Aku, Kamu, Dan Dia

Aku, Kamu, Dan Dia
Pulang dari rumah sakit


__ADS_3

Keesokan hari, Reyhan datang d rumah sakit pagi2 sekali & membawa sarapan. Tiara masih terlelap dlm tidurnya.


Cklek.....


" kamu g tidur al ?" tanya reyhan


" Bagaimana aku bisa tdr, kalau semalam istri kamu nangis terus. sampai bingung aku buat menenangkannya. sepertinya loe musthi siap2 buat melepaskan dia bro." ucap aldo


" brengsek loe al, malah doa in gw yg g baik. aku g bisa kehilangan dia al. apalagi dia sedang mengandung anakku." ucap ku pada reyhan. dan ku belai rambut istriku & ku kecup keningnya. Aldo hanya melihat kekahawatiran di wajah Reyhan.


Tidak berapa lama Tiara bangun & melihat Reyhan di sampingnya.


" hei...selamat pagi sayang." ucap aldo tersenyum pada tiara. dan meyodorkan gelas berisi air.


" Terima kasih." ucap tiara menyerahkan gelas setelah meneguknya.


" boleh aku menyapa anakku?" tanya reyhan

__ADS_1


Reyhan mengelus & mencium perut tiara yg masih rata serta berbicara pada perut tiara


" selamat pagi anak daddy. sehat2 kamu di dalam perut mommy ya. jangan nakal & jangan buat susah mommy. daddy akan selalu melindungi kalian & juga mommy. kalian & mommy adalah hidup daddy." Reyhan mengelus2 perut tiara. Tiara membiarkan hal itu krn seminggu setelah ini Reyhan tdk akan melihat dia & anaknya. Tiara berniat akan pergi keluar kota. setelah Rafly kembali.


Tiara sdh menceritakan semuanya pada rafly. Dan rafly bersedia membantu tiara. kebetulan Rafly akan mengurus usaha orang tuanya di jakarta. jd tiara bisa ikut Rafly ke Jakarta.


" Berbicara sepuasnya dgn anakku Rey, sebelum kamu tdk bisa berbicara dan menemuinya lagi." ucap Tiara dgn meneteskan air mata.


Reyhan sontak menatap tiara dan memegang erat tangannya & memeluknya dgn erat. " Sayang janga bicara seperti itu. kamu sdh janji tdk akan meninggalkanku apapun yg terjadi & bagaimanapun keadaannya. "


" Tapi kita menikah karena cinta. aku mencintai kamu tiara." Reyhan berkata dgn tdk melepaskan pelukannya sampai suster dtg & membuyarkan percakapan mereka.


" Selamat pagi bu. kita lepas ya infusnya. ibu sdh boleh pulang. dan ini obat2 nya semua sdh tertulis aturannya. administrasinya sdh di selesaikan oleh Bp. Aldo. ibu bisa berkemas. jaga selalu ibu nya ya pak. krn trisemester 1 adalah masa rawan & pembentukan otaknya." ucap suster itu lalu pergi meninggalkan ruangan.


Setelah di perbolehkan pulang, tiara turun dr bankarnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Reyhan merapikan semua barang2 tiara. setelah selesai membersihkan diri & ganti baju. mereka bersiap untuk pulang. Tiara mengambil Hp nya untuk memesan taksi online.


" Aku yg antar kamu pulang. Jangan membantah. aku punya batas kesabaran tiara. kamu sedang mengandung anakku. kamu tanggung jawabku." Reyhan berbicara dgn nada agak tinggi.

__ADS_1


" Al, terima kasih ya. seminggu ini aku akan cuti. kalau stella/mami dtg ke kantor tolong bilang kalau aku lg luar kota. Dan tolong handle perusahaan sementara waktu. seminggu ini aku akan menemani tiara. aku mau mendapatkan hatinya kembali. dan aku g mau dia nekat meninggalkanku." ucap reyhan seraya menepuk bahu aldo


" Tenang bro...gw akan selalu bantu loe. gw akan selalu di pihak loe." kembali aldo menepuk bahu Reyhan


Tiara naik mobil reyhan. selama perjalanan tdk ada pembicaraan antara tiara dan reyhan hingga sampai di apartement. sesampai di apartement tiara lgs masuk kamar dan merebahkan dirinya di ranjang. Reyhan ke dapur untuk membuatkan nya makanan. krn dr pagi tiara belum makan.


tok....tok....


cklek....


" sayang.....aku bawakan sup & udang goreng tepung favorite kamu. ini aku masak sendiri loh." ucap reyhan sambil membelai rambut tiara


" Sayang...tolong jangan menyiksa dirimu & anak kita. kamu harus makan buat anak kita. aku mohon tiara."


Tiara terbangun dan duduk di sandaran ranjang. dia mengambil makanannya hingga habis.


" terima kasih." ucap tiara lalu mencium pipi reyhan

__ADS_1


__ADS_2