abdinegara stories

abdinegara stories
BAB 6


__ADS_3

" kenapa aku mengigatkan senyumannya terus sih, ku akui senyumannya begitu manis di tambah ada kumis tipis di bibirnya, ahh resek kenapa memikirkannya terus " batin harry dan sambil tersenyum.


setelah masuk ke kosan aku pun langsung mengantikan pakaian ku dan menggunakan baju tidur setelah itu aku pun naik ke atas ranjang yang tak terlalu besar hanya cukup untukku dan yang aku tiduri bukan berbahan spring Bed melaikan Kate dari kayu dan hanya kasur tipis walaupun begitu aku sudah bersyukur karena aku datang ke sini untuk belajar dan ingin sukses bukan untuk bergengsi.


malampun berlalu , aku pun terbangun oleh suara alaram yang aku buat dan segera aku bangun dan mematikan alaramnya. " masih jam lima berarti masih bisa santay tidak terburu buru lagi " uajrku dan aku pun mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi yang berada di sebelah kamarku.


setelah lima belas menit kemudian aku pun selesai dan melanjutkan aktifitas lainnya dan kini jam pun menunjukkan pukul enam pagi dan aku pun segera memanaskan motorku dan setelah memanaskan motor ku aku pun berangkat ke kampus.


sesampainya di kampus aku langsung masuk ke perpustakaan dan segera aku mencari buku untuk sedikit mengasahkan pikiran ku agar nanti tidak terlalu membosankan di saat dalam pelajaran dan tak lama pun datanglah gio teman sekelasku juga dan dia pun tampa basa basi langsung duduk ke sebelah ku aku mengetahui kedatangannya namun aku diam saja dan tetap fokus pada kegiatanku.


" assalamu'alaikum " ujarnya kepadaku dan sembari menganguku dangan mengambil buku yang sedang aku bacakan sonta membuatku kesal dan ingin menonjoknya.


" kembalikan tidak " ujar ku tampa mengucapkan salamnya aku langsung merebutkan buku yang sedang dia pegang


" jawab dulu kek salam orang " ujarnya sambil memberikan bukunya kepadaku dan aku pun segera mengambilnya


" waalaikumsalam, makanya jika datang untuk menganguku maka jauh jauh sana " ujarku kepadanya dan aku pun kembali membaca buku.


" iyh maaf , maaf aku datang ke sini mau menanyakan sesuatu kepadamu " ujarnya serius kepadaku dan aku pun segera menoleh kearahnya dan menatapnya dengan tatapan serius.


" ada apa katakanlah " ujarku kepadanya karena aku tidak terlalu mengubsir perkataanya sebab gio adalah sosok seorang yang sering bergurau dan pembohong semua orang pun mengetahuinya

__ADS_1


" begini , disaat kau menatapku semuanya hilang aku tidak tau apa yang mau aku katakan semuanya jadi hilang karena matamu yang sangat indah " ujarnya dan aku pun mendengar itu langsung mengalihkan pandanganku dan segera meniggalkannya


" permisi " ujarku kepadanya dan segera mengembalikan buku yang aku ambil ke perpustakaan dan segera meniggalkan perpustakaan dan saat aku berjalan aku pun melihat zion orang yang sangat aku kagumi sedang berpelukan dengan seorang gadis dan gadis itu beda lagi bukan yang aku lihat di parkiran pada saat itu melaikan ziya anak fakultas manajemen dan aku pun mendengar ziya mengucapkan kata kata cinta di saat mereka berpelukan dan saat disana lah aku mengerti ternyata orang yang selama ini aku kagumi adalah seorang lelaki bejat dan aku pun bersyukur karena Allah telah membuka mataku untuk melihat siapa dirinya sebenarnya dan kini aku pun tak ingin mengaguminya lagi sebelum terlambat.


" ya Allah untung kau cepat cepat memberi tahu siapa dirinya, sungguh diluar dugaanku " ujarku sendiri dan meninggalkan mereka yang asik bermesraan dan aku pun masuk ke kelas dan aku pun sedari tadi mencari keberadaan temanku namun tidak terlihat dan saat di kelas nisa pun tak terlihat


"ada dimana mereka " ujarku dan langsung duduk dan tak lupa aku pun mengambil buku didalam tasku dan membacanya, namun aku pun masih memikirkan temanku dan akhirnya aku pun menghubungi mereka.


setelah aku mengeluarkan handphoneku aku pun segera membuka aplikasi pesan yitu WhatsApp dan aku pun mengetik pesan digrup.


📩 cindy : " assalamu'alaikum, selamat pagi , kalian ada dimana kok aku gak lihat dari tadi dan @nisa kamu juga gak ada dikelas" . dan taklamapun pesanpun dibalas oleh pita.


" assalamu'alaikum " ujar nisa, aku pun kaget langsung menoleh ke sumber suara dan aku pun mengeserkan bangku ku kesebelah dan sebelahnya untuk nisa.


" tumben lama banget datangnya " ujar ku sambil cemberut dan itu membuat nisa ketawa dan mengucapkan


" hahahhah, ada apa sih kayaknya moodnya lagi kurang baik " ujar nisa sambil menatapku serta tersenyum dan aku pun hanya mencabikan bibirku ke depan.


" huh, sunguh melelahkan rasanya aku ingin pengen cepat cepat pindah ke planet Neptunus kalok bisa , mana lagi nanti harus sidang " ujarku sambil mengusap muka ku dengan kasar .


" aku mencium aroma yang lagi galau ni " ujar nisa kepadaku sambil ketawa dan aku pun hanya menatapnya dengan malas.

__ADS_1


jam pertama pun dimulai kami pun mengikutinya dengan seksama dan tak terasa sekarang sudah jam terakhir, namun kami masih di musolah melaksanakan kewajiban.


aku , nisa dan vina pun melangkah keluar dari mushola tersebut kami pun melihat anak anak lagi berkumpul


" ada apa mereka berkumpul " ujar Vina yang melihat mereka berlari ke papan pengumuman


" sepertinya ada pengumuman , yuk lihat " ujar nisa dan kami pun bergegas berangkat ke tempat pengumuman itu .


dan saat sesampainya disana kami melihat pengumuman disana dan ternyata itu ada hasil pemilihan BEM dan aku pun melihat ada foto dan namaku dan di sana aku dipilih menjadi wakil BEM, dan aku pun yang melihat itu ketika senyumku terukir karena harapan ku tercapai dan aku pun menoleh ke foto yang di samping ku dan terlihat foto seseorang yang membuat ku mendadak jijik dan bertulis nama mico marvellio yang menjadi ketua BEM.


𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴 𝘪𝘯𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘶𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘫𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘦𝘯𝘨𝘴𝘦𝘬, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘳𝘶𝘴𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘨𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨 𝘴𝘪𝘩 𝘪𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘬 . 𝘶𝘫𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯𝘬𝘶


" wah kamu terpilih cin " ujar nisa dan vina bersamaan dan mereka pun memelukku aku yang awalnya diam seribu kata namun tersenyum di buat kaget oleh temanku yang memelukku tiba tiba dan aku pun membalas pelukannya .


" terimakasih , aku juga berterimakasih pada kalian yang sudah berusaha membantuku sehingga aku berhasil sekarang " ujarku dan tak terasa butiran bening tumpah di pipiku .


" aduh kok cengeng banget sih ibuk wakil kita nih " ujar jesica yang datang dari sebelah jesica tidak bersama kami menjalankan sholat karena dia beda agama kami berlima bersahabatan beda agama, suku dan ras. jesica beragama Kristen dan pita beragama Hindu sedangkan aku , nisa dan vina beragama Islam walaupun berbeda begitu namun kami tetap satu.


disaat jesica datang kami pun berpelukan lagi dan tampa mengeluarkan bicara apapun kecuali senyum dan rasa bahagia.


...kalok kurang memuaskan dan author minta maaf jika ada kesalahan kata atau tutur kata 😃🙏 , jangan lupa like + vote + favorit ...

__ADS_1


__ADS_2