Aku, Kamu, Dan Dia

Aku, Kamu, Dan Dia
Anak laki laki


__ADS_3

Tiara Pov


Semenjak pindah ke Jakarta aku lebih mandiri. Ku menghadapi kehamilanku dgn di temani Rafli. Usia kandungan ku sdh masuk 18 minggu. hr ini jadwal aku check up. Saat di USG betapa senang aku melihat anakku. aku mengucap syukur atas anugerah terindah yg di berikan Tuhan. Tiba2 aku teringat Reyhan, ayah dr anakku. Ku kirimkan paket foto hasil usg anak kami kepadanya. dan ku katakan bahwa anak kami laki2 dan sehat. setelah memeriksakan ke dokter aku kembali ke perusahaan.


" Hai...ti, gimana hasil check up nya? sehatkan kandunganmu? mana hasil usg nya?"


" Baik raf, usia kandunganku sdh 18minggu. dia sehat. ini foto nya. lucukan raf."


" Iya...dia lucu."


setlah itu aku kembalibke mejaku. iya benar aku bekerja di perusahaan rafli sebagai sekrerarisnya. perusahaan rafli sangat besar. bahkan lebih besar dr perusahaan reyhan.

__ADS_1


Rafli Pov


Setelah tiara pergi dr ruanganku, aku memikirkan cara bagaimana caranya aku biacara padanya, mengatakan padanya aku ingin menikahinya. anaknya butuh pengakuan, butuh akte kelahiran & dia butuh sosok seorang ayah.


" Huft...." kehembuskan kasar nafasku. nantilah aku pikirkan sembari berjalannya waktu.


lalu aku kembali dgn pekerjaanku.


Aku sdh lama mengetahui keberadaan tiara, namun aku sembunyikan dr reyhan. aku pantau tiara dr jauh. aku lega karena dia & anaknya baik2 saja. dan semua kebutuhannya terpenuhi. iya sahabatnya yg bernama rafli selalu ada buat dia. jadi aku tenang. meskipun semenjak kepergian tiara reyhan kehilangan semangatnya. sikapnya kembali dingin & sering marah.


Reyhan Pov

__ADS_1


Semenjak kepergian tiara aku kembali pada pribadi yg dingin. setiap hari sepulang kerja ku luangkan waktu untuk ke apartement, sekedar mengenang kenangan bersamanya. Pagi ini aku ke kantor seperti biasanya. di sela tumpukan document pekerjaanku kulihat ada surat dengan amplop putih. ku buka amplop itu. kudapati sebuah foto hasil usg. yg isinya dikatakan bahwa anakku sehat & jenis kelaminnya laki2. tersentak aku melihat isi nya. iya benar itu dr tiara. kulihat alamt pengirimannya. namun tdk ada. tapi aku tahu itu dr jakarta. aku berlari keruangan aldo. ku tunjukkan foto usg anakku. dengan senang dia menepuk bahuku.


" al....anakku laki2. Tiara mengirimkan foto usg anak kami."


" selamat ya bro....akhirnya kamu mendapat kabar juga dr tiara. berarti kamu sdh tahu dia dimana?"


" ya aku tahu dia di jakarta, namun aku tdk tahu alamat jelasnya."


" sabar bro...semua ada waktu nya. skrgvloe fokus sm stella. bagaimana pun dia juga istri loe. loe udah nikah 4 bulan." ucap aldo dengan menepuk bahuku


Setelah itu aku kembali ke ruanganku & mendapatkan stella disana. iya benar kami memang ada janji makan siang hr ini. selama menikah dgn stella aku tdk pernah menyentuhnya. dan stella juga tdk pernah komplain selama aku memberikan apa yg dia mau. kami makan siang dan lanjut ke rumah mami. krn memang sdh lama aku tdk kerumah mami. selama perjalanan aku & stella tdk banyak berbicara. ya aku memang tdk pernah menganggap stella sebagai istriku. dan aku tdk pernah memberikannya nafkah batin. aku tdk mampu melakukannya dengan stella. setelah sampai d rumah mami, aku menuju ruang belakang di sana ada kolam renang. ku nyalakan rokok & ku nikmati tembakaunya. pikiranku hanya tertuju pada tiara. aku merasa bersalah membiarkan dia menjalani kehamilannya sendiri. dia pasti berjuang sendiri. di saat2 sulit kehamilannya.

__ADS_1


__ADS_2