Aku Berpacaran Dengan Ceo Arogan

Aku Berpacaran Dengan Ceo Arogan
Kisah masa lalu


__ADS_3

Lusi memasuki kamar Salim ,dilihatnya kakanya sedang bekerja di kamar,ia tersenyum melihat kakaknya selalu gila kerja,lusi mendekati salim Salim melihatnya sesaat lalu ia bekerja lagi.


"Ada apa lusi".


Salim bertanya pada Lusi,ia tetap bekerja


Tadi saya ketemu Riani,mas ingat tak,mas naksir padanya dulu,waktu saya SMP kelas tiga,ia sekarang sangat cantik,ia telah tinggal di kota ini juga mas."


Lusi bercerita antusias.Salim masih melakukan pekerjaanya.


Kamu ke sini hanya ingin berkata itu saja Lusi?"


Lusi tesenyum dan mengangguk.


"Mas,kok mas cuek saja,dulu mas sering bertanya mengenai Riani,dulu setelah saya pulang sekolah, mas selalu menanyakan dia,sekarang sok cuek,saya mau pergi saja tak asik sama mas,malas saya menceritakan tentang Riani."


Dengan kesal Lusi keluar dari kamar Salim,Salim menatap kepergian Lusi,ia perlahan berkata,


"Saya sudah setiap hari dek melihat Riani, kamu tak perlu menceritakannya,dia setiap hari berada di dekat saya dek."


Salim berkata, ia tersenyum penuh arti


Lusi masih kesal pada pada salim ia mengomel sendiri.


""Sok cuek sok jual mahal,dulu saat saya keluar negeti mengikuti orang tua dan Riani pindah, ia seperi orang gila,sekarang so tak mau mendengar berita Riani,awas nanti!,kalau bertanya mengenai Riani saya tak akan cerita,saya akan jua mahal juga menceritakannya,biar tahu rasa!."


Lusi tersenyum sendiri mengingat wajah kecewa Masnya.


Riani bergegas pergi ke pantri,ketika melihat bos nya Salim datang menuju kearahnya,Salim merasa heran melihat Riani ,ketika melihat dia pergi menjauh,tapi ia diam saja ia menuju ruangannya,saat ia mulai bekerja,ia mendengar ada ketukan..


"Masuk" Salim menyuruh masuk orang yang nengetuk pintu,orang itu masuk,ia terkejut ketika dilihatnya Riani sedang membawakan kopi untuknya.


"Siapa yang menyuruh kamu untuk membuatkan saya kopi?"Salim bertanya,mendengar pertanyaan Salim Riani terdiam.


"Hai!,malah diam disitu,mana kopinya,cepat kemari,berikan kopi itu,".


Riani tersentak,untung kopi tak tumpah,ia meletakan kopi ke meja Salim.Saat Riani akan pergi,salim menegurnya.


"Siapa suruh kamu boleh pergi"


Riani memandang salim,salim melihat Riani dengan tatapan tajam ,Riani menunduk,melihat Riani menunduk salim menahan senyumnya.


"Riani,mengapa kamu ibgin membuat kan saya kopi,kamu mau mengambil muka dengan saya ya,atau kamu naksir saya ya,."


Riani melihat pada Salim,ia tampak tidak senang dengan ucapan Salim


"Pak,bapak jangan sembarang bicara,saya membuat kopi tadi karna saya tak mau bapak berkata kasar kepada saya,itu makannya sebelum bapak suruh saya cepat membuatnya."


"Ooo,jadi kamu ingin ambil muka dengan saya."


Riani bertambah kesal,ia diam saja,ia malas berdebat dengan bosnya,pasti ia akan disalahkan nanti.Riani di biarkan saja berdiri di samping kursi Salim,Riani mulai merasa pegal kakinya.


"pak boleh saya pergi,kaki saya sudah pegal."


Salin melihat sesaat pada Riani,


"Siapa yang menyuruh kamu berdiri di situ,kan kamu sendiri yang ingin berdiri."

__ADS_1


Salim berkata ,ia tetap mengerjakan pekerjaanya,Riani tampak kesal.


"Maaf pak,apa boleh saya keluar?


Riani mengulangi lagi pertanyaanya


Salim memberhentikan pekerjaanya ia menatap Riani."Silakan"


Salim menjawab singkat,Riani langsung keluar,salim tersenyum penuh arti,ia melihat Riani pergi dari ruangannya.


Setelah Riani pergi ,ia bersandar pada kursi kerjannya,ia melihat kelangit langit ia berkata.


"Mengapa saya ingin mengerjai Riani,padahal saya sangat suka padanya,kalau Lusi tahu entah apa yang akan di katakan Lusi padanya."


Salim di kejutkan suara ketukan pintu.ia memperbaiki duduknya.


"masuk!"Salim menyuruh masuk


Seorang wanita cantik masuk bersama Asistennya,wanita itu tersenyum pada salim,Salim berdiri menyambut wanita itu,ia membalas senyumnya.


"Barbara apa kabar,dengan siapa kamu ke sini.?" Barbara tersenyum.


"Sendiri,saya sudah rindu pada mu salim"


Salim tersenyum


"saya juga Barbara"


Salim mempersilakan Barbara duduk.Salim melihat pada asisten Riko.


"Ko,suruh Riani membuatkan air minum untuk Barbara."


" Riani pak,mengapa bukan ob pak?."


Salim tampak tak suka Riko memprotesnya


"Kamu sekarang banyak tanya,apa kamu tak dengar,suruh Riani yang membuatkan!.


Asisten terkejut,Salim meninggikan suaranya,melihat mata tajam Salim sang asisten bergegas pergi


Barbara memperhatikan sikap salim .ia faham dengan sikap salim,ia penasaran sama Riani.


"Salim siapa Riani?


Salim nenoleh pada Barbara,ia tersenyum.


Riani ,seorang karyawati di sini,ia suka bertengkar dengan saya."


mendengar ucapan Salim Barbara tersenyum.


"Salim, apa tak salah ni!,tak mungkin seorang karyawati memulai bertengkar padamu,pasti deh,kamu yang buat gara gara dulu."


belum sempat salim menjawab ,terdengar ketukan pintu


"Masuk!"Salim nenyuruh masuk,perlahan pintu di buka,terlihat seorang wanita membawa baki yang terdapat air minum.perempuan itu meletakan jus dan beberapa makanan ringan.


"Silakan minum Buk"

__ADS_1


Riani mempersilakan teman Salim Minum.Barbara memperhatikan Riani,ia mengagumi kecantikan Riani,ia tersenyum.


"Maaf ya,apa kamu yang bernama Riani?


Riani terkejut,ia tesenyum dan menganggukan kepala


Maaf buk,ibu tahu nama saya dari mana,apa ibu mengenal saya?."


Barbara tersenyum ia melirik pada Salim


"Dari Salim"Barbara berkata singkat,Salim terkejut mendengar ucapan Rebeka


"Kamu jangan mengada ngada Barbara,kapan saya memberi tahu nama dia."


Salim berkata sambil menunjuk Riani,Riani cemberut melihat Salim,Varbara tertawa


kalian berdua lucu,seperti anak anak saja."


Salim dan Riana terdiam.


"Riana dari pada kamu berdiri dan kakimu pegal lebih baik kamu keluar saja."


Riani melihat pada Salim salim melihat padanya dab memberi kode untuk keluar.Riani akhirnya keluar.


Sepeninggal Riana ,Barbara tertawa mengoda pada Salim,Salim cemberut seperti anak keci.


"Salim,salim,kamu kalau jatuh cinta lucu sekali tingkahmu,sok galak."


"Siapa yang jatuh cinta."


Saya ini telah lama berteman dengan kamu, sejak kamu mulai masuk SMA,saya tahu o


persis kelakuan kamu,saya tak usah kamu bohongi Salim,kalau kamu seperti itu,mana mau Riani sama kamu."


Tak mau ya sudah!." Salim menjawab ketus


Barbara tertawa


"Kan ketahuan,kamu suka Riani."


Salim membuang muka saat Rebeka tertawa.


Sementara itu Riani tampak kesal,ia berkata sendiri,


"Mentang mentang bos,bertingkah seenaknya saja,kan ada ob, mengaps harus saya yang harus mengantarkan makanan dan minuman itu,seenaknya juga mempermalukan saya di depan pacarnya,dasar bos arogan.


Saat ia mengomel ia berpapasan dengan asisten salim,asisten tersenyum melihat Riana ngomel sendiri


"Ada apa Riani,kok kelihatan kesal."


Riani tersenyum,


"Eeh,pak asisten,tidak ada apa apa pak "


Riani berusaha tenang seperti ia tak ada masalah,ia takut pak asisten akan memberi tahu tingkahnya kepada bosnya.


Maaf pak,saya kemeja saya dulu pak?."

__ADS_1


Asisten mengangguk,Riani berjalan meninggalkan asisten Salim


__ADS_2