
Pagi tu Riani tidak menolong ibunya,ia berangkat lebih pagi, sehingga ia tak tergesa gesa kekantor,dikantor Riani mai hp,ia tampak tersenyum,ia mengira ,bosnya belum datang dan jam kerja belum di mulai ,kerna pagi sekali ia berangkat kekantor,tanpa ia sadari bosnya telah berdiri di depan mejanya,mata bos menatap tajam padanya,melihat itu temannya diam,mereka mulai bekerja,karena takut di marahi bos.
"Hai!,kamu kira ke kantor ini untuk main hp."
Riani terkejut ia terlonjak mendengar hardikan mengarah kepadanya ,ia melihat pada asal suara itu,mulanya ia ingin marah tapi saat melihat siapa di sana ia mengurungkan niatnya.
"ma.maaf pak,saya tidak melihat bapak datang."Bos tersenyum mengejek.
"Kalau saya tidak datang,kamu akan bermain hp seharian di sini ya!."
Novi mengelengkan kepalanya.ia mulai takut pada bosnya.
"Maaf pak saya salah,saya tidak akan mengulanginya pak"
Bos masih menatap tajam padanya.Dengan perasaan tak nenentu ia mulai bekerja,setelah memperhatikan Riani ,Salim pun berlalu
Riani pergi ke moll saat pulang dari bekerja,ia mau mencari baju untuk bekerja,ia mendengar ada diskon besar besaran di sana,Riani pergi sendiri,saat ia mau memilih baju ia bertabrakan dengan seorang wanita yang sebaya dengannya.
"Maaf mbak ,saya tidak sengaja."
Wanita yang di tabrak,melihat padanya ia tersenyum,ia seperti mengenal Riani,wanita itu menatapnya,seperti sedang berpikir,tiba tiba ia seperti mengenal Riani ia berteriak,
"Kamu Riani ya!,kamu teman SMP saya,kamu teman sebangku saya,apakah kamu masih ingat saya,saya Lusi,kamu sering kerumah saya dulu."
Riani meperhatikan lusi,ia mengingat ingat,setelah cukup lama memperhatikan lusi ia baru tersenyum dan memeluk lusi.
"Saya ingat sekarang,kamu lusi,teman saya yang sering bantu saya,yang sering mentraktir saya."
Mereka berpelukan,sambil melompat lompat kegirangan,setelah berpelukan mereka saling pandang.dan tertawa.
"Kamu banyak berubah Riani,kamu sangat cantik sekarang,saya hampir tidak mengenalmu,karna kamu ada lesung pipi maka saya bisa mengenalmu "
Riani tersenyum,lesung pipinya terlihat,
"Karna tahi lalat di atas bibir,saya baru teringat pada kamu lusi."
"Kita berdua ada tanda lahir,itu makanya kita dulu berteman baik."
Mereka berdua saling tatap,dan tersenyum.
"Lusi kamu mau beli apa?"Riani bertanya
"saya tidak beli apa apa hanya mau menghilangkan suntuk saja saya ke sini tadi,kalau kamu mau beli apa Riani?.Lusi balik bertanya,
__ADS_1
"Mau beli baju untuk bekerja."
"Kamu rupanya sudah bekerja Riani, kalau saya masih kuliah,saya mengambil S2 di prancis,saya baru tiga hari di rumah,karna libur kuliah."
Riani tersenyum ia mengetahui orang tua Riani ini orang kaya,tapi Lusi orangnya rendah hati dan baik.
"Riani,saya minta nomor dan alamat rumah kamu,nanti saya kasih kamu nomor dan alamat rumah saya,saya ingin kita seperti dulu lagi".
Setelah saling menukar nomor telepon Lusi melihat ke jamnya,ia melihat pada Riani
"Maaf ya Riani,saya tak bisa lama lama,sebentar lagi ada pertemuan keluarga jadi saya tak bisa lama di sini."
Mereka berdua bepelukan ,setelah melambaikan tangan Lusi berlalu.kini tinggal Riani sendiri mencari baju kerjanya.
Lusi tiba di rumah sebelum orang tua dan kakak laki lakinya datang.Rumah Lusi besar,dan megah ,ia tinggal di rumah bersama beberapa orang pembantu.Orang tuanya sering di luar negeri mengurus bisnis,sedang kakaknya sibuk bekerja ia pulang malam saja untuk istirahat,ia tak merasa canggung saat ia kuliah di luar negeri karna ia biasa sendiri.Hari ini ia menunggu orang tuanya yang akan datang dari luar negeri,mereka akan makan siang bersama.Tak lama masuklah mobil kepekaragan rumahnya,keluarlah lelaki tampan dan dua orang tua yan berusia sekitar lima puluhan.orang tua itu sangat berwibawa .Lusi memeluk mereka orang tua lusi memeluk dengan rasa sayang.mereka sama sama masuk ke dalam rumah.
"Lusi,kamu berapa hari di sini,kalau lama kamu bisa bekerja membantu mas di kantor,mas akhir akhir ini sangat sibuk."
Lusi melihat pada kakaknya.
"Saya disini selama liburan kampus mas,kalau mas mengajak saya bekerja di kantor ,saya tak mau terikat dan asal di bayar mahal saya mau"
.Lusi tersenyum manja kepada kakaknya ,kakaknya sangat gemes mendengar ucapan adiknya .
Lusi tampak gembira,ia tersenyum pada masnya.
"Saya setujuh kapan saya masuk kerja mas?,".
Tiba tiba novi teringat sesuatu .
"Minggu depan saja mas,saya seminggu ini ingin bersenang senang dan mau reuni dulu sama teman waktu SMP.Salim tersenyum ia mengacungkan jempolnya,Riani tersenyum.
Orang tua mereka tersenyum mendengar pembicaraan kedua anaknya.
Dirumah Riani,gadis itu mencocokkan baju, baju pas di badan Riani,Riani terlihat bertambah cantik.,Ibu masuk kekamar Riani,ibu tersenyum.
"kamu beli baju baru nak,cocok nampaknya baju ini denganmu."
Novi melihat pada ibunya ,ia tersenyum.
"Baju kerja saya hanya dua helai bu,saya letih mencuci tiap hari kadang tak kering,di pakai ia berbauk karna lembab, itu maka setelah gajian saya beli baju dulu untuk kerja,untuk cari uang bu."
"Apa ada duit orang yang berserakan?.""
__ADS_1
ibu bertanya pada Riani,Riani mengangguk,ibu dan anak itu tertawa .
"Siapa tahu ada bu,biar saya mengumpulkan uangnya".
Riani menanbahkan,ibu mengusap kepala Riani
"Bu,maafkan saya,saya belum bisa mengasih ibu uang,saya akan usahakan bulan depan saya kasih ibu uang setelah gajian.
ibu tersenyum sayang pada Riani,
"Sayang ,ibu ada uang,penuhi saja kebutuhanmu,tak usah pikir macam macam,kamu pasti banyak kebutuhan,kamu butuh uang."Riani memeluk ibunya,mereka saling peluk beberapa saat,dan akhirnya melepaskannya.
"Bu,saya ingin sekali ibu menikmati pencarian saya bu,"
Ibu mengusap punggung anaknya,ia terharu,ia bersukur mendapatkan anak yang baik.
"Nak,kamu seperti ini saja ibu sudah bersukur,ibu tak butuh apa apa dari mu nak,yang ibu mau dari kamu, kamu mejadi anak yang baik,patuh dan rajin sholat"
Riani terharu mendengar kata kata ibunya
"Saya akan mendengar ucapan ibu ,saya juga butuh doa dari ibu,supaya saya selamat di dunia dan selamat di akhirat bu."
"Aamiin"Mereka berdua mengaminkan.
"Bagaimana pekerjaan mu nak?"
ibu bertanya dijawab dengan senyuman oleh Riani,melihat itu,ibu juga tersenyum.
"Pekerjaan di kantor baik bu"
Riani sengaja tak memberi tahu ibunya perlakuan bos kepadanya,ia takut jadi pikiran ibunya perlakuan bosnya itu terhadapnya.
"Baguslah kalau begitu,kamu harus rajin bekerja,tunjukan keahlianmu jangan pemalas,karna kamu tahu kan cari pekerjaan itu susah nak."
"iya bu"
Riani menjawab sambil menganggukan kepala,ibu tersenyum melihat pada Riani
Riani ibu keluar dulu,istirahatlah,oooya,apa kamu sudah sholat nak?."Ibu bertanya,Riani melihat pada ibunya,
"Sudah bu"
Mendengar jawaban Riani ibu tersenyum dan berjalan keluar kamar Riani,
__ADS_1