Advant Ipho

Advant Ipho
Advant Ipho (4)


__ADS_3

"Jangan banyak bicara, cepat serahkan saja ikan Sanden itu"


"Oh, begitu ya, mau berapa?"


"Kau ini terlalu banyak bicara, semuanya, cepat berikan!!!"


"Ah, abang ini jangan sering marah, tidak baik untuk kesehatan, sebaiknya perbanyak senyum"


"Sialan kamu, ********, habisi dia!!!"


Dia memerintahkan kedua temannya untuk menyerangku. Kemudian BOOM.


Dari belakang mereka, muncul seorang lelaki berpakaian jas hitam rapih, ia memiliki rambut pendek putih, kulit pucat, serta mata yang sipit.


"Siapa kamu?"


"Perkenalkan, nama saya Halo, ketua pengawal 2 Nona Lisa Mone"


"A-apa, ketua pengawal 2 Nona Lisa Mone?"


Sepertinya mereka ketakutan, dan langsung kabur dengan cepat.


"Ah tuan, terimakasih sudah membantu saya"


"Tidak usah sungkan begitu, saya hanya kebetulan lewat"


"Siapa nama tuan?"


"Perkenalkan nama saya Advant Ipho"


"Tuan berasal darimana?"


"Ah saya tinggal di daerah perdagangan Bitar"


"Tuan berdagang ikan Sanden disana?"


"Iya"


"Tuan sangat hebat, padahal ikan Sanden adalah ikan yang sangat sulit untuk ditaklukkan, apalagi bisa mendapatkan sebanyak ini..."


"1 ton"


"Iya, 1 ton, benar-benar diluar akal"


"Saya sudah terbiasa"


"Kalau begitu biar saya antar tuan"


"Tidak apa-apa, saya bisa melakukannya sendiri, bukannya Tuan juga harus mengantar Nona Lisa Mone, sepertinya dia sudah kesal"


"Baiklah kalau begitu, jika ada kesempatan, saya akan berkunjung ke tempat mu"


"Silahkan dengan senang hati"


"Saya pamit"


Ia mengangguk, begitu pula aku. Namun...


"Tuan Halo"


"Panggil saja saya Halo, ada apa?"


"Bisakah tuan meminta Nona Lisa Mone untuk kesini, saya punya sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan"


"Sesuatu yang sangat penting, saya pengawalnya, bisa saya sampaikan"


"Saya mohon"


Sepertinya Halo sedikit curiga, terlihat dari tatapannya, ia kemudian membuang nafas.


"Baiklah, tunggu sebentar"

__ADS_1


Melalui alat komunikasi yang dipasang ditelinganya, ia berbicara dengan Lisa.


"Maaf tuan, Nona Lisa Mone menolak, tuan bisa sampaikan kepada saya saja"


"Hmmm tidak bisa ya, kalau begitu-"


Aku menaruh ikan Sandenku, kemudian berlari dengan kecepatan tinggi menuju mobil Lisa Mone. Halo terkejut dan langsung mengejarku.


Lisa Mone, ia adalah Ceo dari Perusahaan teknologi paling besar di dunia, yaitu A Tech Company. Ia cantik, mempunyai tubuh ideal, impian hampir semua wanita, ia juga dijuluki sebagai wanita terpintar di dunia. Sekarang, wajahnya tampak sangat terkejut, ia tidak takut ataupun gentar, maupun gemetar, seperti sudah terbiasa menghadapi bahaya. Namun, raut wajahnya benar-benar menunjukkan keterkejutan yang sangat. Ia melihat sebuah truk besar dan panjang yang hampir saja menabraknya hancur, karena berhasil ditahan oleh lengan kiri ku. Begitu juga Halo, ia tertegun sejenak, kemudian langsung menghampiri kami.


"Nona, apakah Nona baik-baik saja?"


"Ah iya, aku baik-baik saja"


"Tuan Advant, bagaimana keadaan anda!?"


"Tidak usah pikiran aku, cepat bawa Lisa pulang, Lisa, tolong berikan pisaumu"


Tanpa pikir panjang Lisa langsung memberikan pisau yang ia bawa kepadaku. Aku pun langsung melemparkannya kearah hutan di atas tebing berlawanan dengan arah truk ini datang.


"Halo, pastikan kamu membawa Lisa dengan selamat, cepat!"


"Tapi-"


"Kamu seorang pengawal 2, kenapa bisa berpikiran sempit seperti ini, cepat"


"Baik"


Dengan cepat Halo langsung memasuki mobil, kemudian melaju dengan cepat. Lengan kiriku berdarah hebat, tulangku retak di beberapa bagian. Dan kakiku juga terkena peluru, beruntung hanya menimbulkan luka kecil.


"Sebaiknya aku membersihkan kekacauan ini dulu"


Membersihkan darahku yang ada di truk dengan bajuku, begitu pula yang berceceran di jalan. Setelah itu membersihkan luka dengan air laut. Membungkam pemilik sewa perahu dengan semua ikan Sandenku kemudian pergi ke hutan di tebing untuk menguburkan mayat dan menghilangkan barang bukti.


Sementara itu...


"Halo, apakah tidak apa-apa meninggalkan dia sendirian dalam keadaan luka seperti itu?"


"Saya juga tidak yakin Nona, tetapi keselamatan Nona nomor satu"


"Mungkin saja penembak itu tahu bahwa Nona berkemungkinan sudah mengetahui keberadaannya, jadi apabila dia gagal, masih ada truk yang bisa menghancurkan Nona"


"Bukan, sepertinya bukan seperti itu, seharusnya penembak jitu menembakku terlebih dahulu, namun malah truk itu yang datang duluan?, Halo, besok pagi jemput dia"


"Baik Nona"


.....


07.15


"Hei nak, kamu tidak berjualan?"


"Ah tidak paman, ikan Sandennya habis"


"Bukannya kamu kemarin pergi menangkapnya?"


"Nasib buruk paman"


"Hmmm, sekarang kamu ingin menangkap lagi?"


"Iya, ini satu-satunya mata pencaharian saya"


"Nak, kamu sangat hebat, semoga hari ini mendapatkan tangkapan yang sangat memuaskan"


"Terimakasih paman"


Saat aku akan melangkah pergi, tiba-tiba ada sebuah mobil Limosin klasik berwarna hitam menghampiriku, mobil yang sama dengan mobil Lisa Mone. Ternyata benar, Halo pun keluar dari mobil.


"Tuan Advant, Nona mengundang anda untuk sarapan bersama dirumahnya"


Semua orang terkejut, termasuk paman angkatku yang sudah membantuku disini.

__ADS_1


"Nak, bukankah dia pengawal 2 Nona Lisa Mone?"


"Perkenalkan nama saya Halo paman"


"Nak, kenapa kamu bisa kenal dia, bukan, kenapa kamu bisa di undang sarapan oleh Nona Lisa Mone?"


"Tuan Advant, nona sudah menunggu, sebaiknya kita bergegas"


"Hmm aku sudah sarapan, bisakah aku kesana setelah aku menangkap ikan Sanden?"


"Saya tidak yakin dengan keputusan Tuan"


"Baiklah, paman, aku pergi dulu"


Aku dan Halo memasuki mobil, meninggalkan sejumlah orang yang sangat tercengang.


"Jika boleh tahu, siapa paman tersebut?"


"Dia paman angkatku, dia yang sudah membantuku selama ini"


"Tuan Advant-"


"Aku memanggilmu Halo, kamu memanggilku Advant, sepadan"


"Baiklah, tapi jika di depan umum, saya akan tetap memanggil Tuan Advant"


"Yah, terserah kamu"


Bisa kalian bayangkan bagaimana rumah seorang CEO yang sangat tersohor, yap, rumah besar gemerlap, bak istana dengan halaman sebesar lapangan sepakbola. Setelah kami memasuki gerbang kemudian memarkirkan mobil, Halo langsung membawaku masuk dan menuju ruang makan.


Disana duduk, seorang Pria maskulin dengan wajah tegas, Seorang wanita lemah lembut, seorang pemuda dan dua orang gadis. Ruangan ini juga diisi oleh beberapa pelayan serta pengawal.


"Maaf karena telah menunggu, saya telah membawa tuan Advant kesini"


Seorang pelayan langsung mempersilakanku duduk di kursi yang berhadapan dengan si pria maskulin.


Namun sebelum itu, aku menghampiri pria maskulin itu, baru juga lima langkah, sudah dihadang oleh seorang lelaki Pengawal 1 Nona Lisa Mone, Geil.


"Maaf tuan"


"Tidak apa, Geil, biarkan dia kemari"


Setelah jarakku cukup dekat dengan pria maskulin tersebut, aku mengulurkan tanganku, tanganku dibiarkan sejenak, kemudian ia membalasnya. Setelah itu membungkuk hormat kepada si wanita lemah lembut.


"Selamat pagi, saya Advant Ipho"


Setelah itu, akupun duduk.


"Cih, pencitraan"ucap si gadis, yang sepertinya adik Lisa.


"Nika, jaga sopan santunmu, Tuan Advant sudah begitu sopan, kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama"


"Ayah, dia ini hanya orang kampung saja yang ingin mendekati kakak karena harta, bukan berarti karena dia menyelamatkan kakak sekali, dia bisa dekat-dekat dengan kakak"


"Cukup, Tuan Advant maafkan putri kecil saya"


"Masa pubertas, tidak perlu dikhawatirkan. Nona Nika ya"


"Jangan menyebut namaku, itu membuatku jijik"


"Nika!"


"Paman, penyakit jantung anda bisa kambuh lagi, bersabarlah"


Semuanya terkejut.


"Bagaimana kamu bisa tahu?"


*Yang ada di cerita ini, semuanya hanya fiktif belaka.


"Nafas paman berat dan tidak teratur suara juga sedikit tertekan"

__ADS_1


"Hahahaha, Tuan Advant anda memang hebat"


.....


__ADS_2