
Lusi menelepon Riani,ia sangat rindu dengan teman masa keciknya itu.
"Riani,saya mau berjalan jalan dengan kamu apa kamu bersedia,saya kangen sama kamu.,saya jemput kamu ya,jangan lupa serlok ya.
"ok" Novi langsung mengetik hpnya,Riani segera mandi.setelah rapi ia minta izin pada mamanya
"Bu,saya mau keluar,saya mau pergi dengan lusi ibu mungkin masih ingat ngak, lusi yang anak orang kaya, yang sering menolong Riani dulu."
ibu mencoba mengingat ingat, setelah beberapa saat,
"Ooya,lusi yabg ada tahi lalat itu ya."
Ibu baru mengingat Lusi,tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah,sebuah mobil pajero hitam.saat melihat siapa pemiliknya,Riani tersenyum melihat Lusi turun dari mobil..Lusu turun ua twrsenyum pada ibu Riani lalu mencium tangan ibu Riani.Setelah Lusi mencium tangan ibunya ia di suruh masuk.
"Masuk nak,jangan bicara di luar saja."
Lusi melihat pada Riani tersenyum pada ibunya.
"Ibu,kami mau keluar,kami langsung pergi,tak apa apa kan bu?.
Ibu tersenyum,ia membekai punggung Lusi tanda sayang
"Pergilah jangan pulang malam malam ya nak?.
Kedua gadis itu tersenyum sambil mengangguk.
Setelah berpamitan kedua gadis itu pergi dengan mengendarai mobil.Didalam mobil mereka berbibcanf bincang.
",Kita kemana Lusi".Lusi melirik Riani.
"Saya mau ke butik dulu,tak apa kan?
"Tak apa,saya belym pernah je butik,Lusi,pakaiannya mahal mahal ,tak sesuai dengan kantong saya,jalau saya paksakan bisa habis gaji saya sebulan,atau bahkan bisa bisa pulang saya tak memakai apa apa karna berutang."
Riani tertawa,Lusi ikut juga tertawa. tak lama mereka sampai di butik,mereka dilayani dengan baik,Riani memperhatikan pakaianya bagus bagus semua.
Lusi nengambil beberapa pakaian,ia membawa Riani ke kamar ganti,lusi mencobanya,Riani kagum,Lusi nampak cantik pakai gaun.sesaat Riani tertegun melihat kecantikan Lusi,Lusi menyodorkan tiga helai pakaian kepada Riani,Riani melihat sahabatnya,sahabatnya memaksa ia mencoba tiga baju tersebut,dengan terpaksa Riani memakai gaun yang pertama,Riani terlihat sangat cantik,Lusi mengagumi kecantikannya,vaju itu pas dengannya.
"Kamu sangat cantik Riani,saya telah menduga,kamu sangat cantik kalau memakai baju itu". Riani tersenyum malu
"Kamu pintar sekali memuji orang Lusi."
__ADS_1
"Riani coba baju yang satunya lagi."
Riani mencoba baju yang lainnya.Tanpa sepengetahuan Riani Lusi membeli ketiga baju untuk Riani.setwlah selesai di butik nereka mwlanjutkan perjalannya lagi.
Sementara itu Salim pergi bersama Rebeka,ia telah berjanji membawa temanya itu jalan jalan kalau ia ke Indonesia,Rebeka telah lancar bahasa indonesia..
"Kita makan dulu Rebeka,setelah itu kamu saya ajak keliling kota ini."
"ok,terserah padamu,salim."
Salim sengaja tak membawa Sopir,ia memakai sopir,kalau ke kantor saja,ia lebih suka mengendarai sendiri mobil mewahnyaSetelah memasuku sebuah restoran ,Salim memarkirkan mobilnya..Salim nenesan nakabab sambik menunggu nwreka berbicang.
"Salim,kalau tak salah kamu punya seorang adik perempuan,boleh saya kenalan dengannya."
"Boleh,tapi ia sekarang pergi bersama Riani."
Rebeka melihat pada Salim sambil tersenyum menggoda.
"Ada apa kamu melihat begitu pada saya Rebeka."
"Rupanya incaran kamu teman adik mu ya,bagai mana kalau kita telepon mereka biar gabung sama kita di sini"
Salim tampak tak suka.
Waw,tuan Salim,bagus sekali analisa kamu,rupanya kamu sedang menjaga Wibawa kamu sekarang,pertahankan,biar gadis yang kamu incar itu akhirnya di ambil orang."
Salim mendongkol pada Rebeka,ia tidak suka di olok olok oleh Rebeka,nelihat itu Rebeka tertawa geli.
"Salim ,salim,kamu memang teman yang paling mengemeskan Salim tampak kesal pada Rebeka.
"Mengemeskan,kamu kira saya ini apa Rebeka,enak saja kamu mengolok olok saja.
Rebeka melihat pesanan sudah datang.
"Ayo kita makan lagi Salim,perut saya sudah lapar."Rebeka mulai mengambil makanan.
"Saya kura ,kamu sudah kenyang,kerna banyak mengolikan saya tadi."
Mendengar itu Rebeka tersenyum manis pada Salim,akhirnya mereka makan,mereka menikmati makanan itu.
Riani dan Lusi berlarian di tepi pantai,mereka tiba di sana beberapa jam yang lalu,mereka mengejar ombak dan ketika ombak datang mereka berlarian mengindarinya,mereka tertawa bersama,kerna letih mereka duduk di kedai yang menjual kelapa muda mereka duduk saling berhadapan.
__ADS_1
Riani,suasana seperti sekarang ini enak pergi dengan pacar ya?
"Riani melihat Lusi ia resenyum mengoda.
Kamu sudah punya pacar ya!,kenalkan sama saya Lusi."
"Pacar saya masih di luar negeri ,ia orang prancis,nanti saya akan kenalkan padamu setelah dia ke Indonesia nanti."
Lusi melihst oada Riani.
Kalau kamu bagaimana Riani,apa sudah punya pacar?."
Riani tersenyum ia mengelengkan kepalanya
"Bagaimana saya mau pacaran Lusi, saya pulang sore,sampai di rumah saya menolong ibu,kasihan kan ibu kalau bekerja sendiri,ia sudah tua sekarang."
"Kalau ada yang suka kamu apa kamu mau berpacaran lusi?."
Eiani tersenyum pada Lusi.
"Saya belum ingin pacaran saya sibuk sekali dikantor,apa lagi bos saya itu menyebalkan sekali,apa saja gerak gerik saya selalu jadi perhatiannya,saya sering di tegur oleh bos Lusi..
"kalau begitu pindah saja Lusi ,untuk apa kita bekerja,tapi perasaan kita tertekan."
Riani terdian sesaat,ia membenarkan ucapa temannya.
Ucapan kamu benar Lusi,saya bertahan karna di kantor saya gajinya besar,saya butuk uang Lusi,saya akan memodali ibu buka warung,yabg agak besar,itu makanya saya bertahan kerja di sana Lusi.
Lusi mengangguk angguk.
Riani,bagai mana kalau kamu bekerja di perusahaan kakak saya,tapi gini saja,mas saya menyuruh saya membantunya selama saya libur,saya nenyanggupinya,setelah saya bekerja nanti saya minta ksama mas untuk menerima kamu bekerja padanya,nas saya itu selaku menuruti oermintaan saya Riani,pokonta kamu serahkan saja sama saya ya?."
Lusi sangat ingin sekali Riani bekerja di perusahaan masnya.
"Nanti mas kamu marah sama kamu Lusi ,membawa sembarang orang masuk ke perusahaanya."
Riani tampak ragu dengan ajakan Lusi.
"Kamu ini bukan orang lain Riani,walau kita sudah lama berpisa dan tidak berhubungan,kita berdua adalah sahabat karib,kita seperti saudara,saya dulu menceritakan kedekatan kita berdua pada mama,mama senang mendengarnya.
"Pokiknya setelah saya di terima mas mu,baru saya berhenti bekerja di perusaah bos arogan itu.
__ADS_1
Lusi tertawa mendengar ucapan Riani. air kelapa muda yan di oesan sudah datang mereka berdua meminumnya.
Bantu like dan komen ya,biar saya semakin semangat membuat cerita ini kk..