abdinegara stories

abdinegara stories
BAB 2


__ADS_3

setelah mejalaju selama 30 menit kami pun sampai di kosan ku aku pun turun setelah mobil berhenti "terimakasih nis dan kak Bimo mau gantar aku pulang ke rumah " ujar ku sambil tersenyum nisa dan Bimo pun tersenyum juga "iyah sama sama, itu harus karena kamu kan temanku jadi gak perlu malu " ujar nisa kepadaku, " tidak mau mampir dulu nis "ujar ku kepada nisa " tidak aku buru buru ada acara, dan jangan lupa datang ya "ujar nisa kepad sambil mengedipkan matanya dan aku pun tak maksudnya aku hanya mengantuk dan mereka pun melaju kembali, dan aku pun masuk ke kosan ku.


jam menunjukan pukul tiga sore hari aku sangat suntuk diam di rumah dan aku pun berniat mencari buku untuk menambah wawasan , dan akhirnya aku pun berangkat mengunakan motor scoopy ku dengan laju yang sangat santai setibanya di depan momumen tiba tiba ada razia dan aku pun kaget dan coba untuk mencari surat surat motor ku apakah aku membawa atau tidak, disaat aku meriksa tas ku ternyata benar dugaanku aku lupa membawanya dan aku pun mulai takut aku ingin putar balik namun tidak mungkin karena dibelakang ku banyak kendaraan. " ah sial, niatku baik eh malah apes , ya Allah gini amat hidup dikota ya "ujar ku meringis dan di saat aku asik dengan pikiran ku, aku pun di sapa oleh polri tersebut " selamat siang dek"ujar pak polri tersebut aku pun menoleh detak jantung ku seketika berhenti karena ini kali pertama bagiku akan dotilang dan berhadapan dengan hukum ya walaupun aku suka dengan jurusan kehukuman .


" eh iyh pak, selamat sore Pak,ini udah pukul setengah empat udah sore,kalok siang itu sekitaran jam 10-01 pak "ujarku sedikit menghindar, namun polri itu tidak mengubsir perkataan ku dia langsung menjalankan tuhasnya " siapa namanya "ujar polri tersebut kepadaku sembari membuka bukunya " cindi aprilia pak "ujarku dan polri tersebut pun langsung mencatatkan data ku dan dia pun mulai menanyakan surat kendaraan " ada surat kendaraannya "ujarnya dan aku pun mulai terdiam aku tidak tau mau jawab apa " jangan termenung, saya bicara ada surat STNK dan SIM nya "ujarnya lagi, dan aku pun


tersadar dari menungku dan aku pun menjawab nya " maaf Pak sebelumnya saya tidak ingat lagi saya buru buru mau beli buku buat memperbanyak wawasan saya pak "ujarku dan aku pun berharap jika aku tidak di tilang namun sayangnya polri tersebut langsung menindak lanjutkan tilangku


" baik karena kamu tidak memiliki surat kamu kami beri surat tilang dan silahkan kamu kembali ke tujuanmu dan apbila ada polri atau polisi lain yang memberhentikan kamu silahkan kasih surat tilang ini, dan besok harus datang ke kantor untuk menindak lanjutkan, mengertikan apa yang saya katakan "ujarnya dan aku pun tidak tau harus buat apa, kesal ya sudah jelas diriku kesal, dan ingin marah pun aku tak berani karena memang itu salahku, jika dulu aku sangat keras kepala dan tak mau kalah jika itu sudah jelas salahku dan aku tetap berdebat, namun berbeda dengan sekarang aku lebih banyak mengalah dan sudah tau mana yang salah jadi aku pun tidak sering berdebat lagi seperti dahulu.


dan akupun melanjutkan aktifitas ku pergi ke toko buku dan sesampainya di sana banyak buku yang aku beli sehingga aku kesusahan untuk membawanya , dan saat sesampainya di kasir aku tertumbur dengan seseorang .

__ADS_1


" aaaw, aduh "ujarku sembari mengambil buku buku ku yang terjatuh dilantai dan aku pun menoleh ke ibu ibu yang di samping ku dia juga sedang menghimpun bukunya " buk maaf kan saya ya "ujarku kepada sang ibuk yang tertabrak tadi " ya nak gak papa, ibuk juga gak melihat tadi kita sama sama membawa barang yang banyak "ujar ibuk tadi kami pun membayar kan belajaan kami dan kami pun keluar dari toko buku tersebut bersama sama


sebelum kami menaiki kendaraan masing masing ibuk tadi tiba tiba memangilku


" nak, siapa namu "ujar ibu itu kepadaku dan aku pun menoleh ke sumber suara dan aku pun menjawab " namaku cindi Aprilia buk panggil saja cindi buk, kalok ibuk "ujar ku dan aku pun menggulurkan tanganku tanda perkenalan dan ibu itu pun mengulurkan tangannya dan sembari tersenyum kepadaku " nama ibuk indriana putri kamalia hendrajti panggil ibuk riana "ujar ibu riana dan aku pun mengganguk dan di saat kami sedang berbincang mobil fortun pun menghampiri kami dan kami pun menoleh dan melihat siapa yang akan turun dan ternyata yang turun adalah seorang memakai baju TNI dengan pangkat tertinggi di TNI yaitu Jenderal yang ditandai dengan empat bintang, Letnan Jenderal dengan tiga bintang, Mayor Jenderal dengan dua bintang, dan Brigadir Jenderal dengan satu bintang.


" assalamu'alaikum syang "ujar lelaki itu kepada ibuk riana dan aku pun tau siapa orang tersebut yaitu tak lain suami ibu riana


"𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘰𝘮𝘢𝘯𝘵𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶, 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘪𝘩, 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘴 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘬𝘶, 𝘺𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘮𝘣𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘪𝘣𝘶 𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘢𝘫𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 "𝘶𝘫𝘢𝘳 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘶 sembari tersenyum melihat kedua orang tua tersebut.


" oh Iyah pah, kenalin ini cindi mama ketemu dengannya tadi dia juga yang menemani mamah di sini menunggu papah, cin kenalin ini suami ibuk namanya Adrian hendrajti panggilannya adrian bisa rian bisa "ujar ibu riana .

__ADS_1


" salam kenal pak komandan aku cindi "ujar ku sembari sedikit bercanda sedikit dan ibu riana dan pak Adrian pun tertawa mendegar ku


" iyh salam kenal juga, terimakasih sudah mau menemani istriku ya cin , dan jangan terlalu pormal panggilan nya pangil saja bapak, jangan ada komandannya ya "ujar pak Adrian kepadaku dan aku pun menggunakan kepalaku dan tersenyum.


"kalok begitu pak buk saya permisi dulu ya mau pergi duluan ada keperluan lain juga " ujarku kepada mereka, "ya sudah hati hati ya nak " ujar buk riana kepada dan aku pun tersenyum menggangukan kepala ku dan aku pun menyetar motor ku dan meninggalkan toko buku tersebut.


sedangkan ibu riana dan pak Adrian pun ikut masuk ke mobil di dalam mobil mereka berbincang " pah entah menggapa aku melihat anak itu sangat sangat suka ya, jadi pengen deh punya menantu sepertinya "ujar ibu riana sembari mengingatkan kejadian tadi .


" kita baru kenal dengannya mah jadi kita tidak boleh mengambil kesimpulan dulu, jika sudah lama kenal baru kita tau apakah dia memang baik atau tidak"ujar pak Adrian dengan bijak dan buk riana pun tidak mempermasalahkan apa yang di sampaikan oleh suaminya karena ada benarnya karena riana memang baru ketemu, dan riana pun berharap cindi benar benar yang di sesuaikan harapannya.


...jangan lupa like +vote dan favorit 😍💖...

__ADS_1


__ADS_2