Advant Ipho

Advant Ipho
Advant Ipho (1)


__ADS_3

Namaku Advant Ipho, sekarang aku berumur 18 tahun. Aku bekerja menjadi seorang pedagang kecil-kecilan di dekat kontrakanku. Sudah satu tahun, aku bergelut di bidang ini, saat aku baru pertama kalinya keluar dari hutan, aku langsung pergi ke kota, mencari beberapa pekerjaan kecil, dan hidup seadanya seperti seorang gelandangan. Akhirnya setelah berusaha, aku berhasil mendapatkan cukup uang untuk menyewa sebuah kontrakan dan memiliki sebuah usaha dagang kecil-kecilan.


Bukan tidak mungkin aku langsung menjadi seorang Bos saat baru keluar dari hutan, menghajar geng-geng jalanan, dan menjadikan mereka semua bawahanku lalu merampok kesana kemari, dengan kemampuan beladiriku, itu semua sangat mungkin, atau, aku langsung masuk ke sebuah perusahaan besar, dengan gaji milyaran, dengan semua ilmu dan kemampuanku, itu sangat mungkin. Tapi, aku memilih jalan ini, menjadi kuli, tidur seperti gelandangan, dan sekarang berjualan dan mempunyai sebuah kontrakan di daerah kumuh. Itu semua kulakukan karena aku belum paham betul, bagaimana manusia-manusia di kota ini. Jadi aku mempelajari mereka, sangat mudah memperhatikan seseorang saat kamu bukan siapa-siapa.


Aku tidak bersekolah, karena ya, aku yang tidak memiliki identitas apapun, dan satupun keluarga, pasti akan sulit untuk masuk dalam sebuah lembaga pembelajaran. Seharusnya di umurku yang kedelapan belas ini, aku sudah kelas 3 SMA.


Saat aku sedang memikirkan masa laluku, tiba-tiba puluhan petugas pendisiplin berbondong-bondong memasuki daerah perdagangan Bitar, mereka membawa semacam pentungan hitam ditanganya.


'Ah ini pasti pendisplinan'ujarku dalam hati.


Ini dilakukan setiap satu tahun sekali, setiap akhir bulan. Pendispilan ini berfungsi untuk mencegah para pedagang menjual arak melebihi jumlah yang telah ditetapkan, perdagangan narkoba, dan kejahatan yang lainnya.


Ada tiga tingkatan ketentaraan :




Rk 1




Rk 2




Rk 3




Rk 1 atau Reksa 1 adalah tingkatan untuk seorang tentara negara.


Rk 1 pun ada beberapa tingkatan :




Rk 1 v1




Rk 1 v2




Rk 1 v3




...Rk 1 v25




Rk yang nilai v-nya paling besar, maka dia memiliki jabatan paling tinggi.


Kemudian Rk 2 atau Reksa 2 adalah tingkatan untuk seorang pasukan keamanan. Untuk Rk 2 hanya ada tiga tingkatan saja.




Rk 2 -v(nama)

__ADS_1




Rk 2 v (nama)




Rk 2 v-(nama)




Terakhir Rk 3 atau Reksa 3 adalah tingkatan untuk seorang pasukan pendisiplin. Untuk ketua diberi gelar Rk 3 v sedangkan untuk yang lainnya hanya Rk 3 saja.


Hari ini, secara langsung, Rk 3 v Mongol Norla memimpin pasukan pendisiplin.


"Cek setiap kedai dan toko dengan teliti, jangan sampai ada yang terlewat!"


"Siap!!!"


Mereka langsung menyebar ke tiap sudut daerah perdagangan Bitar.


"Hei nak!"


"Ah iya Rk 3 v Mongol"sahutku cepat, tidak tergesa-gesa, tidak gugup, ataupun gemetar.


Ia pun duduk di sebuah bangku di depan kios ku.


"Hmm, kudengar kamu benar-benar tinggal sendirian di kota ini?"


Aku mengangguk "Iya itu betul Rk 3 v Mongol"


"Panggil saja aku Pak"


Aku mengangguk lagi.


"Apa yang kamu jual itu?"


"Mengapa kamu menjual ikan Sanden, bukankah sangat sulit untuk mendapatkannya?"


"Yah mau bagaimana lagi pak, selain jarang sekali yang menjual ikan ini karena sulit didapat, ikan ini juga sangat bernutrisi dan baik untuk pertumbuhan tulang dan daya imun"


"Hahahaha bagus nak, kamu tidak asal menjual makanan saja, tapi ngomong-ngomong, apa kamu sudah mempunyai pacar?"


Aku sedikit terkejut.


"Saya belum sempat memikirkan hal itu, saya akan fokus menata kehidupan saya terlebih dahulu"


"Ya, itu bagus, kamu sepertinya berbeda dengan anak muda yang lainnya?"


"Maksud bapak?"


"Senin, 12 Februari, pukul 00.12 kamu menyelamatkan seorang ******* dari perampokan"


'Ternyata bapak ini yang melihatku saat itu?'


"Mengapa kamu menolongnya tetapi tidak mengambil keuntungan darinya?"


Aku tersenyum.


"Pertama, saya menyukai perempuan, dan kedua, saya benci *******"


Mongol terdiam.


"Pak, kami sudah selesai melakukan pendisiplinan!"


"Laporkan situasi!"


"Aman terkendali!"


"Baik, kembali ketempat!"


"Kembali ketempat!"

__ADS_1


"Hei nak, apakah kamu bisa menjemput anakku besok?"


"Menjemput?"


"Ya, pukul 16.45 Varsaty Academy"


Mongol pun langsung beranjak pergi seakan aku memang harus melakukan apa yang diperintahkannya.


"Hah, bukannya aku tidak mau, 12 tahun aku tinggal di hutan, belum pernah sekalipun aku bertemu seorang perempuan, saat menolong wanita waktu itu pun aku langsung kabur, karena canggung"


Aku pun melanjutkan kegiatanku.


.....


"Apakah aku harus membawa sesuatu?, sepertinya tidak usah. Aku sudah terlihat baik kan?"


Aku meminjam pakaian yang lumayan bagus dari tetangga, ini bukan pakaian formal atau sejenisnya, hanya jeans dengan baju panjang berbahan halus dan baik dalam menyerap keringat. Aku tidak terbiasa menyisir rambutku, jadi aku hanya merapihkannya sedikit dengan tanganku. Entahlah, namun menurut beberapa tetangga, meskipun aku sering berpenampilan seadanya dan terkadang sedikit kumuh, mereka selalu memujiku tampan dan gagah.


Aku pun bergegas pergi karena waktu di arlojiku sudah menunjukkan pukul 16.01. Aku mendapatkan arloji ini dari seorang janda di sebelah kost-an ku.


"Sepertinya aku akan berjalan kaki saja"


Jarak Varsaty Academy dari kost-an ku sekitar 1,2 km cukup bagiku ditempuh dalam 10 menit.


16.13, aku sudah sampai di Varsaty Academy.


"Memang Academy untuk kaum elite, besar sekali"


"Hei nak, sedang apa kau?"tegur seorang satpam.


"Ah iya"


Aku menjabat tangan satpam itu.


"Saya sedang menunggu seseorang"


"Siapa?"


"Hmmm, Cieryl Morla"


"Cieryl Morla?!"


"Iya, dia bersekolah disini kan pak?"


"Memang betul, tapi saya ingatkan nak, saya tahu kamu anak yang baik. Tapi sepertinya kamu harus menyerah"


"Menyerah, menyerah untuk apa?"


"Bukankah kamu sedang mengincar Nona Cieryl untuk dijadikan pacar?"


'Pacar?'


"Aha bukan pak, bukan, saya hanya mendapatkan perintah untuk menjemputnya"


"Menjemputnya, bukankah dia selalu dijemput oleh ayahnya?"


"Hmm saya tidak tahu pak, tetapi kemarin Rk 3 v Mongol, memerintahkan saya untuk menjemput anaknya disini"


"Kamu kenal Rk 3 v Mongol, apakah kamu bawahannya?"


Aku menggeleng.


"Bukan, saya baru bertemu dengannya kemarin"


Bel sekolah pun berbunyi.


"Baru pukul 16.30, apakah memang seperti ini biasanya pak, bukankah seharusnya pukul 16.45?"


"Tidak, ini tidak seperti biasanya, Varsaty Academy adalah Academy yang sangat ketat mengenai waktu"


Aku terheran.


Ratusan murid mulai berbondong-bondong keluar.


'Aku tidak mengerti, kenapa bapak itu memerintahkanku semua ini, tanpa identitas yang jelas'


Aku menghela nafas panjang.

__ADS_1


.....


__ADS_2