Aku Berpacaran Dengan Ceo Arogan

Aku Berpacaran Dengan Ceo Arogan
Bekerja di tempat kk


__ADS_3

Hari telah sore Lusi mengendarai mobil menuju rumah Riani.mereka melihat ibu Riani sedang menyapu halam,ibu tersenyum ketika melihat Riani dan Lusi turun dari mobil.Setelah di suruh masuk ibu ,Lusi masuk kerumah Riani,ia perhatikan suasana di dalam rumah,walau sederhana tapi rumah itu bersih.ibu meletakan air dan goreng pisang,Lusi merasa tak enak, Ibu yang langsung menghidangkan air dan goreng


"Wah merepotkan ibu,biar saya ambil sendiri saja buk,kan Riani bukan orang lain bagi saya,berati ibu juga ibu saya,ibu duduk saja,"


.Ibu tersenyum pada Lusi


Hanya membuatkan air,itu tidak akan merepotkan ibu,kita makan malam dulu ya,ibu sudah memasak nasi untuk kamu Lusi.,Lusi tersenyum ,Riani cemberut pada ibunya


Kok untuk Lusi,bu,apa ibu tidak melebihkan memasak untuk saya.Riani cemberut,ia bercanda pada ibunya


Tentu saja ibu memasak untuk kita semua,kamu seperti anak kecil saja apa kamu tak malu pada Lusi nak?."


Riani tersenyum ,matanya mengerjab ngerjab,membuat Lusi tersenyum.


Mereka makan bersama,Lusi lahap sekali makannya,ia melihat pada ibu


"Bu,masakan ibu enak sekali,saya jarang makan masakan seperti ini bu."


ibu tersenyum mendengar pujian Lusi


Kalau enak ,tambahlah nasinya Lusi."


Lusi memegang perutnya.


Sudah kenyang bu,saya biasanya sedikit makan,takut gemuk bu."


"makan sekali kali di sini tidak akan menyebabkan gemuk Lusi."


Lusi tersenyum,gigi nya yang putih tampak,nenambah cantik Lusi.


Lusi meninggalkan sebungkus plastik di kursi ruang tamu Riani,gadis itu terkejut.


Itu kan baju yang kamu beli di butik tadi Lusi,yang kamu suruh saya yang mempasnya."


Benar,kamu kan yang mempasnya,berarti itu baju kamu,kalau saya yang mempasnya berarti baju saya." Lusi tersenyum penuh kemenangan,Riani semakin binggung,ia mau bicara lagi Lusi memotong dengan berkata terlebih dahulu.


"Terima saja,pakai besok untuk kerja,kamu sangat cantk saat saya lihat kemarin kamu memakainya.,Saya jufa beli satu mirip seowrti baju kamu,kamu pajai besok ,saya akan membawa kanu makan di restoran besok,biar kita berdua di kira anak kembar.


Salim sedang duduk di ruang tengah,ia tampak menunggu Lusi ia melihat jamnya.


"Jam berapa lusi pulang ya, dari tadi di tunggu belum datang juga,menunggu Lusi seperti menunggu orang penting saja,saya sudah sangat ngantuk ia lamvat sekali pulang.'

__ADS_1


Salim mengerutu.Tak lama terdengar suara mobil datang,Lusi berjalan dengan tersenyum simpul ketika melihat masnya.


"lho!,mas sudah pulang,cepat sekali mas pulang hari ini,biasany Jam dua belas baru pulang."


Salim tersenyum ia menyuruh Lusi duduk di kursi panjan bersamanya,ia menepuk nepuk kursi.,Lusi duduk di samping Salim.


"Dek,besok kamu mulai kerja kan?,apa kamu berangkatnya sama mas?".


Lusi mengelengkan kepalanya,


"saya bawah mobil sendiri saja mas,".


Salim tersenyum dan mengangguk,lalu ia berdiri.


"Mas mau tidur Lusi,mas letih dan ngatuk"


"Jadi mas nunggu Lusi tadi ya?"


Iya,karna akan mengabarkan ini,mas memastikan jadi atau tidak kamu ke sana,kerja di kantor mas."


Jadi dong,kan mas mau memberi gaji dengan bayaran besar."


Salim tersenyum,ia berlalu.Lusi melongo melihat Salim berlalu begitu saja.


Mereka makan bersama ,Salim nelihat adiknya,setelah makan salimberbicara dengan adiknya


"Kamu cantik sekali Lusi kalau berdandan"


Lusi tersemyum mengoga,


'Siapa dulu masnya,Salim pengusaha sukses,perusahaanya ada di dalam dan luar negeri,umur baru dua puluh tujuh tahun pacar belum punya apa lagi istri


Lusi tertawa berderai,sementara Salim nemencet hidung adiknya,Lusi ter pekik,Salim tertawa terbahak vahak


Rasain kamu sukanya mengolok ngolok masnya!,Lusi merajuk.


"Saya pergi lagi malas bicara sama mas.".Lusi langsung berjalan,melihat itu Salim berteriak


Hai kamu itu karyawan saya,mengapa pergi begitu saja tidak sopan,kamu kan saya gaji mahal ."


"Saya hanya tergiur gajinya bukan orangnya"

__ADS_1


.Novi berjalan sambil berteriak dan tersenyum,Salim tersenyum mendengar ucapan Lusi.


"Dasar mata duitan,dalam pikiranya hanya uang. saja"Salim berteriak lagi"


"Tumben Lusi rajin sekali ,jam enam pagi ia sudah keluar rumah,apa ia takut macet dan terlambat,ini kan perusahaan saya,tak mubgkin ia takut terlambat,belum saya narah padanya,ia sudah terlebuh dahulu mara pada saya".Salim bicara sendiri


Lusi hilang dari pandangan Salim,Beberapa orang art yang ada di rumah itu hanya tersenyum melihat kelakuan anak majikannya,Ketika pandangannya beradu pada Artnya Salim tersenyum malu,ia pun keluar menuju mobilnya.Lusi menuju rumah Riani ia mau menjemput Riani,ia ingin tahu tempat kerja Riani,ia sengaja pergi agak pagi,Lusi melihat jamnya,


" masih jam enam lewat saya rasa belum terlambat,mudah nudahan Riani belum pergi kerja,Sampai di rumah Riani Lusi melihat babyak orang berkerumun,ia bwrgegas turun ia tampak kwatir,terjadi apa apa padaxtemanya itu,saat ia lihat dari dekat ibu sedang mengambilkan lontong untuk pembeli,Melihat itu Lusi merasa Legah,ibu tersenyum saat melihat lusi.


"Ibu,Lusi ada?, saya mau sama sama pergi bekerja". ,Ibu melihat pada Lusi


'Lusi sudah pergi ,apa kalian tadi janji mau berangkat bersama?."Kusi mengeleng


Tidak buk,saya yang ingin menjeput Riani,saya mau mengantar kerja Riani, supaya tahu kantor Riani bu".


Baiklah bu saya permisi,pembeli ibu banyak sekali,maaf saya menganggu ibu"


Ibu tersenyum


Setelah menyalami dan mencium tangan ibu Riani Lusi pergi.Beberapa pembeli berjata,


Teman si Riani anak orang kaya,mobil seperti tadi mahal harganya.


Mendengar itu ibu hanya tersentum,mengambilkan Lontong dan bubur pada pembelinya.


Riani sampai kekantor tepat waktu,Riani tersenyum,baru ia mau duduk di kursinya, ia melihat bos sedang jalan kearahnya.ia tidak melihat pada Ria,Riani agak heran tapi ia diam saja,Salim melewati Riani,tapi tiba tiba ia kembali menatap tajam Riani,Riani asik menhidupkan komputer ia tak menyadari Salim berdiri di hadapannya,Salim mendehen,Riani nelihat siapa yang mendehem,ia terkejut ketika Salim berdiri di hadapannya,Riani cepat cepat berdiri


Maaf Bos,ada yang bisa saya bantu bos?


Salim tersenyum mengejek


Kamu tahu tak mengapa saya kembali lagi?.


Saya tidak tahu bos


"karna kamu itu tidak sopan,mengapa saya lewat tadi kamu tidak mengacuhkan saya,mengucap selamat pagi pun tidak,apa saya yang harus mengucapkan selamat pagi padanmu?."Riani mulai takut pada Salim


"Tidak pak maafkan saya,saya lalai tadi saya tidak akan mengulanginya"


Setelah mendengarkan maaf Riani, Salin menatap Riani sesaat Salim pun berlalu

__ADS_1


Riani merasa legah ketija salimbpergi,ia jembalibduduk dibangkunya dan bekerja.


__ADS_2