Advant Ipho

Advant Ipho
Advant Ipho (5)


__ADS_3

"Cih, lagi-lagi pencitraan"


"Tidak peduli berapa kalipun saya menyelamatkan nyawa Nona Lisa, bukankah yang terpenting Nona Nika masih bisa memanggilnya kakak tanpa dibumbui rasa sedih?"


"Nika, yang dibilang Tuan Advant benar, sekarang minta maaflah"ucap si wanita lemah lembut.


"Tidak mau mamah"


"Bukankah ini sudah melewati waktu sarapan?"potongku.


"Ah iya, maaf atas kelalaian kami Tuan Advant, pelayan, bawa semua makananya kesini"


Beberapa makanan lezat dan elegan tersaji di meja, karena aku sudah sarapan, aku hanya mengambil satu menu sayuran dan satu menu karbohidrat.


Setelah makan.


"Terimakasih atas hidangannya"


"Kamu pikir hanya dengan berterima kasih saja sudah cukup?"


"Cukup, pelayan, bawa Nika ke kamarnya!"


"Uh, ayah sungguh menyebalkan, kenapa terus membela anjing kampung ini?"


Nika pun berdiri dengan kasar, lalu pergi.


"Tuan Advant, sekali lagi kami minta maaf atas kelakuan Nika"


"Iya"


"Kalau begitu langsung saja, tuan Advant sudah tahu bukan, kenapa kami mengundang tuan kesini?"


Aku mengangguk.


"Kami mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya karena sudah menyelamatkan Lisa. Saya sudah mendengarnya kemarin dari Lisa dan Halo, tapi saya ingin mendengar lebih jelas dari tuan"


"Semua yang dikatakan Halo dan Nona Lisa saya yakin sudah sangat jelas"


"Tuan Advant, saya ingin bertanya?"akhirnya Lisa pun berbicara.


"Pertama, kenapa tiba-tiba bisa ada truk sebesar itu ingin menabrak saya, bukankah mereka sudah memiliki penembak jitu?"


"Mudah saja, saat truk menabrak mobil, si penembak jitu menembak tangki bensin, membersihkan barang bukti, seolah-olah seperti kecelakaan biasa"


'Apa, sesimpel itu?'batin Lisa.


"Apakah tuan yakin?"


"Tidak perlu dibahas lagi, bukankah semuanya sudah berlalu?"


"Baiklah, kalau begitu, tapi saya yakin penembak jitu sudah menembak. Tidak mungkin dia seorang penembak jitu amatiran?"


"Saya sudah menghalangi pelurunya dengan kaki saya"


"Apa, dengan kaki!?"Lisa terkejut.


"Tapi saya lihat anda baik-baik saja"heran pria maskulin.


"Kebetulan saya adalah penjual ikan Sanden, ikan Sanden mengandung vit D yang bagus untuk pertumbuhan tulang"


"Omong kosong, sebanyak apapun tuan memakan ikan Sanden, tidak mungkin bisa menahan sebuah peluru sniper, baiklah jika tuan tidak ingin memberi tahunya"


"Satu pertanyaan lagi"ucap Lisa cepat.


"Tangan tuan, tangan tuan bagaimana?"


"Hmm saya memiliki beberapa retakan, akan sembuh dalam dua hari"


"Tuan, apa anda yakin baik-baik saja, dari apa yang di ceritakan oleh putri saya, anda menahan sebuah truk besar hanya dengan tangan kiri anda, lalu menahan sebuah peluru dengan kaki anda, ini semua benar-benar diluar nalar"


"Ya, memang tidak semua masalah yang ada di dunia ini dapat dimengerti, mungkin ada beberapa masalah yang seharusnya tidak kalian mengerti"


"Ah baik tuan, kalau begitu atas jasa tuan yang begitu besar, kami ingin memberi imbalan, apa yang tuan inginkan?"


"Jika tidak salah, anak tuan adalah seorang CEO A Tech Company ya?"


"Betul"


"Hmm berarti memiliki kekayaan yang sangat melimpah?"


"Betul, berapa yang tuan inginkan?, saya akan segera menyiapkannya"

__ADS_1


"Nona Lisa Mone juga saya lihat sangat cantik"


"Hmmm iya tuan, apakah tuan bermaksud ingin menjadi pacar anak saya?"


Tiba-tiba saja meja digebrak.


"Cukup, kamu begitu sombong, sudah untung diberi imbalan, malah ingin meminta lebih. Kamu sama seperti pria lain yang mendekati Lisa, hanya karena ia cantik dan kaya"


"Adam, pergi, jika tidak bisa sopan, sebaiknya pergi saja"


Dia pergi dengan wajah sangat gelap.


"Kesalahan saya, karena tidak mendidik mereka dengan benar, maafkan saya tuan"


"Hah, kalau begitu saya mohon pamit"


"Tunggu tuan, tuan belum menyebutkan keinginan tuan"


Aku berdiri dari kursiku lalu melihat kearah Lisa.


"Keinginan saya, semoga Nona Lisa bisa berpakaian lebih tertutup dan lebih bisa menjaga diri, yang anak paman katakan tadi benar, akan banyak lelaki yang mendekati Nona Lisa Mone, karena dia cantik dan kaya"


Semuanya terkejut dengan perkataanku.


"Apakah itu saja?"


"Yah, itu saja, terimakasih atas hidangannya, saya pamit"


"Tunggu sebentar tuan, ini kartu nama saya, jika tuan butuh sesuatu, hubungi saya saja"


"Terimakasih"


Aku pun pergi.


.....


Ketika keluarga Mone kembali duduk.


"Haih, benar-benar pria yang sangat mengejutkan. Halo, sudah kamu laksanakan apa yang kuminta?"


"Ini tuan berkasnya"


"Apa!?, hanya segini, apakah tidak ada yang lain?"


"Apa!?, dia baru berumur 18 tahun?"


"Iya tuan, inilah yang membuat saya terkejut, memang betul wajahnya terlihat sangat muda, namun tubuhnya benar-benar sudah matang"


"Benar-benar mengejutkan, jadi bagaimana Lisa, apakah kamu tertarik dengan pria yang lebih muda?"


"Apa, ayah itu-"


"Hahahaha, kamu tahu, ia lelaki pertama yang menasehati cara kamu berpakaian, ia sama seperti ibumu"


"Iya sayang, sepertinya ia berbeda dengan lelaki lain yang mendekatimu, ia sungguh sangat peduli padamu"


"Ibu juga sama, ah"


Mereka berdua tertawa gembira


'Tuan Advant benar-benar hebat, bisa menciptakan suasana yang harmonis antara ketiga orang yang jarang bertemu ini'


"Kalau begitu, bagaimana jika kamu membawanya sebagai pendamping, saat pesta ulang tahun Frans?, besok undang dia ke kantormu untuk membicarakan hal ini"


"Ayah, apa itu tidak berlebihan?, kita baru bertemu beberapa kali"


"Nak, jangan sia-siakan pria seperti dia, ayah rasa dia akan sangat membantu keluarga kita"


Lisa diam, mencoba untuk berpikir keras.


...


08.55


"Ikan Sanden biasanya aktif saat malam hari, aku akan coba mencarinya untuk dijual hari ini"


Saat aku pergi ketempat biasa, tempatku menyewa perahu, si penyewa tampak ketakutan, ia buru-buru menutup kiosnya kemudian pergi.


"Haih, bagaimana caraku mencari ikan Sanden lagi, disekitar sini tempat penyewaan perahu hanya itu. Aku sepertinya harus mencari pekerjaan lain, ia sepertinya tidak mau aku menyewakan perahunya lagi"


"Kalau begitu, sepertinya aku harus mulai mencari pekerjaan lain?"

__ADS_1


Saat aku akan beranjak pulang, tiba-tiba mobil hitam yang aku kenal menghampiriku.


"Tuan advant"


"Oh Nona Lisa Mone"


"Bisakah ikut dengan saya?"


"Hmm baik"


"Nona pergi sendiri?"


Mobil melaju.


"Iya, kan ada kamu, aku ingin kita lebih akrab, meskipun kita tidak seumuran, namun aku tidak masalah jika kamu memanggil namaku tanpa nona"


"Baik"


"Apakah kamu sibuk hari ini?"


"Hari ini aku berniat mencari pekerjaan baru"


"Baru, kenapa dengan yang lama?"


"Ada beberapa masalah"


"Kebetulan aku sedang mencari tenaga kerja, setelah kamu menemaniku, kita akan pergi ke kantorku, kamu mau?"


"Iya baik, terimakasih"


Kami pun tiba di sebuah tempat perbelanjaan.


"Kamu mau membeli sesuatu?"


"Iya, aku akan membeli gaun pesta"


"Gaun pesta?"


"Iya"


"Untuk acara apa?"


"Lusa, anak CEO Frans Co. ulang tahun"


"Mahasiswa Varsaty Academy?"


"Iya, bagaimana kamu bisa tahu, kamu kenal dia, atau kamu seorang mahasiswa disana juga?"


"Ah tidak, dia hanya bocah manja dan sombong"


"Terdengar lucu saat kamu menyebut dia bocah, dia kan lebih tua darimu, lupakan, ayo kita pergi"


"Tunggu?"


Aku menahan lengan Lisa agar dia tidak keluar.


"Vant?"


"Maaf"


"Kenapa?"


"Kenapa kamu harus repot-repot membelinya sendiri, bukankah seorang CEO sepertimu seharusnya mempunyai asisten pribadi?"


"Oh jadi kamu sudah tahu ya?"


"Tahu apa, jangan berburuk sangka dulu, kalau hanya gaun, aku bisa buatkan"


"Apa!?, kamu, bisa membuat gaun, aku tahu kamu hebat Vant, meskipun kamu bisa merancang sebuah gaun dan itu terlihat bagus olehku dan olehmu, belum tentu oleh orang lain, aku harus menjaga citraku Vant"


"Ayo kita bertaruh, aku akan merancang sebuah gaun, kemudian kamu akan mencari seorang desainer ternama untuk mengeceknya, jika itu buruk, kamu boleh meminta apapun padaku"


"Jika itu baik?"


"Kamu boleh memakainya"


"Tidak ada denda?"


"Kamu mau?"


"Tidak, kalau begitu kita sepakat, lalu, kapan kamu mulai?"

__ADS_1


"Saat tiba dikantormu"


.....


__ADS_2