Advant Ipho

Advant Ipho
Advant Ipho (2)


__ADS_3

Setelah menanyakan kepada salah satu murid, akhirnya aku mengetahui yang mana Cieryl itu.


"Cieryl"sapa ku sembari melambai kearahnya.


Dia sedang duduk di bangku taman melingkar di sebuah meja bundar dengan 5 temannya, 3 perempuan dan 2 orang laki-laki. Semuanya menengok kearahku.


"Siapa?"tanya Cieryl dengan dingin.


"Perkenalkan nama-"


"Siapa?"tanya Cieryl sekali lagi dengan sedikit tegas.


"Saya diperintahkan oleh Rk 3 v Mongol untuk menjemput anda"


"Pergilah, aku bisa pulang sendiri"


"Hmmm, baik kalau begitu"


Aku pun tidak mau pusing, kemudian pamit lalu pergi.


"Hei orang aneh!"


Aku menengok ke sumber suara tersebut.


"Iya?"


"Dasar orang aneh, datang tiba-tiba ingin menjemput Cieryl karena diperintah oleh Rk 3 v Mongol lalu pergi begitu saja"


"Apakah ada yang salah dengan hal itu?"


"Tentu saja ada sialan!, kamu sudah mengganggu Cieryl"


"Aku yakin dia tidak terganggu sama sekali"


"Orang aneh sialan, jangan sok tahu"


"Jika ia terganggu, pasti akan menunjukkan sedikit ekspresi terganggu, mungkin mengangkat alisnya, atau menyipitkan matanya, lagipula dia tidak menggunakan sedikitpun isyarat untuk mengusirku, nadanya pun cenderung memohon daripada mengusir"


"Sialan, orang aneh yang sok pintar"


Lelaki itu tampak sangat kesal.


Cieryl tiba-tiba berdiri.


"Sudahlah kalian, Siapa namamu?"


"Advant"


"Ayo, antar aku pulang"


Aku mengangguk.


"Cieryl, tunggu, biar aku yang mengantarmu pulang, ayahku baru membelikanku mobil baru"


"Oh iya, kamu akan mengantarku menaiki apa?"


"Yah aku tidak punya kendaraan, jadi kita sepertinya akan berjalan kaki, atau mungkin menaiki angkutan umum"


"Hahahaha, kamu lihat Cieryl, dia hanya seorang pria miskin, dia tidak pantas untukmu"


"Jadi, kamu tidak membawa kendaraan apapun?"


Aku mengangguk.


"Bagaimana kalau kita menyewa sepeda?"


"Sepeda, kamu dan aku?"


"Tidak, hanya kamu saja"


"Sudahlah Cieryl, tidak ada yang patut diharapkan dari dia"


"Baiklah, ayo, kamu yang bayar"jawab Cieryl cepat.


"Hah, Cieryl, kamu serius akan menaiki sebuah sepeda sewa untuk pulang?"


Cieryl tidak mendengarkan lelaki tersebut, dan malah merangkul lenganku. Entah kenapa seluruh tubuhku bergetar, mungkin karena pertama kalinya aku dirangkul oleh seorang perempuan.


"Kamu kenapa?"


Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.


"Ah ya, aku jarang berinteraksi dengan perempuan, jadi-"


Cieryl tertawa kecil, lalu berlari sembari memegang erat lenganku menuju keluar sekolah.


"Tunggu sebentar disini, aku akan menyewakan sepedanya terlebih dahulu"

__ADS_1


Tempat penyewaan sepeda, berada tepat di depan Academy.


Brumm, sebuah mobil sport berwarna hitam metalic, meluncur, dan berhenti tepat di depan Cieryl. Kemudian seorang lelaki keluar dari mobil tersebut. Ternyata itu adalah lelaki tadi, Frans.


"Lihat Cieryl, mobil baruku, kerenkan?"


Cieryl tampak acuh tak acuh.


Semua orang yang melihat mobil tersebut terpukau. Mereka mulai berbisik-bisik tentang keserasian Cieryl dengan Frans, anak CEO Frans Co.


Setelah selesai menyewa, akupun langsung menuju ke tempat Cieryl tadi menunggu.


"Ada apa ini, ramai sekali?"


Aku mencoba mencari Cieryl, ternyata dia berada di tengah-tengah kerumunan. Aku memanggil namanya dan melambaikan tangan.


"Cieryl"


Cieryl dengan cepat menengok, kemudian menghampiriku. Semua orang terkejut, khususnya Frans. Cieryl lebih memilih pulang menggunakan sepeda sewa, daripada diantar oleh mobil sport.


"Kamu?"


"Aku sudah terbiasa berjalan"


Cieryl mengangguk lalu mulai menaiki sepeda, kami pun akhirnya pulang, meninggalkan orang-orang yang sedang tercengang.


17.08


"Apakah kamu pegal?"tanyaku


Cieryl diam sejenak.


"Sebenarnya rumahku cukup dekat, aku hanya mengambil jalan yang lebih jauh saja"


"Kenapa?"


"Soalnya ini sepeda sewaan, kalau hanya dipinjam sebentar akan sayang"


"Kukira kamu ingin bernostalgia datang kemari menaiki sepeda?"


Cieryl terkejut.


"Kamu tahu?"


"Emosional, meskipun kamu selalu menunjukkan ekspresi dingin, sebenarnya kamu ini orang yang lumayan emosional, bahkan sampai sekarang pun, kamu masih memegang gagangnya dengan sangat kuat"


"Kamu boleh mengingat masa lalu, tapi jangan sampai termakan olehnya"


Cieryl diam.


"Kamu tinggal dimana?"


"Di daerah perdagangan Bitar"


"Sendirian?"


Aku mengangguk.


"Kamu bekerja?"


"Aku menjual daging ikan Sanden"


"Ikan Sanden, jadi yang ayahku bawa kemarin, penjualnya itu kamu ya, pantas saja ayahku menyuruhmu untuk menjemputku. Kamu pria baik"


"Aku tidak seperti yang kamu pikirkan"


"Memang tidak akan mungkin, seseorang dapat menilai seseorang dengan sangat tepat, setidaknya, aku mengharapkan itu darimu"


17.30


"Hei, kau tahu, setelah kulihat lagi, ternyata kamu itu lelaki yang sangat tampan, benar-benar tampan"


"Memang"ucapku dengan nada sombong.


Cieryl tertawa kecil.


"Rumahku sudah dekat, ini ambil sepedanya. Apakah benar kamu memang terbiasa berjalan, kita sudah berjalan sejauh 5km, dan kamu tidak terlihat lelah sama sekali?"


"Hahahaha, mau bagaimana lagi, uangku tidak cukup untuk menyewa satu sepeda lagi, lagipula untuk sepeda yang ini pun masih kurang"


Sepertinya hari ini Cieryl sedang senang, ia lagi-lagi tertawa kecil.


"Kenapa kamu tidak bilang daritadi?, ini, bayarkan"


Ah, iya terimakasih"


"Kamu benar-benar menarik, sampai jumpa lagi"ucap Cieryl sembari melambaikan tangan.

__ADS_1


"Hah, ini terlalu banyak"


Saat aku akan pergi, tiba-tiba ada yang memegang tanganku dari belakang.


"Tunggu, Vant, apakah kamu akan menjemputku besok?"


"Tidak"sanggahku cepat.


"Kenapa, apakah kamu melakukan semua ini hanya karena sebuah perintah?"


"Menjemputmu, iya, sisanya sesuai takdir"


"Kalau begitu apakah kamu besok mau menjemputku?"


"Tidak, aku harus berjualan pagi-pagi, jadi tidak bisa menjemputmu"


"Aku masuk siang, pukul 10.00"


"Aku berjualan sampai sore"


"Lalu kenapa kamu menjemputku tadi?"


"Karena-"


"Karena kamu diperintah, kamu ini lelaki atau robot Vant, selalu menunggu diperintah, aku salah menilaimu Vant"


Wajahnya dingin, dingin sekali, walaupun begitu, aku tetap bisa merasakan amarahnya. Akhirnya Cieryl berbalik dengan cepat dan pergi kerumahnya.


"Cieryl, apakah kamu mau kubawakan sate ikan Sanden?"


Cieryl tiba-tiba berhenti, kemudian mengangguk, lalu melanjutkan langkah cepatnya.


"Apakah dia masih marah ya?, hais, bodohnya aku ini"


.....


Pagi-pagi buta aku sudah menyiapkan kios ku untuk berjualan.


"Hei nak!"


"Ah, Bapak?"


"Iya ini aku, sepertinya kemarin berjalan sangat lancar ya?"


"Ah itu, maaf kemarin saya membuat anak bapak marah"


"Hahahaha, marah apanya, dia terlihat sangat bahagia, tidak pernah aku melihat ia sebahagia ini sejak 9 tahun yang lalu"


"Oh, seperti itu ya, saya kira dia marah?"


"Biar aku beritahu, mereka para perempuan pandai sekali menyembunyikan perasaan mereka, jadi kamu harus senantiasa peka dengan keadaan"


"Baik"


"Kalau begitu buatkan aku sarapan"


"Iya sebentar"


Setelah selesai menyiapkan kios ku, aku langsung membuat satu porsi daging ikan Saden.


"Oh iya Nak, berapa umurmu saat ini?"


"18 pak"


"18!?"


"Haha, apakah saya terlihat tua ya pak?"


"Tidak, sebenarnya jika dilihat dari wajahmu, memang terlihat sangat muda, tapi perawakanmu sudah seperti lelaki dewasa"


"Oh begitu ya?, kebanyakan orang yang kenal dengan saya juga sering mengatakan itu"


"Sepertinya kamu rajin berolahraga?"


"Ah iya, sedari kecil saya sudah rajin berolahraga"


"Pantas saja, tubuhmu sangat gagah dan bugar. Ngomong-ngomong, apakah kamu tidak masalah jika mempunyai pacar yang lebih tua darimu?"


"Maksud bapak?"


"Ya kamu tahulah, anak saya itu seorang mahasiswi, dia sekarang berusia 21 tahun"


"Ini pak, silahkan"


Aku menyajikan satu porsi daging ikan Sanden hangat, lalu duduk berhadapan dengan Mongol.


"Jujur saja pak, sebenarnya saya ini baru pertama kalinya berinteraksi sedekat itu dengan perempuan, khususnya anak bapak. Bukannya saya ragu atau apa, namun saya tipe orang yang menolak untuk berpacaran, jika saya menyukai seorang perempuan, saya akan langsung melamarnya"

__ADS_1


.....


__ADS_2