
Kami pun tiba di gedung perusahaan A Tech Company.
"Bangunan yang kuat"ujarku saat melihat gedungnya.
"Ayo vant, kita masuk"
Saat masuk, semua orang yang bertemu Lisa memberikan salam hormat, tentu saja dengan tatapan heran kepadaku.
Kami tiba di kantor Lisa.
"Silahkan duduk Vant"
Dia menyampaikan jaket bulunya, kemudian duduk menghadapku.
"Jadi, kamu akan mengerjakan secara manual, atau digital?"
"Manual"
"Baik, tunggu sebentar"
Tak lama, Lisa kembali membawa sebuah kertas dan pensil. Setelah itu, aku pun langsung menggoreskan pensilku ke dalam kertas.
Setelah 5 menit berlalu.
"Selesai"
"Selesai?"
"Ini, silahkan dilihat"
"Ini sangat bagus, sebentar lagi temanku akan datang"
"Bukannya temanmu sudah berada disini daritadi?"
"Apa maksudmu Vant?"
"Aku mencium bau darah dan bahan metal yang kuat disini"
Tiba-tiba saja, seorang wanita berpakaian serba hitam ketat, berambut pirang, mengunci leher Vant diantara pedang dan dadanya.
"Kamu sepertinya bukan orang biasa?"ucapnya.
"Saya hanya manusia biasa nona"
Tidak berhenti disitu, Lisa mengambil sebuah pistol, lalu mengacungkannya ke kepalaku.
"Katakan tujuanmu yang sebenarnya, dan siapa yang telah menyuruhmu?"tanya Lisa dingin.
"Baik-baik, aku akan katakan tujuanku yang sebenarnya. Aku kesini karena mendapat tawaran pekerjaan dari seorang wanita, dan membuatkannya desain sehelai pakaian, dan yang telah menyuruhku adalah Nona Lisa Mone"
"Apa kamu pikir aku bercanda!?"
Lisa memasukan pistolnya ke mulutku.
"Cepat katakan yang sebenarnya, atau aku akan memecahkan kepalamu ini"
"Ramm Mumm Kemmmllitamm"
"Apa!?"
Aku menggigit pistol itu hingga hancur.
"Aku bilang, bra mu kelihatan"
Mereka berdua terkejut, karena aku dengan mudahnya menghancurkan sebuah pistol menggunakan gigiku.
"Saat pesta nanti jangan lupa menggunakan bra yang sedikit lebih besar dari ukuran payudaramu, atau kamu bisa terkena serangan jantung"
Rambutku di jenggut kebelakang.
"Kau, jangan berbicara lagi, aku akan membunuhmu sekarang juga"
Tiba-tiba pintu terbuka,
__ADS_1
"Hentikan E, bukan begitu cara mengambil permen dari seorang anak kecil"
"F, untuk apa kamu kesini?"
Aku dengan cepat mengambil alih pedang E,
"Jangan lengah walaupun hanya sesaat nona-nona sekalian"
"Sialan kau F, lihatlah sekarang apa yang terjadi?"
"Hahaha, kenapa kamu begitu kesal E?, diapun takkan bisa apa-apa"
"Kamu, Advant kan?"tanya F
"Yap, nona benar sekali"
"Apakah kamu bisa katakan yang sesungguhnya nak?"
"Aku kesini karena mendapat tawaran pekerjaan dari seorang wanita, dan membuatkannya desain sehelai pakaian, dan yang menyuruhku adalah Nona Lisa Mone"
"Hei-hei ada apa ini?, kalian malah sudah saling bertukar nama"
"Diamlah"
"Nak, kami bertiga ini bisa mencabut nyawamu dengan mudah, jadi jangan membuang-buang waktu lagi"
"Apa ini semacam pengujian, atau interview tambahan?"
"Kamu sendiri yang memilih untuk mati"
Dengan cepat F berlari kearahku, kemudian meninju tepat di wajahku, aku dengan cepat mengadunya dengan dahiku. Terjadi benturan yang sangat keras. Dia mundur.
"Tulang-tulang jarimu patah nona, berhati-hatilah"
"A, ayo kita serang bersama"
"Tunggu"
Mereka berhenti.
"Cukup, jangan serang dia, kita bukan lawannya, kamu bocah, pergilah dari sini"
"Tidak mau. Kamu benar, kalian bukanlah lawanku"
Aku tersenyum.
"Tiga orang wanita cantik, satu terluka, dua tampak putus asa, apa kalian berharap aku akan melepaskan kalian begitu saja?"lanjutku
"Bocah, jangan main-main dengan kami"ujar F.
"Aku tidak main-main, ini urusan keberlangsungan hidupku"
"Maksudmu?"
"Pekerjaan, aku benar-benar butuh pekerjaan"
F seperti memberi sinyal kepada A dan E melalui tatapannya.
"Baiklah, kamu akan mendapatkannya, tapi kamu harus ikut kami terlebih dahulu"ucap F
"Oke, tapi sebelum itu, F, kemarilah"
"Ada apa?"
Ia berjalan mendekatiku, aku langsung mengambil tangannya yang terluka tadi, lalu menyembuhkannya.
"Terimakasih"ucapnya.
Kami bertiga pun langsung pergi menaiki mobil yang dibawa oleh F. Meskipun dari luar terlihat biasa (dalam artian terlihat seperti mobil umumnya), namun ketika aku masuk aku melihat beberapa tombol tersembunyi yang menunjukkan bahwa mobil ini benar-benar canggih.
Kami pergi kesebuah taman, dan berhenti tepat di tepi sebuah danau buatan
"Kamu turun lalu ikuti kami, ini adalah tes pertamamu"ucap Lisa
__ADS_1
Aku pun turun. Mobil mereka mulai memasuki danau buatan tersebut, aku pun mengikuti mereka. Benar-benar kendaraan canggih, saat itu juga, mobil mereka berubah menyesuaikan medan.
"Apakah kamu yakin dia bisa bertahan?"tanya A
"Bertahan?, dia akan mati, lagipula dia bukan siapa-siapa, tidak akan ada yang menangisinya ketika dia mati atau-"
Seketika F dan E melirik A.
"Apa, sampah seperti dia mana mungkin aku peduli"
"Hum, coba kamu katakan itu di depan orang tua mu A, dan aku dengar dia yang telah menyelamatkanmu, apa benar kamu tidak peduli?"ucap E.
"Oh iya A, dari ceritamu apakah lelaki itu benar-benar sekuat yang kau ceritakan?"tanya F.
"Tentu saja, entahlah bagaimana hukum alam ini bisa menjelaskannya, aku benar-benar melihat dengan mata kepalaku sendiri, ia berlari, tidak seperti terbang, terbang dengan sangat cepat kearahku menahan sebuah truk berkecepatan tinggi dengan berat berton-ton, hanya dengan tangan kirinya. Setelah aku melihatnya tadi, tepatnya sehari setelah kejadian kemarin, dia mengatakan bahwa lengannya hanya memiliki beberapa luka kecil"
"Lalu bagaimana dengan pelurunya?"
"Kalau itu aku tidak melihatnya, namun ia mengatakan bahwa ia telah memblokirnya dengan kakinya"
"Lalu TKP?"
"Bersih, dan sepertinya media pun tidak mendapatkan berita apa-apa"
"Dari semua kejadian yang diceritakan, tidakkah kalian berpikir dia seperti pembunuh profesional, saat aku melawannya tadi pun, alih-alih menghindari pukulanku, ia malah mengadu dengan keningnya, kalian tahukan betapa kerasnya pukulanku, malah jari-jariku yang patah, dan apa-apaan tadi, jariku yang patah dia bisa menyembuhkannya dengan sangat cepat"jelas F.
"Apanya yang pembunuh bayaran, dia bukan manusia lagi"
"A, bagaimana kalau kita memasukannya ke dalam kelompok kita?"tanya F.
"Apa kamu gila!?, kelompok kita hanya menerima anggota perempuan"
"Yah, maksudku bukan anggota yang seperti itu, kita bisa menjadikannya sebagai umpan tameng saat kita menjalankan misi"
"F, jangan gila, menggunakan seorang bocah sebagai tameng!?, Apa kamu sudah gila, itu dosa besar"
"A!, sejak kapan kamu menjadi begitu emosional!?, sejak kapan kita semua memiliki perasaan, sejak kapan kita semua mengenal dosa, sejak kapan kita semua jatuh cinta, apakah kamu mau mengkhianati kita semua!?"
"A, apakah sekarang dia adalah orang yang sangat penting bagimu?, bahkan jika keluarga kita yang menjadi target, kita tidak akan pedulikan?"
Akhirnya mereka sampai di depan sebuah terowongan tertutup, setelah beberapa saat, terowongan pun terbuka, mereka masuk begitupun aku. Sesampainya di terowongan, air turun dan mobil kembali ke keadaan semula.
Entah mereka lupa atau apa, mereka terkejut saat melihatku.
"Kau, kau baik-baik saja?"tanya F
"Tentu saja, kenapa bisa tidak baik-baik saja?"
"Sudahlah, ikuti kami, sebelum itu, kamu masuk kedalam tabung itu"
Tabung yang ada di sampingku, aku langsung memasukinya, dan ternyata ini adalah tabung pengering.
"Ayo"
Kami berempat pun akhirnya tiba diatas, yang tampaknya markas mereka. Setelah berjalan beberapa saat, kami tiba di depan sebuah ruangan.
"Kamu, tunggu dulu disini, jangan kemana-mana!"
Aku mengangguk.
"Ah gadis-gadisku, kemarilah, kebetulan ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian"
"Siap Bu!"
"Tapi tunggu dulu, kita tunggu anggota yang lain"
Tiba-tiba pintu pun terbuka.
"Hei A, siapa yang kamu bawa itu?"
"Iya, apa sekarang kamu mulai kesepian?"ejek C.
"Tutup mulutmu bocah!"
__ADS_1
.....