
Mempunyai tempat tinggal yang nyaman dan dapat menikmati keindahan alam adalah hal yang sangat diminati banyak orang.
Dengan menikmati panorama alam bisa memberikan kesan damai tersendiri. Hal itu yang dirasakan oleh Mella.
Di apartemen barunya, Mella bisa menikmati keindahan alam yang begitu indah hanya dari atas balkon. Hal itu membuatnya menjadi lebih tenang.
Mella masuk setelah puas menikmati pemandangan yang indah itu. Dan ia tersenyum karena Jun telah membereskan dan merapikan semua barang bawaannya.
"Terimakasih Jun, kau sungguh sangat pengertian sekali." ucap Mella.
"Apapun untuk mu sayang." jawab Jun.
Keduanya saling tersenyum dan saling pandang. Mencari sebuah keteduhan hati dari sang pemilik hati. Dengan hembusan angin dari jendela yang menyapanya dengan mesra.
Ketika rasa hati disambut dengan hangat, maka segala keindahannya akan mengiringi setiap langkah. Cinta dan kasih sayang yang tulus tumbuh di hati keduanya, meskipun terbatas oleh dunia yang berbeda.
"Sayang jangan kau tatap aku dengan seperti itu, aku takut jika aku tak kuasa mengendalikan hasrat ku." ucap Jun.
Ia kemudian melangkah dan membawa tubuh Mella dalam pelukannya. Ia sangat takut kehilangannya. Dengan erat Jun memeluk Mella, entah pa yang akan terjadi tetapi ia merasa benar-benar takut kehilangan seseorang yang benar-benar ia sayangi.
"Jun, bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu ?." tanya Mella sambil memeluk erat tubuh Jun.
"Katakan saja apa yang kau inginkan dari ku. Bahkan jika kau meminta jiwa ragaku sekalipun akan aku penuhi." jawab Jun.
Jun merasa benar-benar seperti akan pergi jauh meninggalkan Mella. Sebenarnya apa yang akan Mella minta apakah ia akan meminta permintaan terakhirnya ?.
Batin Jun semakin tidak tenang. Ia menunggu dengan harap-harap cemas. Ia takut jika permintaan Mella adalah permintaan terakhirnya.
Yang artinya ia akan terbebas dari Mella sehingga ia harus kembali ke alamnya sebelumnya. Meskipun ia bisa melihat Mella tetapi ia tidak bisa menyentuhnya lagi dan bahkan Mella sudah tidak dapat melihatnya apalagi menyentuhnya.
"Jun, setelah kepergian ayah dan seluruh keluarga ku, aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Bahkan paman dan juga bibiku tidak menghendaki kehadiran ku."
"Setelah kau datang dan memberikan aku semua yang aku butuhkan, mereka datang untuk menganggap aku saudara."
__ADS_1
"Bahkan hampir semua orang hanya ingin memanfaatkan apa yang aku punya saat ini, tidak ada yang tulus mencintai dan menyanyi aku seutuhnya dengan tulus dan ikhlas." ucap Mella.
Kembali air matanya menetes ia teringat bagaimana peristiwa-peristiwa yang ia alami setelah kepergian sang ayah.
Jangankan di anggap sebagai seorang saudara, bahkan ia tak dianggap sebagai manusia yang layak untuk di hormati apalagi di sayangi.
Kini ia tidak ingin kehilangan Jun, karena hanya Jun yang mampu menerimanya dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya.
Bahkan dengan kemiskinan dan kesengsaraan yang menimpanya. Hanya Jun yang bisa memberikan apa yang ia butuhkan. Jun memberikannya Cinta dan kasih sayang, memberikannya harta, memberikannya ilmu pengetahuan, memberikannya perlindungan serta memberikannya sebuah keadilan.
"Sayang jangan menangis lagi. Katakanlah apa yang kau inginkan dari ku, tapi ku mohon jangan menangis lagi." ucap Jun.
Ia merasa begitu sakit saat Mella menangis pilu seperti ini. Seandainya ia bisa ia rela menukar kesedihan Mella dengan jiwa raganya bahkan nyawanya sekalipun.
"Jun, aku tidak ingin meminta apa-apa lagi. Tapi bukankah aku masih mempunyai satu permintaan lagi ?." tanya Mella.
"Iya sayang, katakanlah apa yang ingin kau minta sebagai permintaan terakhir mu." ucap Jun.
Berakhirlah hubungan cinta dan kasih sayang diantara keduanya. Berakhirlah hubungan dua dunia yang berbeda ini.
Jun semakin mengeratkan pelukannya, ia sebenarnya tidak rela jika Mella mengucapkan permintaan terakhirnya.
Ia ingin seperti ini saja, terikat oleh perjanjian yang telah tertulis untuk dirinya. Agar ia bisa menjaga dan memiliki Mella selamanya.
Tapi apa yang bisa ia lakukan, ia hanya bisa menjalani kehidupan sesuai yang telah tertulis dalam takdirnya.
"Jun, apakah kau menangis ? mengapa aku merasakan hatimu begitu sakit ?." tanya Mella.
"Tidak sayang, aku hanya terharu atas kasih dan sayang mu selama ini. Bahkan kau tidak memandang ku sebelah mata. Meskipun kita berbeda dunia."
"Kau tetap tulus mencintai dan menyanyi aku. Bahkan kau tidak memperdulikan apa yang orang lain katakan." ucap Jun.
"Memangnya apa yang orang lain katakan ?." tanya Mella.
__ADS_1
Hal itu membuat Jun yang awalnya begitu serius kini berfikir lain. Ia ingin menjahili Mella. Bagaimana bisa disaat serius seperti ini Mella malah menanyakan apa yang tidak perlu ia tanyakan.
"Yang orang lain katakan adalah Mella adalah orang gila karena mencintai sesuatu yang tidak nyata." ucap Jun.
Setelah mengatakan hal itu Jun segera melepaskan pelukannya. Ia segera berlari meninggalkan Mella sebelum Mella mencubitnya seperti biasanya.
"Dasar kau ya awas saja akan aku hukum." ucap Mella sambil mengejar Jun.
Keduanya berkejar-kejaran di dalam apartemen, sehingga ruangan yang awalnya rapi kini berubah menjadi sangat berantakan akibat ulah mereka.
Setelah puas mereka berdua merapikan kembali ruangan yang seperti kapal pecah itu. Dan ponsel Mella berdering.
Ada sebuah panggilan dari pihak Sekolah tempat ia kan melanjutkan pendidikannya. Hari ini Mella diminta untuk datang ke Sekolah karena harus mengikuti tes.
Tes tersebut akan digunakan sebagai penentuan kelas mana yang tepat untuk Mella.
"Jun, aku harus pergi ke sekolah, aku harus mengikuti tes untuk menentukan kelas ku yang baru." ucap Mella setelah mengakhiri panggilannya.
"Baiklah mari kita pergi ke sana, sekalian aku ingin melihat bagaimana manusia-manusia yang berada di sekolah itu." ucap Jun.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan ?." tanya Mella.
"Ya apa saja, tapi yang pasti aku akan selalu mendukungmu dan juga melindungi mu." ucap Jun asal.
Lalu Mella segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah itu. Sementara Jun menunggunya dengan setia.
"Untung saja Mella belum mengucapkan permintaan terakhirnya, jika tidak aku tidak tau lagi berapa lama aku bisa bersamanya."
"Semoga dengan adanya tes ini, Mella menjadi sibuk dan ia meluapkan permintaan terakhirnya itu. Biarlah seperti ini saja.Ini mungkin lebih baik dari Pada aku harus pergi meninggalkan semua kebahagiaan ini." ucap Jun.
Ia berharap Mella segera mempunyai kesibukan baru sehingga ia lupa dengan permintaan terakhirnya dan mereka masih bisa bersama-sama lagi.
Tak lama kemudian Mella muncul dan mengajak Jun untuk pergi ke sekolah barunya. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan tanpa perduli dengan orang-orang yang menganggap Mella aneh.
__ADS_1