Abang Tukang Sayur I Love You

Abang Tukang Sayur I Love You
Nayara Masih Marah? (bagian 1)


__ADS_3

Mereka bertiga saat ini akan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Nayara yang sudah terlebih dulu rapi dengan seragam sekolahnya, hendak pergi duluan.


"Aku duluan," ucap Nayara. Dengan langkah tergesa-gesa ia pergi setelah memakai tas ransel yang berwarna merah maroon, dan menenteng belanjaannya.


"Loh Nay, tunggu.." Grizelle mencoba mencegah, namun Nayara sudah keluar duluan. Amelia yang habis mandi muncul saat bertepatan Nayara menutup pintu.


"Nayara kemana El?" tanya Amelia.


"Udah duluan berangkat Mel. Tapi kok dia bawa belanjaannya juga ya Mel," jawab Grizelle. Ia bingung, mengapa Nayara tidak menunggu mereka berdua. Dan juga Nayara membawa belanjaannya.


"Apa Nayara masih marah?" ucap Amelia seraya memakai baju seragam sekolahnya.


"Nggak mungkin Mel. Dia kalau marah cuma hal begitu doang mah, nggak akan lama," balas Grizelle.


"Terus kenapa dong dia," ucap Amelia.


"Entah. Udahlah ntar kita tanya kalau ketemu dia di kelas," Grizelle tak ingin terlalu memusingkan perihal Nayara, karena ia yakin jika Nayara sudah tidak marah. Dan juga mereka bertiga kan sekelas, jadi tidak akan bingung untuk bertemu dengan Nayara.


"Yuk, kita berangkat." imbuh Grizelle.


Mereka berdua pun berangkat dengan berjalan kaki, karena jarak ke sekolahnya yang tak jauh.


***


Seorang gadis memasuki rumah mewah yang memang rumah itu adalah rumah kedua orang tuanya. Dia adalah Nayara Maheswari, anak dari pengusaha di bidang Petrokimia,tekstil, dan juga kuliner. Seharusnya ia pergi ke sekolah saat ini, tapi ayahnya menyuruhnya untuk ke rumah. Entah apa yang akan di sampaikan ayahnya, ia pun tak tahu.


"Bik, ayah kemana ya?" tanya Nayara saat melihat asisten rumah tangga yang biasa ia panggil bik Nur, hendak pergi ke dapur.


"Eh, ada non Nay. Ayah non ada di ruang keluarga." jawab bik Nur.


"Ya deh. Makasih ya bik," ucap Nayara.


"Sama-sama non. Kalau gitu saya ke dapur dulu," balas bik Nur seraya tersenyum kepada anak majikannya itu. Nayara membalasnya dengan senyuman juga anggukan.


Setelah bik Nur pergi, Nayara berlalu menuju ke ruang keluarga. Sesampainya di sana ia terkejut melihat seseorang yang di rindukannya selama 5 tahun, ada di depannya. Sedang memandangnya dengan penuh kasih sayang.


"Kak Andrew," seru Nayara lalu berhambur kepelukan seseorang yang di panggilnya.


Dia adalah Andrew Maheswara, saudara laki-lakinya. Yang terpaut 5 tahun lebih tua darinya. Semenjak Andrew kuliah di luar negeri, Nayara tak pernah bertemu dengan kakaknya itu. Hanya lewat video call Nayara bisa bertatap muka dengan Andrew. Tentu saja ia senang, akhirnya bisa bertemu kembali dengan kakaknya itu.


"Kak Andrew kapan pulang? Kok nggak ngabarin Nay sih?" tanya Nayara seraya melepas pelukannya dan memasang wajah cemberut. Andrew tersenyum melihat wajah adiknya yang sangat lucu itu ketika sedang cemberut.


"Kan biar suprise, dan juga kata ayah kamu jarang sekali pulang ke rumah. Makanya kakak mau kasih suprise ke kamu," jawab Andrew seraya mengusap puncak kepala Nayara.


"Terus mana oleh-oleh buatku," ucap Nayara. Andrew langsung terkekeh mendengarnya.


"Kamu ini, nggak lupa kalau sudah menyangkut oleh-oleh," balas Andrew. Lalu ia mengambil bungkus kado, dan memberikannya ke Nayara.


"Ini untukmu, ini untuk sahabatmu Amelia dan juga Grizelle." imbuhnya.


"Masih ingat juga kamu kak, sama kedua sahabatku itu," ucap Nayara.


"Masih lah," balas Andrew.


"Terus, ini kenapa. Bungkus kado buat Grizelle keliatan cantik banget. ada pita pinknya juga lagi," kata Nayara. Andrew langsung terlihat gugup, Nayara yang melihat kakaknya gugup langsung mengerti.


"Oh, jadi ada yang naksir nih sama salah satu sahabatku," sindir Nayara. Andrew langsung memelototi adiknya itu.


"Ekhem.." seseorang berdehem membuat kakak beradik itu menoleh ke arah sumbernya. Terlihat ayahnya dan juga wanita paruh baya, namun masih terlihat sangat cantik sedang memerhatikan mereka berdua.


"Bunda... Nay kangen sama bunda," seru Nayara lalu berhambur memeluk bundanya.


"Kangen tapi kok jarang pulang." balas bundanya. Nayara langsung nyengir seraya melepas pelukannya.

__ADS_1


"Hehehe, bunda kok keliatan awet muda sih tambah cantik malah," puji Nayara. Bunda Nayara langsung mencubit kedua pipi Nayara.


"Kamu nih ya, mau ngalihin pembicaraan. Dasar anak bunda yang paling ngeselin," balas bunda Nayara.


"Aduh.. Bunda, lepasin.. Sakit tahu," seru Nayara. Bundanya langsung melepaskan cubitannya.


"Bunda.. Aku tahu, kalau aku itu manis, gemesin. Nggak perlu di cubit juga kali," imbuhnya seraya mengelus kedua pipinya.


"Dasar narsis," seru Andrew. Bundanya hanya tersenyum.


"Nay, mumpung ada kakakmu di sini. Ayah ingin membicarakan sesuatu denganmu," kata ayah Nayara. Nayara langsung memandangi ayahnya yang terlihat serius itu.


"Iya ayah, ada apa?" tanya Nayara.


***


"Duh.. Ini kok Nayara belum nongol juga ya. Bel masuk kan udah bunyi," ucap Grizelle.


"Apa dia bolos kali ya," timpal Amelia yang duduk sebangku dengan Grizelle.


"Nggak mungkin dia bolos. Kalau mau bolos kan harusnya dia ngajakin kita," balas Grizelle.


Perbincangan mereka berdua terpaksa terhenti, saat seorang guru masuk ke kelasnya.


Bel berbunyi menandakan jam istirahat, setelah guru keluar dari kelas, para murid berhambur keluar. Ada yang menuju kantin, perpustakaan dan sebagainya.


Termasuk Grizelle dan Amelia, saat ini mereka berdua hendak pergi menuju kantin.


Sesampainya di kantin mereka berdua duduk di kursi yang masih kosong.


Namun tak selang beberapa menit ada 3 siswa yang menghampiri Grizelle dan juga Amelia.


"Hai El. Kita duduk di sini ya," ucap salah satu dari mereka bertiga. Tanpa menunggu jawaban dari Grizelle orang itu duduk di hadapan Grizelle.


"Ngasal duduk aja, belum juga di bolehin," kata Grizelle. Amelia mengangguk menyetujui perkataan Grizelle.


"Daripada di duluin yang lain, mending sama kita aja El," balas Rizky. Yang menyukai Grizelle semenjak duduk di bangku 1 SMA.


"Iya El. Lagian kan nggak rugi juga duduk Sama kita-kita," timpal Gabriel. Yang juga suka pada Grizelle. Bedanya Gabriel yang lebih dulu menyukai Grizelle semenjak duduk di bangku 1 SMP. Karena di sanalah dia bertemu Grizelle pertama kalinya.


"Tapi kita yang rugi," sahut Amelia.


Gabriel mendelik mendengar perkataan Amelia.


"Artis kesasar nyahut aja," balas Gabriel.


"Ulet keket diem aja deh,"


"Kamu itu.."


"Aish.. Diem! Berisik tahu nggak," seru Rendy. Menghentikan pertengkaran Amelia dan Gabriel. Rendy termasuk orang pendiam. Jika merasa terganggu baru ia akan bersuara.


Grizelle yang hendak bangkit dari duduknya di tahan oleh Rizky. "Mau kemana El?"


"Pesan makanan lah. Keburu jam istirahat abis," jawab Grizelle.


"Udah kamu duduk aja, biar aku yang pesanin. Kamu mau makan apa?" Grizelle yang memang perutnya sudah merasa sangat lapar pun mau tak mau menerima tawaran Rizky.


"Mie ayam bakso yang pedes, sama es teh manis," ucap Grizelle.


"Aku samain aja kayak Grizelle," timpal Amelia.


"Oke," balas Rizky.

__ADS_1


"Aku juga dong Ky," ucap Gabriel.


"Pesan sendiri," balas Rizky seraya berlalu memesan makanan. Gabriel pun menyusul Rizky. Sedangkan Rendy sudah lebih dulu memesan makanan, dan duduk di samping Amelia.


"Nih anak, udah makan duluan aja. Dasar, aku sumpahin keselek bakso kamu," ucap Amelia. Rendy hanya diam saja dan tetap memakan makanannya. Namun tiba-tiba ia tersedak bakso.


"Uhukk.. Uhukk.." Grizelle langsung membantu Rendy yang sedang tersedak. Sedangkan Amelia hanya melongo melihat Rendy tersedak bakso.


'Waduh, baru juga aku sumpahin. Malah kejadian,' batin Amelia.


Setelah bakso yang berukuran kecil itu keluar, Grizelle membantu Rendy minum.


"Minum dulu Ren," ucap Grizelle. Rendy menerima pemberian Grizelle lalu meminumnya, setelah itu ia bernafas lega.


"Thanks," kata Rendy.


Rizky yang sudah kembali melihat kedekatan Grizelle dengan saudaranya itu merasa cemburu. Begitu juga dengan Gabriel yang berada di belakang Rizky.


"Nyari kesempatan aja kamu Ren," sindir Rizky seraya menaruh makanannya di meja dan duduk. Rendy hanya melirik ke arah Rizky, lalu kembali memakan makanannya. Sedangkan Grizelle kembali duduk ke tempatnya, lalu memakan makanannya.


"Iya nih, baru juga di tinggal sebentar," timpal Gabriel, yang duduk di hadapan Amelia. Lalu makan juga. Begitu juga Amelia.


"Salahin aja Amel," ucap Grizelle. Otomatis Rizky dan Gabriel melihat ke arah Amelia.


"Maksudnya apa Mel," ucap Rizky.


"Aku nggak sengaja, nyumpahin Rendy keselek bakso. Dan nggak lama Rendy beneran keselek. Grizelle yang bantuin Rendy," jawab Amelia.


"Bwahahhaha.. Nggak mungkin lah, emang kamu apaan gitu aja bisa langsung kejadian," ucap Gabriel yang seraya tertawa dan mengunyah makanannya.


"Hahahaha.. Iya Riel, mengada aja kamu Mel," timpal Rizky ikut-ikutan.


"Huh, terserah kalau nggak percaya. Sebel aku sama kalian berdua. Aku sumpahin kalian juga keselek bakso," balas Amelia.


Benar saja, doa Amelia langsung terjabah. Alhasil gantian Rizky dan Gabriel yang tersedak bakso.


"Rasain," ucap Amelia. Rizky dan Gabriel dengan cepat minum setelah baksonya keluar.


"Aje gile. Bahaya juga si Amel," ucap Grabiel.


Grizelle lalu bangkit dari duduknya dan hendak pergi menuju kelasnya. "Lah El. Kok aku di tinggal sih, cepat banget kamu makan," ucap Amelia.


"Malas dengar celotehan kalian," balasnya lalu pergi. Rendy pun ikut berdiri dan pergi menuju kelasnya.


"Lah, mereka berdua janjian ya," ucap Rizky.


"Kalian dua sih," timpal Amelia. Dengan cepat ia makan dan menyusul Grizelle.


"Oii.. Mel, bayar dulu dong," seru Rizky, sedangkan Amelia tak menggubrisnya dan tetap menyusul Grizelle.


"Terus siapa yang bayar," ucap Gabriel.


"Gabriel yang ganteng tapi masih gantengan aku. Bayarin ya, sekalian punyaku juga. Jangan lupa punya Grizelle sekalian. Bye," kata Rizky lalu pergi.


"Aish.. Apa-apaan kalian ini," umpat Gabriel.


Dengan terpaksa Gabriel harus membayar makanan Grizelle, Amelia, dan juga Rizky. Sedangkan Rendy sudah membayar makanannya sendiri.


**


Support dari kalian sangat saya butuhkan. Jadi beri saran dan kritikannya juga yah. Agar saya bisa memperbaiki cerita ini menjadi lebih baik lagi 😊


Jangan lupa untuk rate, like, serta tinggalkan jejak setelah membaca cerita ini. Ingat juga untuk vote, vote, vote sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima kasih 😊🤗


__ADS_2