
Grizelle dan Amelia terkejut mendengar perkataan Nayara. Mereka berdua berteriak di hadapan Nayara, sehingga Nayara langsung menutup kedua telinganya.
"Haduh.. Kalian ini! Nggak usah teriak segala dong. Bisa tuli telingaku," ucap Nayara.
"Kenapa kamu cuma 2 Minggu lagi di sini Nay? Bukannya kita udah sepakat bakal pindah ke rumah masing-masing setelah kita lulus sekolah. Kenapa jadi kamu mau duluan Nay?" kata Amelia.
"Ayah nyuruh aku tinggal di rumah Mel. Dan.. dan setelah aku lulus sekolah nanti akan di jodohkan." jawab Nayara. Bahkan dari nada bicaranya ia terdengar pasrah.
"What! Di jodohkan. Kenapa nggak kamu tolak Nay?" seru Grizelle.
"Sudah El. Tapi kamu tahu sendiri, gimana sifat ayahku. Kalau sudah mengambil keputusan pasti bakal tetep kekeh sama keputusannya. Pernah terlintas dalam benakku buat kabur aja, tapi melihat bunda dan kakakku membuatku tak tega. Aku sangat menyayangi mereka El, bagaimana bisa aku membuat mereka bersedih." kata Nayara seraya menunduk.
"Apa nggak ada yang bisa kami lakukan Nay? Bagaimana bisa kamu menikahi seseorang tanpa mencintai orang tersebut. Kamu bahkan nggak tahu orang yang bakal di jodohkan sama kamu." kata Grizelle.
"Nggak usah El, mungkin ini memang sudah takdirku. Kata ayah juga, orang yang bakal di jodohkan sama aku orangnya bertanggung jawab, baik, dan juga pekerja keras. Semoga nanti aku bisa menerimanya, walaupun aku belum bisa mencintainya." ucap Nayara seraya tersenyum.
"Dih, nggak asik dong kalau nanti kamu udah nikah. Nggak bisa kayak gini lagi, terus setelah kamu pindah ke rumah. Kita dua doang dong, yang ngecengin bang Alex." timpal Amelia dengan wajah cemberut.
"Eitss.. Selama masih ada aku di sini, bang Barry tetep di hati hahahaha... Pokoknya soal bang Barry tetap gas.. Sampai mentok hahhaha.." ucap Nayara seraya tertawa. Setidaknya ia akan menghabiskan sisa waktunya sebelum ia pindah dengan mendekati Barry. Walaupun ia tahu, tidak akan bisa mendapatkan orang itu.
"Yee.. Kamu mah, udah punya calon masih aja mau nikung," ucap Grizelle.
"Biarin.. Kan bang Barry masih free." balas Nayara meledek Grizelle.
"Bentar lagi juga bakal jadi pacarku," timpal Amelia.
"Baru pacar. Bang Barry itu calon suami aku, ingat itu," balas Grizelle.
"Ah kalian dua ini, baru gitu aja ribut. Kalau gitu bang Barry mau tak jadiin simpananku aja," ucap Nayara.
"Huu... Kita iket dia yok Mel. Terus kita buang di pinggir jalan, siapa tahu ada yang mau pungut." seru Grizelle. Lalu mengambil tali rafia.
"Pegang kakinya Mel," imbuh Grizelle.
"No... Kalian ini! Jangan .. Mel ,El! Ampun deh," seru Nayara saat Amelia memegang kedua kakinya sedangkan Grizelle mulai mengikat Nayara. Nayara tentu saja memberontak.
"Hahhaha... ayo El. Iket Nayara, hahahha.." seru Amelia yang tertawa melihat ekspresi Nayara.
Mereka bertiga terus bercanda, Grizelle dan Amelia berhasil menghibur Nayara. Walau hanya sekedar itu, tapi setidaknya bisa membuat Nayara tertawa dan tidak merasa sendiri ketika Nayara sedang mempunyai masalah.
**
Sesuai kesepakatan pada hari minggu, kalau mereka akan pergi jalan-jalan dengan menggunakan baju pasangan. Grizelle, Nayara, dan juga Amelia saat ini sudah siap.
Mereka bertiga menggunakan jeans hitam dengan baju yang sama. Bedanya hanya penampilan rambut dan sepatu yang mereka pakai.
"Udah siap semua kan?" tanya Nayara. Grizelle dan Amelia mengangguk.
"Ya udah yuk, jemputan kita sedang dalam perjalanan." imbuh Nayara.
"Bang Barry tumben belum nongol ya. Padahal kan sekarang udah jam 08:15. Biasanya setengah 7 udah kedengaran suaranya," ucap Grizelle.
"Iya ya, moodbosterku kenapa nggak muncul-muncul. Aku kan kangen," timpal Amelia.
"Aish.. Kalian berdua ini. Lupakan sejenak perihal cowok, hari ini kita bersenang-senang. Nanti kita bisa gila kalau di pikiran cuma cowok terus," ucap Nayara.
__ADS_1
"Kita! Kamu aja kali kita enggak." seru Grizelle dan Amelia seraya berkompak ria.
"Dasar!" cebik Nayara, lalu pergi duluan dengan tampang kesalnya. Grizelle dan Amelia hanya cekikikan melihat ekspresi Nayara seraya mengikuti Nayara dari belakang.
***
Saat ini mereka bertiga sudah berada di mall. Mereka bertiga sangat antusias untuk menghabiskan waktu weekendnya dengan bermain bersama-sama.
"Oke, kita mulai darimana?" tanya Grizelle.
"Gimana kalau ke Timezone," ucap Amelia.
"Boleh juga. Kalau gitu let's go," balas Nayara.
Setelah mengisi saldo, mereka bertiga bermain dengan riang gembira. Tak ayal, Nayara menjadi korban candaan Grizelle dan juga Amelia. Nayara sendiri merasa sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan kedua sahabatnya itu.
Cukup lama mereka bermain, dan sekarang sudah waktunya makan siang.
Karena terlalu semangat bermain, mereka jadi sangat lapar. Dengan sisa semangat yang ada, mereka bertiga menuju cafe yang berada dalam mall itu.
"Hah.. Capek, laper banget lagi!" ucap Grizelle.
"Iya nih. Cacing dalam perutku udah pada demo," timpal Amelia.
"Idih, cantik-cantik kok cacingan!" seru Grizelle.
"Suek kamu El," balas Amelia.
"Kalian aja sampai segitunya, apalagi aku yang kalian kerjain terus!" cebik Nayara.
"Udah deh, mending kamu yang pesen makanan Nay. Biar nggak manyun terus begitu," kata Grizelle. Nayara langsung mendelik.
"Kok aku sih, nggak mau ah!"
"Mel," ucap Grizelle dan Nayara.
"Hih.. Kalian ngeselin. Ya udah aku yang pesenin. Kalian mau makan apa?" ucap Amelia dengan tampang bete.
"Seperti biasa aja Mel. Kan kamu udah sering mesenin makanan kita dua, jadi udah hafal dong," ucap Nayara seraya menahan tawanya. Melihat tampang Amelia yang sangat lucu itu.
"Berasa babu!" gerutu Amelia lalu pergi memesan makanan. Grizelle dan Nayara langsung tertawa melihat Amelia yang menurut mereka terlihat lucu, jika Amelia sedang kesal. Begitulah kejailan mereka terhadap satu sama lain.
"Nay, aku ke toilet dulu ya," ucap Grizelle.
"Iya El." jawab Nayara.
Grizelle lalu pergi ke toilet yang tak jauh dari cafe tersebut. Namun saat dekat dengan toilet, tak jauh dari sana ia melihat Barry yang seperti sedang menunggu seseorang. Tentu saja Grizelle langsung berhenti.
"Bang Barry kok bisa ada di mall? Terus itu lagi nungguin siapa?" gumam Grizelle seraya memerhatikan Barry. Sedangkan Barry tidak melihat Grizelle.
Tak selang beberapa menit, seorang perempuan cantik yang memakai jilbab merah muda keluar dari toilet. Seraya tersenyum perempuan itu menghampiri Barry dan terlihat Barry juga menanggapi senyuman perempuan itu, Grizelle tahu siapa perempuan itu. Dia adalah Alya.
"Bang Barry sama mbak Alya? Ngapain mereka di sini? Apa mereka sedang ken-can," gumam Grizelle di kalimat terakhirnya ia seperti merasa kecewa.
"El!" seru seseorang lalu menepuk bahu kanan Grizelle. Grizelle langsung berbalik melihat siapa yang menepuknya.
__ADS_1
"Rizky! Ngapain kamu di sini?" ucap Grizelle ke orang itu yang ternyata Rizky. Sambil melirik kearah Barry dan Alya, terlihat kedua orang itu menghampiri Grizelle dan Rizky.
"Eh, kamu di sini juga El? Sama siapa kamu El?" ucap Alya. Sedangkan Barry hanya diam saja sambil melirik ke arah Rizky.
"Temen mbak," jawab Grizelle seadanya sambil melirik ke arah Barry. Hatinya kini sedang kecewa melihat kebersamaan Alya dan Barry.
"Ya udah El, mbak pergi dulu ya. Lagi di tungguin soalnya," ucap Alya.
"Iya mbak," jawab Grizelle. Ia hanya menatap Barry dengan sendu, sedangkan Barry melihat Grizelle tanpa ekspresi apapun.
Barry dan Alya lalu pergi, meninggalkan Grizelle yang sedang terluka melihat kebersamaan mereka berdua.
"El," panggil Rizky. Grizelle hanya menoleh ke arah Rizky lalu pergi meninggalkan Rizky dan kembali ke dalam cafe. Melupakan tujuannya yang ingin ke toilet.
Rizky melihat kepergian Grizelle dengan bingung, mengapa dari ekspresi wajah Grizelle terlihat jika ia sedang sedih.
Grizelle sudah bergabung dengan Nayara dan Amelia, yang sudah kembali dengan makanan yang sudah tersedia di meja.
"Kamu kenapa El?" tanya Nayara melihat Grizelle seperti sedang bersedih.
"Nggak apa-apa kok Nay. Yuk kita makan, perutku udah demo minta di isi." ucap Grizelle seraya tersenyum menutupi kesedihannya.
"Mana, coba liat perutmu?" timpal Amelia.
"Buat apaan?
"Katanya lagi demo, cacing di perutmu pada ngumpul dong kalau sudah demo minta makan," jawab Amelia.
"Gaje kamu Mel," balas Grizelle.
"Apa itu gaje?" tanya Amelia.
"Hedeh Mel gitu aja nggak tahu, gaje itu nggak jelas." jawab Nayara.
"Oh.. Kirain gagal jelasin," ucap Amelia sambil makan.
"Yang ada gagal jadiin bang Barry," sahut Grizelle yang langsung bungkam.
"Maksudnya El?" timpal Nayara.
"Em.. Nggak ada. Yuk ah makan, liat tuh Amel udah makan duluan." ucap Grizelle lalu memakan makanannya. Nayara jadi heran dengan sikap Grizelle yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
'Bang Barry, andaikan kamu tahu sakitnya hatiku melihat kebersamaanmu dengan mbak Alya.' batin Grizelle yang sedang makan.
Di tempat lain Barry terlihat sedang memikirkan sesuatu. Alya yang melihatnya merasa heran.
"Ar, kamu nggak apa-apa? Lagi mikirin apa?" tanya Alya.
"Nggak ada neng Alya. Yuk cepat kan kita lagi di tungguin," jawab Barry. Alya hanya mengangguk.
'Grizelle sama siapa tadi, kenapa terlihat dekat. Apa mungkin pacarnya,' batin Barry.
**
Support dari kalian sangat saya butuhkan. Jadi beri saran dan kritikannya juga yah. Agar saya bisa memperbaiki cerita ini menjadi lebih baik lagi 😊
__ADS_1
Jangan lupa untuk rate, like, serta tinggalkan jejak setelah membaca cerita ini. Ingat juga untuk vote, vote, vote sebanyak-banyaknya.
Terima kasih 😊🤗