
Saat ini Grizelle dan Amelia sedang merapikan bukunya, karena sebentar lagi jam pelajaran terakhir akan berakhir.
Tak lama bel pulang berbunyi, para siswa-siswi berhambur keluar menuju rumahnya masing-masing. Grizelle dan Amelia juga akan pulang, namun saat ingin keluar kelas Rizky dan Gabriel mencegat mereka.
"Minggir, aku mau pulang!" ucap Grizelle. Rizky dan Gabriel masih tak bergeming.
"Tuli atau apa kalian ini!" timpal Amelia.
"Galak amat sih kalian berdua. Tumben cuma berdua. Mana si Nayara?" ucap Gabriel.
"Nggak usah kepo. Cepat minggir, aku mau pulang." jawab Grizelle.
"Aku anterin yuk El," tawar Rizky. Sedangkan Grizelle memutar bola matanya merasa jengah.
"Enggak. Cepat minggir, ih.." balas Grizelle yang sudah mulai kesal.
"Nggak apa-apa kali El, aku aja yang antar yuk. Nanti aku traktir makan lagi." timpal Gabriel.
"Oh.. Ini tentang makanan tadi ya, sori aku lupa. Nih ambil," ucap Grizelle lalu memberi uang kepada Gabriel. Grizelle yang merasa Gabriel tak menerimanya, dengan paksa di kasihnya ke tangan Gabriel.
"Udah kan. Sekarang minggir," imbuhnya.
"Mangga muda rasanya asam, muka kalian itu jauh lebih asem. Jadi awas sebelum aku jadiin kalian rujak!" timpal Amelia.
"Mangga matang rasanya manis, walaupun begitu kami tetap harus narsis. Eaa.. Kecebong gundul bisa apa kamu," balas Gabriel. Amelia yang mendengarnya langsung mendelik dan menginjak kaki Gabriel.
"Auuww.. Amelia! Sakit.. Dasar kunyuk,"
"Apa kamu bilang.."
"Minggir," Grizelle memotong perkataan Amelia dan menubruk Gabriel yang sedang kesakitan. Tentu saja Gabriel langsung terjatuh.
"Adawww... Nasibku gini amat yak," ucap Gabriel sambil mengaduh. Grizelle tak peduli dan terus melanjutkan langkahnya. Di susul oleh Amelia.
Rizky langsung mengejar Grizelle. Sedangkan Rendy yang tadi hanya memerhatikan, geleng-geleng kepala lalu membantu Gabriel.
"Banyak tingkah," cibir Rendy.
"Dasar es batu, es lilin, es Doger semua es cocok deh buatmu. Ekspresi aja kayak tembok," gerutu Gabriel. Sedangkan Rendy hanya memutar matanya merasa jengah, lalu pergi meninggalkan Gabriel.
"Tunggu woi.." seru Gabriel lalu mengejar kedua sahabatnya.
Di halaman sekolah, Rizky masih berusaha mengajak Grizelle untuk pulang bersama. Karena Grazielle merasa jengah ia pun mengerjai Rizky.
"Ayolah aku anterin El,"
"Ya udah, cepat sana kamu ambil mobilmu dulu. Aku sama Amel tunggu di sini," ucap Grizelle. Rizky tentu saja senangnya bukan main. Setelah itu ia pergi untuk mengambil mobilnya.
"Yuk Mel, kita pergi. Cepetan," imbuhnya lalu menarik tangan Amelia, dengan cepat mereka berdua pergi tanpa Rizky sadari.
Rizky kembali dengan mobilnya, tapi ia tak melihat Grizelle maupun Amelia.
"Kok mereka berdua nggak ada," gumamnya.
Rendy dan Gabriel datang menghampiri Rizky yang sedang bingung mencari seseorang.
"Ngapain Ky?" tanya Gabriel.
"Nyari Grizelle sama Amelia. Tadi aku suruh mereka tunggu di sini, tapi kok sekarang ngilang." jawab Rizky seraya melihat ke bawah mobilnya.
"Kamu ngapain nyari di bawah mobil?" tanya Rendy.
__ADS_1
"Siapa tahu mereka ngumpet di bawah mobil." jawab Rizky dengan tampang polosnya. Rendy dan Gabriel bersamaan menepuk jidat masing-masing.
"Saudara oon," ucap Rendy.
"Aku nih kakakmu Ren, asal aja ngatain kakaknya oon," balas Rizky.
"Beda 1 menit, nggak ngaruh buatku." ucap Rendy.
"Hedeh, kalian berdua ini. Dan kamu juga Ky, nggak mungkin Grizelle sama Amelia ngumpet di bawah mobilmu. Pasti mereka berdua udah kabur duluan," kata Gabriel.
"Maksudmu, aku di kerjain gitu." ucap Rizky.
"Iya. Gitu aja nggak ngerti," balas Gabriel.
"Asam. Grizelle! Untung aku sayang," seru Rizky. Gabriel dan Rendy hanya geleng-geleng kepala.
"Udah. Yuk ah cabut," ucap Rendy.
"Aku ikut, tadi nggak bawa mobil." timpal Gabriel dan langsung masuk ke dalam mobil.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan sekolah.
Di persimpangan dekat kontrakan, Grizelle dan Amelia bertemu Barry dan juga Alya sedang jalan beriringan. Tentu hal itu membuat Grizelle maupun Amelia heran.
"Kok kalian bisa jalan bareng," ucap Amelia yang mulai cemburu. Sedangkan Grizelle hanya diam dan menatap dua orang yang di depannya dengan sendu.
"Barry cuma bantuin temannya. Buat nganterin aku dengan selamat, karena Barry yang paling dekat dari sini." jawab Alya.
"Kenapa begitu," ucap Grizelle dengan nada rendahnya.
"I-itu karena, karena.."
"Alya lagi kurang sehat, makanya aku antar. Temanku tadi tiba-tiba ada urusan mendadak." jelas Barry memotong perkataan Alya. Grizelle langsung melengos mendengar penjelasan Barry, lalu dengan cepat berjalan ke kontrakannya. Barry menatap kepergian Grizelle dengan sendu.
"Kamu nggak apa-apa Ar?" tanya Alya. Yang melihat Barry sedih setelah Grizelle pergi.
"Nggak apa-apa kok Al. Ya udah aku pulang dulu," jawab Barry.
"Iya Ar, makasih. Hati-hati ya," balas Alya. Barry lalu pergi.
"Andaikan kamu tahu Ar," gumam Alya seraya melihat ke arah Barry. Lalu ia pergi menuju kontrakannya.
**
Sore hari Nayara baru kembali ke kontrakan. Tentu hal itu membuat Grizelle dan Amelia merasa lega.
"Nay, kamu darimana aja? Di sekolah nggak ada, di telpon nggak di angkat. Kemana aja sih kamu Nay? Kamu masih marah, perihal kejadian tadi pagi?" tanya Amelia beruntun. Grizelle hanya diam seraya menatap tajam ke arah Nayara.
"Hehe, aku cuma dari rumah aja kok. Tadi pagi aku buru-buru dan lupa ngabarin kalian. Maaf ya." jawab Nayara seraya memasang wajah melasnya.
"Ya udah, tapi lain kali bilang Nay. Jangan begitu," ucap Amelia.
"Iya Mel." jawab Nayara. Lalu ia melihat ke arah Grizelle yang masih menatapnya dengan tajam.
"El, kamu marah ya sama aku. Maafin aku ya," ucap Nayara lalu memegang tangan Grizelle.
"Kami sahabat kamu bukan sih, begitu aja kamu langsung pergi tanpa bilang apa-apa. Gimana kalau ada hal serius. Pasti kamu diem aja," ucap Grizelle yang matanya mulai berembun.
"El, maafin aku ya. Aku nggak bermaksud begitu. Please dong El, jangan nangis ya," balas Nayara lalu memeluk Grizelle.
"Tadi pagi aku di telpon ayahku dan di suruh cepat ke rumah. Jadi nggak sempat bilang sama kalian," imbuhnya. Grizelle sudah menangis di pelukan Nayara.
__ADS_1
Padahal alasan sebenarnya ia menangis, karena pertemuannya tadi dengan Barry dan Alya. Ia sangat merasa cemburu dan juga sedih, melihat kepeduliannya Barry pada Alya.
Semakin lama perasaannya pada Barry semakin besar, itulah yang ia rasakan.
"Udah El, cup cup cup jangan nangis lagi ya. Kamu sahabatku yang paling aku sayang begitu juga Amel. Hadirnya kalian membuat hidupku lebih berwarna, kalian itu sangat berarti buatku." ucap Nayara seraya menenangkan Grizelle. Setelah di rasa Grizelle merasa tenang, ia pun melepaskan pelukannya.
"Grizelle kita yang paling galak kok jadi cengang. Nggak banget," ejek Nayara. Grizelle tersenyum mendengar ejekan Nayara.
"Dasar," balas Grizelle seraya menghapus sisa air matanya.
Amelia yang terharu ikut menitikkan air mata, tapi dengan cepat ia hapus.
"Kalian berdua alay banget sih," ejek Amelia.
"Liat ingusmu tu, kemana-mana." balas Grizelle.
"Mana ada,"
"Emang nggak ada," timpal Nayara.
Mereka bertiga pun tertawa. Grizelle masih merasa sesak, tapi melihat kedua sahabatnya membuat dirinya merasa lebih baik.
"Oh iya, aku punya sesuatu nih buat kalian." ucap Nayara. Lalu memberikan kado pada Grizelle dan Amelia.
"Dari siapa Nay?" tanya Grizelle.
"Dari kak Andrew, dia baru pulang dan ngasih suprise ke aku. Aku seneng banget akhirnya bisa ketemu lagi sama kak Andrew." jawab Nayara.
"Wah.. Beneran kak Andrew udah pulang. Asik dah bisa buat di ajak mojok nih," ucap Amelia.
"Huu.. pede amat kamu kalau kak Andrew mau sama kamu," seru Nayara.
"Dih, kan siapa tahu." balas Amelia.
"Liat aja tuh. Bungkus kado siapa yang paling bagus," ucap Nayara.
"Punyaku kok bagus gini ya bungkus kadonya Nay," kata Grizelle. Nayara hanya mengedikkan bahunya. Belum saatnya ia ikut campur dalam urusan percintaan kakaknya.
"Coba buka El, aku mau liat isinya." ucap Amelia. Grizelle lalu membuka kadonya.
Ternyata isinya kalung cantik dengan bandul love, foto Grizelle yang sangat cantik saat ulang tahunnya yang ke 17 tahun, dan boneka beruang berukuran sedang yang di tengahnya terdapat bentuk love serta baju pasangan dengan sahabatnya.
"Cie.. Bagus banget hadiahnya El, ada sesuatu nih." ucap Amelia. Grizelle langsung merona pipinya. Grizelle ingat jika di ulang tahunnya yang ke 17, Andrew menyatakan cintanya lewat video call. Tapi Grizelle menolaknya dengan halus, karena ia belum siap jika harus menerima perasaan Andrew.
"Minggu kita jalan-jalan yuk, sekalian kita pakai baju pasangannya. Udah lama juga kan kita nggak jalan-jalan," ucap Grizelle.
"Boleh tuh," jawab Nayara.
"Oke lah," timpal Amelia.
"Mm.. El, Mel. Aku mau ngomong sesuatu." ucap Nayara.
"Ada apa Nay?" tanya Grizelle.
"Batasku tinggal di sini cuma 2 Minggu lagi," ucap Nayara.
"APA.."
**
Support dari kalian sangat saya butuhkan. Jadi beri saran dan kritikannya juga yah. Agar saya bisa memperbaiki cerita ini menjadi lebih baik lagi 😊
__ADS_1
Jangan lupa untuk rate, like, serta tinggalkan jejak setelah membaca cerita ini. Ingat juga untuk vote, vote, vote sebanyak-banyaknya.
Terima kasih 😊🤗