
.
.
.
Aisyah masih tampak seperti orang yang kebingungan, Reyhan dan Galang yang melihat itu menjadi sedikit panik dan khawatir, mereka berdua,terus memanggil manggil gadis yang kini masih duduk di jalanan sambil memeluk lutut nya
"Mbak...,mbak..kamu gak papa kan..."panggil Galang sambil menepuk-nepuk bahu Aisyah tapi tidak ada respon apa pun dari gadis itu.
Reyhan yang melihat itu pun berpikir keras,mata nya terus saja memperhatikan Si gadis berparas cantik yang hampir saja di tabrak oleh mobil nya itu.
"Ada apa dengan gadis ini, kenapa ia seperti tidak mendengar dan malah Asyik dengan dunia nya sendiri"batin Reyhan,ia pun mencoba mendekati Galang dan Aisyah.
Reyhan menjongkok kan tubuh nya dan tangan nya terangkat ingin menyentuh pipi Aisyah,tapi sebelum itu terjadi Aisyah ambruk tak sadarkan diri, Aisyah memiliki trauma dengan kendaraan,karena dulu Ayah nya meninggal dalam sebuah kecelakaan, ingatan nya akan tragedi mengerikan itu bermunculan di benak nya,dan membuat merasa tertekan dan akhir nya jatuh pingsan. Reyhan dengan sigap menahan tubuh kecil Aisyah.
Melihat hal itu Galang dan Reyhan semakin panik,dan Reyhan pun menggendong Aisyah lalu ia memasukkan nya kedalam mobil,ia berniat membawa Gadis itu pulang ke apartemen nya.di karenakan Rumah sakit cukup jauh dari lokasi mereka berdua sekarang,dan ini juga sudah larut malam.karena hal itu lah Reyhan memutuskan untuk membawa Aisyah pulang bersama nya.
__ADS_1
Galang pun menurutinya dan ia pun melajukan mobil nya menuju apartemen Reyhan.setiba nya di depan Apartemen Reyhan pun turun dengan Aisyah yang masih berada di gendongan nya.sedang kan Galang harus memarkirkan mobil mereka terlebih dahulu.Reyhan masuk lebih dulu bersama Aisyah sedang kan Galang akan menyusul kemudian.
Kini Reyhan sudah berada di apartemen nya,dan ia pun meletakkan Aisyah di atas kasur yang ada di kamar nya.lalu ia pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.setelah beberapa saat ia pun selesai dengan ritual mandi nya.Kini ia sudah merasa lebih segar dan rasa lelahnya sedikit berkurang.
"Hmmm,aku tidak percaya, bagaimana bisa aku membawa seorang gadis ke apartemen ku,kalau mama dan papa tau..pasti mereka...,"benak Reyhan sambil menatap lurus ke arah Aisyah yang kini terlelap dengan tenang.
"Rey... Reyhan.. Reyhan...Lo di mana?" Teriak Galang yang kini sudah berada di Apartemen Reyhan,ia tidak mungkin meninggalkan sahabat nya itu dengan seorang gadis.bukan nya tidak percaya dengan Reyhan tapi Galang tau walau bagaimana pun Reyhan tetap lah seorang lelaki yang memiliki hasrat.
"Apa sih..gak usah teriak teriak kali..Lo pikir gue budek apa" kesal Reyhan dan menghampiri galang,ia merasa dongkol dengan kelakuan sahabat nya itu
"Lo gak ngapa ngapain tuh cewek kan "tanya Galang dengan enteng nya dengan wajah yang di buat buat seperti seorang detektif yang sedang mengintrogasi pelaku kejahatan.
"Wlee...." Ejek Galang sambil menjulurkan lidah nya.melihat itu Reyhan pun lantas mengejar Galang ,selama beberapa saat mereka saling kejar mengejar hingga akhir nya mereka pun ambruk di atas kasur kerena kelelahan dan akhirnya mereka pun terlelap.
Pagi hari pun datang,sinar mentari masuk melalui celah celah gorden,dan menyilaukan mata Aisyah. Aisyah menggeliat kan tubuh nya dan mengucap ngucek mata nya ,dan saat ia sudah benar benar membuka matanya, betapa terkejutnya ia , Aisyah menyadari bahwa kini ia tidak sedang berada di kamar kontrakan nya,kamar ini jauh lebih bagus dan luas.
Ia pun mencoba mengingat ingat kembali apa yang sudah terjadi pada nya semalam,tapi ia tak bisa mengingat apa pun.ia melihat ke sekeliling ruangan itu,dan mata nya berhenti pada pintu yang terbuka dan netra nya tertuju pada seseorang yang berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Akhhhhhh...,"Teriak Aisyah spontan setelah melihat seorang pria yang berdiri di ambang pintu ,dan orang itu adalah Galang,ia berniat ingin memeriksa apakah Aisyah sudah bangun apa belum.tapi saat ia membuka pintu ia malah mendapat teriakan dari gadis itu.
"Hey..heyy,kenapa kau berteriak seperti itu, aku tidak akan memakan mu"ucap Galang sambil melangkah kan kaki mendekati Aisyah.
Melihat Galang mendekat ke arah nya , Aisyah menjadi parno ,lalu ia pun melempari Galang dengan bantal dan guling.serta benda apa pun yang ia lihat.
"Akhh..pergi, jangan mendekat!" Teriak Aisyah sambil masih melempari Galang , sedang kan Galang meringis karena serangan dari Aisyah.
Setelah itu Aisyah pun beranjak dan berlari ke luar kamar,dan ia tidak sengaja bertabrakan dengan Reyhan yang ingin masuk, Reyhan yang mendengar keributan di dalam kamar , memutuskan untuk melihat apa yang terjadi,dan saat ia ingin masuk , Aisyah keluar dan menabrak nya dan membuat nya terjatuh bersama Aisyah dengan gadis itu yang berada di atas tubuh nya.
Pandangan mereka bertemu,untuk beberapa saat mereka saling diam lalu kemudian sadar kembali, Aisyah beranjak dari tubuh Reyhan ,dan Reyhan pun mencoba untuk berdiri .Galang yang melihat mereka seketika terpukau.
Reyhan menatap Aisyah dalam, sedang kan Aisyah hanya diam sambil menunduk kan kepada nya.ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan sekarang. Bahkan untuk berlari pun ia sudah tak bisa ,ia sudah menguras tenaganya tadi karena menyerang Galang.jadi ia hanya bisa pasrah.
"Hmm, siapa nama mu?"tanya Reyhan,dari gerak gerik Aisyah,ia tau bahwa gadis yang kini berdiri di depan nya sedang dalam perasaan takut,dan Reyhan pun merasa gemas melihat hal itu,ia sangat ingin mengerjai gadis itu tapi hati kecil nya berkata jangan.
"Emmm..."Aisyah mengangkat kepala nya ,mata indah nya menatap reyhan.dan membuat jantung pria itu berdetak tidak karuan.
__ADS_1
"Nama ku Aisyah..."jawab Aisyah singkat ,ini tidak seperti yang ia bayang kan, ia pikir pria tampan yang sedang berdiri di depan nya ini akan melakukan hal buruk pada nya, ia sudah salah sangka,
"Hmm, baiklah Aisyah, sekarang sebaiknya kau mandi dulu, kemudian kita sarapan bersama"titah Reyhan dan mendapat anggukan oleh Aisyah tanda ia setuju.lalu Aisyah pun kembali masuk kedalam kamar, sedang kan Reyhan kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda.dan meninggal kan Galang yang masih berdiri di tempat nya sambil mencerna apa yang baru saja terjadi.