abdinegara stories

abdinegara stories
BAB 5


__ADS_3

" jangan jangan "ujar Vina , pita dan jesica nersamaan mereka bertiga sepemikiran jangan jangan harry dan cindy benar benar di mabuk asmara seperti di novel novel jatuh cinta pandangan pertama .


disaat yang lainnya sibuk dengan gosip kan ku, berbeda dengan ku yang berada di dalam rumah jantungku berdetak kencang dan tak karuan di saat tangannya mencengkram tangan ku aku pun menoleh kebelakang dan menatapnya dia pun tengah menatapku.


" pak kau menyakitiku " ujar ku memecah keheningan diantara kami dan aku pun memegang tangannya untuk melepaskan cengkramannya karena cengkramannya sangat kuat dan sakit.


" oh iyh maaf kan saya" ujarnya sambil melepaskan cengkramannya dan aku pun mengosok gosokkan tanganku yang sakit akibat cengkramannya.


" saya cuman mau bilang kamu bukannya gadis yang saya tilang tadi " ujarnya the poin kepadaku dan aku pun yang awalnya menunduk akhirnya mendogak ke atas dan sambil tersenyum.


"hehhe iyh pak, apa bapak lupa sehingga baru sekarang bapak menanyakan nya " ujar ku sembari mengaruk garukan kepalaku yang tak gatal.


" mungkin saja begitu, aku hampir melupakan nya, dan aku ingin mengigatkannya lagi jangan lupa datang besok, jangan membuat alasan apapun sehingga tidak dapat menghadiri sidang siang hari besok " ujarnya dengan tegas dan tepat.


"siap pak , tapi insyaallah aja ya pak, karena ajal kan tidak ada yang tau siapa tau saya meninggal besok kan gak mungkin ruh saya yang datang kesana, nanti yang ada takut lagi " ujar ku sedikit bercanda dan aku pun mengakhiri dengan tawaan.


" saya tidak mau tau, jika tidak datang siap aja anda dipenjarakan " ujar laki laki tadi dan dia pun meniggalkan ku dan berlalu pergi.


" dasar cowok aneh maen pergi aja , kalok bukann lo aprat udah gw sumpal mulut lo pakek sandal " ujarku ku sembari berjalan mengikutinya untung saja ucapanku tidak terdengar olehnya jika tidak maka mungkin akan menjadi perkara .


aku berjalan ke belakang dengan hati hati karena kakiku yang masih sakit di saat aku hampir sampai mereka mentapku dengan heran aku pun bersikap biasa saja dan menghampiri sahabat sahabatku.


" ini dia yang di cari cari " ujar Vina, pita dan jesica mereka pun melirik ke kakiku yang bengkak dan merah.


" ada apa dengan mu cin, habis dari mana saja kamu, dan ini kenap lagi kakimu siapa yang melakukan ini, apa kamu jatuh tapi kamu pergi kemana " omel nisa kepadaku dan aku pun duduk dan sembari menoleh ke depan dan ternyata polisi menyebalkan itu juga berkumpul disini.

__ADS_1


" Mmm , aku tertabrak , dan kakiku kena batu di depan sana mungkin bukan batu sih ya nis lebih tepatnya pembatas antara luar rumah dan di dalam rumah di samping rumahmu " ujarku kepada mereka dan mereka pun kaget.


" dengan siapa tertabrak " ujar Bimo, jesica, pita, jordan dengan serempak


sedangkan nisa dan yang lainnya melirik kearah polisi tersebut. " katakan kepadaku apa kau yang nabrak temanku bang " ujar nisa kepada pak polisi itu sedangkan yang bersangkutan hanya menganggukkan kepalanya saja.


setelah mengetahui kejadian sebenarnya mereka langsung tertawa dan tersenyum berbeda dengan ku dan pak polisi itu kami hanya diam dan bingung kenapa mereka malah ketawa.


" sebebtar lagi kau akan merasakan nya " ujar Bimo kepada pak polisi itu, sedangkan polisi itu hanya diam dan sesekali melirik ku diam diam dan aku pun diam dan sambil mencerna apa yang dimaksud dengan omongan kekasihnya nisa itu.


disaat malam sudah larut menunjukkan pukul jam setengah satu kami pun pamit untuk pulang kerumah masing masing , dan saat di parkiran aku sangat kesusahan mengeluarkan motorku karena kakiku yang terkilir tadi .


" nak tidak ginap saja, mana mungkin kamu bisa mengendarai motor sendirian ia kalok tidak ada macet atau pun apa di tengah jalan " ujar ibu nisa kepadaku.


"𝘒𝘸𝘸𝘸"


"𝘴𝘒𝘬π˜ͺ𝘡𝘡" ujarku kesakitan dan aku pun langsung membiarkan motor ku jatuh dan segara diriku duduk dan memegang kakiku yang tergeser saat akan membelok tadi semua yang melihat pun datang menghampiri ku dan mereka pun panik.


" cindy " ujar mereka


dan mereka pun membantu ku dan maembawaku ke depan rumah nisa


" sebaiknya kamu ginap saja " ujar Bimo dan dia pun duduk dekat sang calon ibu mertuanya.


" tapi aku pengen pulang, karena ada tugas ku yang belom aku selesaikan , aku harus menyelesaikannya " ujarku sambil meringis kesakitan karena nisa kembali memberikan minyak urut dan dia pun mengurutku

__ADS_1


" baiklah jika bersikeras untuk pulang, Harry bisa kan mengantarkan teman nisa bentar nak " ujar ibu nisa kepada harry yaitu polisi yang tadi siang aku temukan.


" tapi aunty, harry tidak memakai mobil harry menggunakan motor harry, mana mungkin dia bisa menaiki motor harry dengan keadaan kakinya begitu " ujarnya sembari menunjukkan motor yang terpakir di depan rumah.


" gini saja kita ambil jalan potongnya, bagaimana jika kamu membawa mobilku dan mengantarkan cindy pulang, dan aku akan membawakan motormu, dan besok saat mau berangkat kerja aku datang ke rumah mu mengantarkan motormu sambil mengambil mobilku, bagaimana setuju tidak " ujar Bimo kepadanya dan sambil tersenyum dan menepuk pundaknya seperti ada yang di rencakannya .


" ya sudahlah " ujar harry dan nisa pun menyelesaikan urutannya dan setelah itu kami pun berpamitan untuk pulang setelah berpamitan aku pun masuk ke mobil dengan harry dan kami pun melaju dengan kecepatan rendah, selama didalam perjalanan tidak ada sepatah katapun yang kami ucapkan kami hanya diam , harry ternyata sesekali melirikku diam dan aku pun hanya diam karena aku juga melakukan hal yang sama setelah menempuh jalan selama tiga puluh menit kami sampai di gang dan dia pun angkat bicara.


" lanjut saja atau belok " ujarnya kepadaku namun pandangannya tertuju kedepan dan sangat fokus.


" belok " jawabku sesingkat mungkin dan setelah itu mobil pun berbelok dan selah berbelok tak lama mobil pun hampir sampai di kosan ku dan aku pun menghentikan mobil. " sudah pak disini kosku " ujarku sambil menunjuk rumah berwarna grey yang tempat di hadapan kami dan mobil pun berhenti.


" terimakasih pak sudah mengantarkanku sampai rumah dengan selamat " ujar ku sembari membuka sabuk pengaman nya.


" sama sama, dan jangan pangil saya bapak, pak, jangan terlalu formal, pangilan itu hanya diperlukan di saat saya sedang bertugas, nama saya harry bisa panggil saya harry saja " ujarnya kepadaku .


" tidak bisa begitu donk pak masa saya manggil dengan nama kan gak sopan, ah begini saja saya panggil kak harry saja bagaimana " ujarku memberi negisasi kepadanya.


" tidak terlalu buruk " ujarnya kepadaku.


" baiklah kak harry terimakasih sekali lagi " ujarku lagi dan tersenyum dan aku pun membuka pintu mobil dan keluar dan di saat aku masuk ke dalam pagar kosan mobil pun berjalan meniggalkan kosan ku.


" kenapa aku mengigatkan senyumannya terus sih, ku akui senyumannya begitu manis di tambah ada kumis tipis di bibirnya, ahh resek kenapa memikirkannya terus " batin harry dan sambil tersenyum.


...kalok kurang memuaskan dan author minta maaf jika ada kesalahan kata atau tutur kata πŸ˜ƒπŸ™ , jangan lupa like + vote + favorit...

__ADS_1


__ADS_2