
Tak terasa tertidur pulas aku terbangun pagi,Teringat akan risa kalau aku ingin mendekati nya,Makanya aku langsung buru buru untuk sekolah.
Setelah semua nya siap aku turun kebawah untuk sarapan dengan Bunda,tapi rasa nya itu terlalu lama aku takut tak bertemu Risa ku pagi itu,Aku hanya minum susu yang sudah di sediakan ibu dan langsung buru buru berangkat.
****
"Ehhh ehh kokk buru buru sekali kan masih pagii,sarapan dulu restu".ucap Bunda
"Ga keburu bunda,Restu ada janji sama bidadari".Jawab ku
"Kau iniii dari kemarin bidadari terus seperti apa si diaa,jadi penasaran ibu".ucap bunda lagi
"belum saat nya ibu tau,
Assalamu'alaikum restu berangkat".jawab ku salam pada Bunda buru buru dan langsung pergi mengambil motor ku.
"Wa'alaikumsalam,hati hati astagfirullah".ucap ibu
"Kenapa lagi dia bunda?".tanya teh asri yang baru turun dari bawah.
"Ya biasa lah kalo anak muda sedang jatuh cinta ya seperti itu".jawab bunda pada teh asri
"Ah lebay dia mah bunda".ucap teh asri
"Euu ibu tau ga bu,Semalem restu itu abis beranten sama preman yang malak temen nya".Kata teh asri memberitahu bunda
"Kata siapa kamu kalo adik mu itu begitu".tanya bunda kaget pada teh asri
"Asri lihat semalam muka nya terluka dan asri tanya kenaapa,katanya abis berantem nolongin temen nya".jawab teh asri
"Hmm.. Asri sebener nya adik mu itu sudah sering berantem di sini,Ibu juga khawatir,Ibu sudah sering menasehatinya dan ibu sendiri ga tega kalo harus memarahi nya setiap hari,Ibu yakin pada adikmu itu dia pasti masih punya batasan nya".ucap ibu menjelaskan pada teh asri
mendengar jawaban ibu teh asri hanya diam tak berkata apapu pun.
Aku sendiri setelah sampai di sekolah ku tunggu risa di depan gerbang dengan ku harap kalau di belum masuk kesekolah.
"Eh restu,tumben berangkat pagi,biasa nya terlambat".kata pak didi satpam sekolah ku yang tiba tiba ada di belakang ku
"Ada urusan penting pak,ini mempertaruhkan perasaan dan cinta ahaha".jawab ku pada pak didi
"Alah kamu ini buruan atuh masuk ke kelass ngapain di sini aja".ucap pak didi
"Ih sebentar atuh pak,ini teh lagi nunggu seseorang pak".jawabku
"Ahudah udah terserah kamu restu belegug".Ucap pak didi
"Dih marah ahaha".Kata ku ngeledek ke pak didi
*****
Pada akhirnya seseorang yang ku tunggu dari tadi datang juga,Kuliat dia seperti biasa dengan langkah nya yang tenang dalam kesendirian nya.
Setelah dia masuk gerbang ku coba sapa dia.
"Pagi".ucapku yang tak di jawab sama sekali oleh risa
"Aku temani kamu sampai ke kelas risa".ucapku lagi
"Gausah,aku lebih suka sendiri".jawab risa cuek padaku
"Yaudah,Istirahat nanti aku menemanimu di kelas".ucapku pada risa dengan menatapnya
"aku sudah bilang kalau aku lebih suka sendiri".jawab risa dengan muka kesal padaku
"Aku maksa!Gausah khawatir nanti aku datang,Sampai jumpa".kata ku pamit sambil berjalan meninggalkan risa.
****
__ADS_1
Mungkin risa kesal dengan sikap ku tapi setidak nya ini sudah cukup untuk usaha awal ku mendekati nya.
****
Hari ini temanku tak lengkap di kelas,karena Reza hari ini tidak masuk karena sakit mungkin gara-gara kejadian semalam tadi badan dia jadi tidak enak.
sampai akhir nya di waktu istirahat aku cerita pada Doni kalau aku akan menemui Risa sekarang di kelas nya,Tapi kata doni bilang kalau Risa pasti akan menghindar dari ku,Karena aku juga berpikir hal yang sama jadi aku lebih memilih membuat surat untuk nya yang ku tulis oleh diriku sendiri..
******
"Surat Pertama Untuk Risa"
Aku tau risa,Kamu pasti tidak dikelas,Tapi setidak nya aku tetap menepati janji kalau aku akan datang menemuimu.
Restu
*****
****
Setelah ke kelas nya ku lihat memang benar Risa tak ada di kelas,jadi ku simpan saja surat itu dalam tas nya dan biarkan teman nya yang bilang kalau tadi ada orang yang masukin surat ke tas nya.
Setelah dari kelas Risa aku dan doni ke kantin untuk mengisi perutku yang lapar sebelum akhirnya kami kembali ke kelas.
Rasa nya saat itu tak lebih hanya berisi harapan kalau risa pasti akan membaca surat itu.
Sampai waktu pulang tiba aku bilang pada Doni,kalau aku akan menemui Risa lagi,Doni sendiri tak bisa menemaniku dia bilang akan langsung pulang karena ada janji dengan Ibu nya nanti.
Akhir nya aku hanya menunggu risa sendirian di depan gerbang.
Ku lihat orang yang kutunggu baru saja turun dari kelas nya dia tidak ada perubahan seperti awal berangkat tetap cantik dan asik dengan kesendiriannya.
Setelah dekat ku coba tanya dia..
"Sudah di baca?".tanya ku pada nya
"Surat??sudah,isi nya ga penting".Jawab dia cuek sambil berjalan keluar sekolah
"Aku ga peduli".jawab dia cuek
"mau pulang bareng?".Tanya ku berani pada risa yang tak dijawab sama sekali oleh risa.
"Nanti malam aku boleh menelpon mu?".Tanya ku lagi pada risa
"Silahkan kalau kamu tau nomer aku".jawab risa menatapku dengan tajam
"Aku tau nomer telepon mu,Tunggu nanti malam Risa aku akan menelpon mu".ucapku
Risa hanya berjalan tak mendengar ucapanku.
Aku yang tak sengaja terbawa suasana Aku menarik tangan risa,Yang seperti nya dia merasa tak terima mungkin dia juga akan marah kepada ku...
"Lepasinnnn!!!".ucap risa marah
"Kamu ini siapaa!!puas kamu ganggu hidup aku!!puas kamu!!".ucap risa yang marah dan menampar ku yang ternyata mengalir air mata di pipi nya,Aku sendiri yang melihat dia menangis seperti itu merasa tak menyangka bahkan rasanya aku baru saja mengalami kesalahan terbesar karena telah berani mengganggu seseorang yang tak pernah bisa ku pahami.
Dari situ risa langsung pergi meninggalkanku yang masih kaget dengan apa yang terjadi.
Mungkin ini memang salah diriku yang terlalu memaksakan cara untuk medekatinya tanpa aku memahami perasaan nya,Setelah itu rasanya tak lebih dari penyesalan bahkan harapan yang sudah terlalu tinggi kini hanya berubah menjadi penyesalan,aku merasa hancur dan bersalah karena aku sudah menyakiti hati wanita yang mungkin sebelum nya tak pernah di sakiti..hari itu jika diberi kesempatan aku bertemu dengan nya,mungkin aku hanya bisa mengatakan maaf kepada nya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Dia Risa...
Harus seperti apa aku
*Agar aku bisa me*ngerti perasaan Mu..
__ADS_1
Harus seperti apa aku..
Agar bisa bersama mu
Ayok lah risa bantu aku
Aku menyukaimu...
Restu
**********
Jika dalam hati kalian berkata tak mungkin akan kejadian seperti itu,tapi rasa nya itu memang benar dan aku sendiri tak menyangka kalau Risa akan menangis seperti itu.
Mungkin satu pelajaran yang bisa ku ambil adalah tentang kesendirian yang ternyata bukan penyiksaan melainkan ketenangan dan dia akan merasa marah ketika ketenangan nya di ganggu,Kurang lebih seperti itu yang ku dapat dari sikap Risa.
Rasa nya hari ini aku malas berbicara bahkan pada Bunda sekalipun,Hari ini tak lebih dari memikirkan bagaimana agar aku bisa dimaafkan nya,Untuk seorang laki laki yang pertama dia kenal dan mungkin yang pertama menyakiti dia juga rasa nya aku hilang harapan untuk bisa bersama nya.
Malam ini pikiranku hanya terisi dengan nama Risa,Rasa penyesalan dan kesalahan yang terus saja terngiang di pikiranku tak bisa membuatku tenang bahkan malam saja seolah tak mau menenangkan ku karena aku telah berani mengganggu dia Risa ku..
Teh Asri yang melihatku dari tadi terdiam dan duduk di bangku halaman luar dia datang menghamipiriku...
"Ada apa jagoan?".Ucap Teh Asri bertanya padaku dan entah kenapa Teh Asri tiba tiba memanggilku jagoan,Mungkin gara-gara kejadian kemaren saat aku berantem dengan preman.
"Ehh Teh,,Ngga ada apa-apa Teh hanya sedang menikmati rasa penyeselan saja"Jawabku
"Loh menyesal kenapa?".tanya Teh Asri padaku
"Risa Teh".Jawabku hening pada Teh Asri
"Risa?Yang kamu sebut bidadari pada Bunda?Kenapa dia?".Tanya Teh Asri lagi
"Risa tadi menangis".Jawabku
"Gara-gara kamu?".Tanya Teh Asri kembali
"Iya Restu memaksakan untuk mendekati dia yang ternyata itu hanya menggangu ketenangan dia Teh".Jawabku dengan nada seperti orang yang kehilangan harapannya
"Restu..".Ucap Teh Asri menatapku dalam
"Iya teh".Jawabku heran
"Kalau kamu ingin mendekati perempuan setidaknya kamu pahami dulu perasaan dia seperti apa,Kalau kamu tidak bisa memahami perasaan nya dan terus memaksakan caramu mendekati dia itu hanya akan mengganggu perasaan dia Restu".Ucap Teh Asri menasehatiku.
Kurasa memang benar apa yang dikatakan Teh Asri karena dia juga seorang perempuan mungkin dia paham tentang perasaan perempuan.
"Tidak tau,Rasanya memang tidak ada harapan lagi Teh,Kesalahan ini memang kecil tapi bisa menghancurkan harapan Restu Teh".Ucapku hening pada Teh Asri
"Kalau Teteh boleh memberi saran,Mending kamu coba minta maaf pada dia saja dulu,Daripada kamu diam disini meratapi kesalahan kamu".Jawab Teh Asri atas perkataanku
"Minta maaf?Apa masih mungkin untuk dimaafkan Teh?".Ucapku bertanya
"Tidak ada yang tidak mungkin,Kamu ini seorang jagoan dihadapan para preman,Kenapa sekarang jadi pecundang dihadapan perempuan?".Ucap Teh Asri yang dalam dan membuat ku berpikir kembali tentang diriku kepada Risa.
Mendengar perkataan Teh Asri rasanya menambah diri ku semakin merasa gagal untuk Risa,Tapi rasanya memang benar apa yang dikatakan Teh Asri setidaknya Aku harus mencoba minta maaf pada Risa.
"Iyaa Teh...Restu ke kamar dulu".Jawabku pada ucapan Teh Asri dan langsung pergi ke kamar untuk menenangkan diri dan hanya menunggu untuk besok yang lebih baru.
********
*Risa seperti aku dimata mu..
Pecundang,Pengganggu atau Jagoan dimatamu..
Aku ingin bersamamu
Bahkan dalam imajinasimu...
__ADS_1
Restu
Terimakasihh*:)