Air Mata Mella

Air Mata Mella
Bab. 56. Akhir yang bahagia


__ADS_3

Mella mengantar Chika sampai ke depan kamar yang sudah disiapkan untuknya. Chika berkaca-kaca saat melihat kamar yang sederhana namun terlihat sangat nyaman sekali.


Entah sudah berapa lama ia tidak bisa tidur dalam sebuah kamar, jangankan tidur dikamar bisa tidur disebuah tempat yang aman saja sudah sangat bersyukur baginya.


"Mella terimakasih untuk semuanya." ucap Chika dengan tulus.


Chika memeluk tubuh Mella, ia sangat menyesal karena dulu ia telah memperlakukan Mella dengan sangat buruk.


Sebaliknya disaat seluruh dunia menghindarinya, justru Mella satu-satunya orang yang mau mengulurkan tangannya untuk menolong dirinya.


Padahal jika Mella mau, ia bisa membalas berkali-kali lipat apa yang telah Chika lakukan pada saat itu.


Bahkan jika Mella mau, ia bisa mengusir Chika tanpa harus menyuap siapapun seperti yang ia lakukan saat ingin Mella pergi dari sekolah tempat mereka menuntut ilmu.


"Mella maafkan aku dengan semua kesalahanku dimasa lalu. Aku berjanji akan melakukan sebuah kebaikan seperti yang kau lakukan."


"Akan berubah menjadi lebih baik lagi. Dan terimakasih karena telah memaafkan serta telah memberi kesempatan untuk memperbaiki diri." ucap Chika.


"Chika jangan berjanji kepada diriku tapi berjanjilah kepada dirimu sendiri, bahwa kau akan menjadi pribadi yang lebih baik dari aku." jawab Mella dengan tulus.


Chika mengangguk kemudian ia melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri baik dari debu maupun kotoran yang menempel di badan serta hatinya.


Mella hanya tersenyum, dan mempersilakan Chika untuk membersihkan diri. Sementara Mella kembali ketaman dimana Jun masih setia menunggunya.


Mella kemudian duduk di samping Jun, mereka kembali menyaksikan bagaimana anak-anak yang tinggal di panti asuhan yang mereka kelola itu sedang bermain dengan riang dan gembira.


"Sayang, apakah kau tidak mempunyai dendam dengan Chika ?." tanya Jun dengan serius.


"Untuk apa kita menyimpan sebuah dendam ?." tanya Mella.

__ADS_1


"Ya siapa tau ada sedikit rasa sakit akibat ulah Chika dimasa lalunya. Karena aku tau bagaimana Chika memperlakukan kekasih ku ini waktu itu." jawab Jun.


"Yang lalu biarlah berlalu, jika Chika pernah melakukan kesalahan terhadap ku, aku sudah memaafkannya."


"Aku tidak ingin melakukan hal yang sama seperti Chika. Saat mempunyai segalanya aku akan semena-mena terhadap orang lain terlebih pada mereka yang berada di bawahku." jawab Mella.


Jun tersenyum, itulah salah satu alasan ia sangat mencintai Mella. Hati gadis itu entah terbuat dari apa, sehingga hatinya begitu bersih dan suci.


Tak ada noda, apa lagi sebuah kebencian. Seandainya semua manusia mempunyai hati seperti istrinya itu, pasti dunia ini akan terasa begitu damai.


"Apa yang kau pikirkan ?." tanya Mella.


"Tidak, aku hanya kagum dengan wanita yang telah menempati hatiku ini. Ia mahluk yang paling sempurna, kau adalah bidadari surga yang turun ke bumi untuk mengajarkan aku arti cinta yang sesungguhnya." jawab Jun.


"Mulai lagi gombalnya." jawab Mella.


"Bukan gombal sayang, tapi kamu suka kan dengan gombalan suami mu yang tampan ini ?." goda Jun.


"Yakin ?." goda Jun lagi.


Spontan hal itu membuat Mella melayangkan jarinya yang lentik dan mendarat tepat di pinggang sang suami.


Sudah kebiasaan Mella yang suka mencubit pinggang Jun, saat dirinya sudah terpojokkan. Namun hal itu membuat kasih sayang keduanya semakin besar.


Keduanya lalu saling pandang kemudian tersenyum, terukir kebahagiaan dari garis wajah mereka. Kini Mella benar-benar merasakan kebahagiaan yang berlimpah.


Kasih sayang dari seorang suami dan juga dari keluarga baru mereka. Meskipun mereka adalah orang-orang asing namun kini mereka menjadi sebuah keluarga.


Sebuah pantai asuhan yang awalnya Mella dirikan untuk anak-anak terlantar dan juga para yatim piatu, namun pada kenyataannya menjadi tempat tinggal para gelandangan yang tidak mempunyai siapa-siapa lagi.

__ADS_1


Termasuk Chika, yang kini menjadi bagian dari yayasan tersebut. Seorang anak pejabat yang begitu arogan dan semena-mena dimasanya. Kini telah berubah seperti para penghuni panti yang lain.


Banyak hal yang Mella lakukan, meskipun ia pernah disakiti dan juga dizalimi namun ia tidak mau membalasnya meskipun jika ia mau, ia bisa melakukan hal yang lebih dari yang Chika lakukan terhadapnya dahulu.


Sebuah pelajaran berharga bagi Chika, sebagai seorang manusia jangan sampai kita melakukan hal-hal yang tidak seharusnya apalagi membuat orang lain menderita.


Karena roda kehidupan selalu berputar, mungkin saat ini kita berada diatas tapi ingatlah jika suatu saat kita juga akan berada di bawah.


Selama roda kehidupan masih berputar, tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan merasakan apa yang orang lain rasakan saat ini.


Penderitaan, kebahagiaan, kemiskinan dan juga kekayaan adalah dua hal yang selalu berjalan beriringan.


Jangan sampai kekayaan dan kebahagiaan yang kita alami saat ini membuat kita lupa bahwa ada kemiskinan dan penderitaan yang sewaktu-waktu siap menghampiri kita.


Jika kita ingat akan hal itu, maka kita tidak akan salah dalam melangkah. Bahkan jika kemiskinan dan penderitaan itu sampai menghampiri kita, kita tidak akan diperlakukan buruk oleh orang-orang yang ada disekitar kita.


Karena mereka akan memperlakukan kita dengan baik, seperti kita memperlakukan mereka saat ini. Alangkah indahnya jika setiap insan bisa menebar kasih sayang.


Bukan sebaliknya, menebar kebencian di manapun berada. Alangkah baiknya jika apa yang kita miliki saat ini kita gunakan untuk kebaikan bukan untuk menebar kebencian.


Karena kebencian itu pada akhirnya akan kembali kepada kita suatu saat nanti. Seperti sesuatu yang telah kita tanam suatu saat pasti akan kita tuai pada saatnya.


Mella adalah salah satu contoh seorang anak manusia, yang dengan sabar dan lapang dada menerima takdir yang harus ia jalani.


Pahitnya kehidupan mengajarkannya cara menghargai semua yang ada di sekitarnya. Ketidak Adilan dan semena-mena perilaku pemangku jabatan mengajarkannya bagaimana caranya mengelola apa yang kita miliki saat ini, dan apa yang harus dilakukan saat kita berada di puncak.


Dan dari Mella kita belajar bagaimana caranya kita melihat sebuah keadaan. Jangan mudah kita menilai dan menghakimi seseorang tanpa kita tau kebenarannya yang sesungguhnya.


Ingatlah tidak selamanya kita berada dalam sebuah penderitaan, karena setiap penderitaan yang Allah berikan terhadap kita pasti Allah juga telah menyiapkan kebahagiaan untuk kita juga.

__ADS_1


Kini sempurnalah kehidupan Mella, semuanya telah ia miliki. Keluarga, harta, tahta semua ia miliki. Kini Mella bukan lagi gadis yatim piatu yang menjadi seorang gelandangan karena tidak ada seorangpun yang mau menerimanya.


Tapi kini Mella adalah seorang istri yang mempunyai segalanya. Jika dulu air mata Mella menetes karena kesedihan dan penderitaan kini air mata itu berubah menjadi air mata kebahagian.


__ADS_2