Air Mata Mella

Air Mata Mella
Bab. 55. Sah


__ADS_3

Setelah setiap proses dilakukan satu persatu dan pada akhirnya sang penghulu menanyakan.


"Bagaimana sah ?."


"Sah !." jawab Para saksi.


Semua yang hadir dalam acara tersebut ikut berbahagia, karena kini Mella telah resmi menjadi istri Jun.


Dan kini Mella tidak sendiri lagi, karena ia telah mempunyai teman hidup sebagai pengganti seluruh keluarganya.


Jun bisa menggantikan tanggung jawab sang ayah terhadap dirinya. Dan Jun telah memenuhi janjinya untuk mengabulkan tiga permintaan Mella.


Yang lebih membahagiakan lagi permintaan Mella untuk bisa hidup berbahagia bersama Jun sebagai sepasang kekasih yang halal telah terwujud.


Karena Jun kini bukan lagi Jin melainkan manusia seperti Mella. Awal kisah cinta mereka yang sesungguhnya baru saja dimulai.


Mella mencium punggung tangan Jun saat mereka dinyatakan sah sebagai suami istri kemudian Jun mencium kening Mella.


Keduanya saling tersenyum dan menatap satu sama lainnya. Jun langsung mencium bibir ranum Mella dihadapan para hadirin.


"Em berasa dunia milik berdua !." ucap Hani.


"Seperti martabak ! kita dikacangi." ucap yang lainnya.


Mella dan Jun hanya tersenyum mendengar ucapan dari mereka. Yang pasti saat ini ciuman itu adalah halal bukan sebuah dosa.


Setelah penghulu dan para tamu undangan undur diri satu persatu, menyisakan Hani dan keluarga ibu Della. Mereka menunggu sampai semua beres barulah mereka bisa pulang dengan lega.


"Selamat ya Mella kini sudah sah jadi istri orang." ucap Hani sambil memeluk sahabatnya itu.


"Terimakasih Hani." Jawab Mella.


"Selamat untuk kalian berdua, dan kau Jun harus ingat bahwa Mella sekarang telah menjadi tanggung jawab mu sepenuhnya."


"Baik di dunia maupun di akhirat kelak, Mella menjadi tanggung jawab mu. Kau menggantikan tanggung jawab itu dari sang ayah sejak kau ucapkan ijab qobul."

__ADS_1


"Dan satu hal yang harus kau ingat selamanya, kau berjanji atas nama Allah dan rasul-nya. Jadi janji suci yang kau buat bukan hanya dihadapan kami melainkan dihadapan Allah."


"Jangan pernah mengingkarinya !. Jika kau berani mengingkarinya maka dunia akhirat kau harus menanggung dosanya." pesan ibu Della.


"Baik Bu sayang akan mengingat semua pesan ibu. Dan saya berjanji akan menjaga Mella dengan sepenuh jiwa raga saya." jawab Jun.


Kemudian ibu Della memeluk Mella. Rasanya baru kemarin Mella pingsan di depannya setelah itu Mella menangis dan meratapi kepergian sang ayah dan juga keluarganya.


Kini Mella telah berhasil melewati semua ujian hidup. Kini Mella bisa tersenyum bahagia bersama sang suami.


Meskipun ibu Della tidak tau siapa dan dari mana Jun, yang pasti beliau yakin bahwa Jun bisa memberikan kebahagiaan dan kemuliaan untuk Mella.


Setelah berbincang-bincang sebentar dan semua sudah beres barulah ibu Della, Hani dan juga keluarga yang lainnya berpamitan untuk segera pulang karena hari semakin malam. Kini tinggallah Mella dan Jun di dalam apartemen itu.


"Sayang terimakasih karena telah menunggu ku selama ini. Dan maafkan aku karena telah pergi terlalu lama."


"Percayalah bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi. Karena aku sekarang tidak bisa pergi seenaknya seperti dulu lagi." ucap Jun.


"Kau ini, aku kira akan mengucapkan kata-kata romantis." jawab Mella.


Kemudian Jun meraih tubuh Mella. Ia merapatkan tubuh keduanya hingga tak ada jarak sama sekali. Mereka bisa saling mendengarkan debaran jantung masing-masing.


Mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang, menyalurkannya dalam indahnya surga dunia menghabiskan malam dengan segala keindahannya.


Seperti kata bijak dari R.A Kartini Habis gelap terbitlah terang.


Begitulah yang kini Mella rasakan. Setelah penderitaan yang ia alami selama ini, kini tinggallah sebuah kebahagiaan yang ia terima.


Jika ia pernah kehilangan seluruh keluarganya, menjadi seorang gelandangan yang tidak mempunyai tempat tinggal bahkan kehadirannya tidak diharapkan oleh siapapun.


Kini ia telah mempunyai keluarga yaitu seorang teman hidup yang akan menemaninya untuk menggapai surga bersama.


Ia telah mempunyai rumah dan segala kemewahan, kehormatan dan juga harta yang berlimpah. Semuanya pasti akan indah pada waktunya, jika kita bisa bersabar dengan semua ujian yang Allah berikan.


Mella bersama dengan Jun, memulai kehidupan baru di kota L. Kini keduanya dikenal oleh banyak orang karena kecerdasan dan juga kebaikan mereka.

__ADS_1


Mella dan Jun membangun sebuah istana untuk keluarga kecil mereka. Mella juga membangun sebuah pantai asuhan.


Ia tidak ingin ada anak-anak yang terlantar seperti yang ia temui di kota asalnya, yang demi sesuap nasi rela melakukan apapun bahkan melakukan sebuah kejahatan.


Mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak, dan juga berhak mendapatkan kasih sayang dari keluarga.


"Sayang, terimakasih karena telah hadir dalam kehidupan ku. Terimakasih telah bersedia menjadi teman hidup ku." ucap Mella.


Jun memeluk tubuh Mella yang kini telah berbadan dua. Keduanya memandangi anak-anak yang berada di pantai asuhan. Mereka bermain dengan riang dan gembira.


"Permisi, bolehkah saya meminta sesuap nasi ?." ucap seorang wanita dengan pakaian yang kumuh.


Mella memperhatikan dengan seksama, wanita yang seperti tidak asing baginya. Wanita itu berdiri di depan pintu gerbang sambil menunggu scurity mengambilkan sesuatu.


"Sayang kau mau kemana ?." tanya Jun sambil mengikuti Mella.


Mella berjalan dan mendekati wanita itu. Dan benar saja wanita itu adalah Chika teman sekolahnya dulu. Teman yang sempat ia cari keberadaannya waktu itu.


"Chika ! benarkah kau Chika ?." tanya Mella sambil tersenyum tulus.


Wanita itu memperlihatkan wanita cantik yang berdiri dihadapannya. Setelah menyadari bahwa wanita itu adalah Mella, ia perlahan mundur dan hendak pergi meninggalkan tempat itu.


"Chika jangan pergi, tinggallah kau disini." ucap Mella lagi.


"Apakah kau tidak membenci ku Mella ? selama ini aku tidak pernah memperlakukan mu dengan baik bahkan aku telah berbuat jahat kepada mu." tanya Chika.


"Tidak, aku tidak pernah membenci siapapun. Karena setiap orang yang hadir dalam kehidupan kita, pasti akan memberikan sebuah pelajaran berharga untuk diri kita."


"Tinggallah disini, agar kau mempunyai keluarga. Meskipun kita yang berkumpul disini adalah orang asing, tetapi kita akan menjadi saudara dan keluarga mulai saat ini." ucap Mella dengan tulus.


Chika menangis, Mella kemudian memeluk tubuh Chika yang bergetar karena tangisnya. Mella ingat bagaimana rasanya hidup dijalan.


Harus menahan haus dan lapar, serta panas dan dinginnya alam tanpa tau tempat dimana bisa berteduh.


"Terimakasih Mella, terimakasih untuk semua kebaikan mu. Tapi bukankah ini sebuah panti asuhan ?." tanya Chika.

__ADS_1


"Iya Chika, tinggallah disini bersama yang lain." Jawab Mella lagi.


Chika mengangguk dan ia langsung sujud syukur karena telah mendapatkan sebuah tempat tinggal yang baru dan juga keluarga baru tentunya.


__ADS_2