dan banyak yang belum di pakai."


Varo berjalan sambil menggendong Arion. "Uang ku masih cukup banyak untuk membeli beberapa baju lagi. Kan kamu tadi yang bilang, kalau aku bisa beli banyak barang lainnya. Jadi aku akan menghabiskan uang sisa di kartu kredit ini. Ah...ini unlimited ya😏. Aku lupa kalau uangnya nggak akan habis."


😐. Jawaban yang benar-benar tidak mau didengar oleh orang hemat seperti Lily. Bemborosan!!!.


Mereka kali ini pergi ke daerah yang banyak menjual pakaian. Begitu selesai memarkir mobil. Varo kembali menggendong Arion sementara Lily memilih pakaian untuk si kecil itu.

__ADS_1


"Aku benar-benar ingin mengambil foto Rion memakai baju motif binatang ini, pasti benar-benar lucu😆😆." Lily kebingungan memilih antara baju motif beruang dan baju motif sapi. Tapi Varo segera memanggil pelayan butik itu untuk mengambil selusin baju bayi motif binatang dan membelinya.


"….."😑


"Jangan lupa, nanti ambil foto yang bagus lalu semua fotonya harus di cetak dalam ukuran besar. Buat hiasan dinding."


😐"…Oke!".


Lily gantian menggendong Arion sementara Varo membayar di kasir. Beberapa ibu-ibu pelanggan butik datang menghampiri Lily.


"Lucunya😆😆. Berapa bulan??." Tanya salah satu itu itu sambil memegang tangan kecil Arion. Si imut itu malah tersenyum makin manis.


"9 bulan."


"Yak ampun!!!, Kemarin ngidam apa??, Anaknya bisa lucu banget kayak gini."


"…."Lily hanya tersenyum, yang pasti dia tidak punya jawaban pertanyaan itu.


"Kenapa nggak bawa stroller aja, kan pasti berat gendongnya. Tapi anak imut emang enak di peluk sih, hahaha." Ibu itu berkata sambil mentoel pipi Arion.


"Papa…papa…" 😊Rion tiba-tiba bicara, memanggil Varo yang berjalan mendekat menuju mereka.


Ibu-ibu yang berada didekat Lily langsung histeris melihat pria itu.


"Yak ampun😆😆😆. Pantesan anaknya ganteng imut. Mirip sekali sama bapaknya toh!."



"….."Lily dan Varo hanya saling pandang, canggung.


"Matanya mirip ibunya. Hidung sama bibirnya mirip Bapaknya. Benar-benar kombinasi kalian berdua. Ahh…pengen deh nanti di jadiin mantu anaknya, biar ketularan cakepnya."


"….."😳😳


Oke. Kecanggungan itu nggak berhenti meskipun ibu-ibu itu sudah pergi meninggalkan mereka.


 


🌺🌺


 


Mereka tidak langsung kembali ke rumah baru Varo, tapi tetap menginap di hotel sampai 3 hari ke depan.


Varo memesan satu kamar hotel lagi, tepat di sebelah kamar hotel Lily.


"Kita bisa pulang ke rumah kalau semuanya sudah beres." Jelas pria itu ketika Lily bertanya alasannya.


Varo memperkerjakan beberapa pelayan baru yang bertugas sebagai, satpam, tukang bersih-bersih dan tukang kebun. Tapi kali ini dia tidak memperkerjakan seorang koki yang membuat Lily bertanya padanya.

__ADS_1


"Kamu kan bisa masak."


😐"….."Jadi…gue udah naik pangkat jadi koki begitu??. Enak aja nih orang.


"Kalau pekerjaannya double, gajinya juga harus double." 😏Lily menyunggingkan senyum bisnis. Varo terdiam, berpikir sebentar lalu memutuskan.


"10 tahun. Gaji 10 juta/bulan. Tetap jadi babysitter, dan juga koki." Varo mengajukan syarat kerjasama.


Lily terkekeh lalu menggeleng. "Aku nggak berencana memperpanjang kontrak."


"......"


"Kan aku udah pernah cerita. Setelah 2 tahun, aku berencana kembali ke Palembang. Aku…ingin memulai usahaku sendiri dan…aku juga ingin menikah." Umur saya bentar lagi 30 Pak😅


"….."


"Aku sudah tidak muda lagi, dan ibuku juga selalu menanyakan kapan beliau bisa menimang cucu dariku. Aku…tidak mungkin terus-terusan menghabiskan waktuku dengan bekerja. Aku…harus mulai cari pacar dari sekarang, hahaha."😅


Varo tidak pernah memikirkan tentang hal itu. Pria itu hanya tau dan ingin Lily terus bekerja dengannya. "Kamu…bisa tetap mencari pasangan, atau menikah dan kamu tetap bisa bekerja denganku setelah menikah. Akan kunaikkan gajimu 2 kali lipat. Aku hanya mempercayakan Rion padamu."


😌"Aku tau. Itu sebabnya kamu nggak memperkerjakan babysitter lain kan!. Tapi…nantinya aku tetap harus pergi, aku punya impian membangun sebuah cafetaria kecil, dan itu…benar-benar impianku yang ingin ku capai."


"....."Varo terdiam lagi.


"Untuk Rion. Kita bisa membuatnya mengerti mana yang baik mana yang buruk. Selama 2 tahun ini, kita bisa mengajarinya bersosialisasi agar ia tetap menjadi Rion yang ceria, agar dia disukai banyak orang. Kamu juga bisa mencari seorang bodyguard yang bisa selalu menjaga Rion, karena aku sama sekali nggak tau berkelahi.😅 Kalau dia besar nanti, aku belum tentu bisa melindunginya dan tentu saja…aku akan tetap mengunjungi kalian, itu juga…selama kalian masih menginginkanku."


Lily menatap Varo yang hanya diam mendengarkan penjelasannya. "Kamu nggak punya niat nikah??, Kamu kan juga udah tua😅😅."


"😑."


"Ngomong-ngomong, kalau kamu mau cari pasangan. Aku jomblo loh, hahaha. Dengan begitu aku bisa berada di sampingmu dan juga Rion selama sisa hidup kalian😅😅😅."


"......"


😅"Jangan menatapku begitu. Aku hanya bercanda, hahaha..."


Varo masih menatap Lily, ia kemudian mengangguk."🤨🤨.…akan kupikirkan!."


"Ha???." Lily langsung melongo mendengar jawaban itu. "Gue cuma bercanda Bos!!, Beneran deh. Jangan terlalu serius  begitu dong."


"Aku tau."


"Akan kupikirkan seribu satu cara agar tidak berjodoh denganmu."


"......"


😑😑😑Sialan!!!!


 

__ADS_1


🌸🌸🌸


 


__ADS_2