
Malam ini rasanya semua rasa takut akan kesalahan pada Risa telah terkalahkan dengan rasa bahagia ku akan menemuinya.
Mungkin jika aku hanya bertemu Risa di sekolah rasanya itu akan biasa saja karena pasti masih terngiang akan kesalahanku,Tapi kali ini aku menemui Risa dirumahnya mungkin bukan Risa saja tetapi dengan orangtuanya juga,Aku bahagia.
Untuk Putri aku ucapkan terimakasih kepadanya karena telah mau mengantarkan ku kepada Risa.
Pukul 19:00 aku berangkat ke samping sekolah untuk menjemput Putri sebagaimana tadi aku berjanji akan menjemput nya di samping sekolah.
"Bunda aku pergi dulu"Ucapku pada Bunda yang sedang diruang tamu membaca buku dengan Teh Asri
"Mau kemana?"Tanya Bunda.
"Kerumah Risa"Jawabku.
"Sudah baikan?"Tanya Bunda lagi
"Tidak tau Bunda".Jawabku berpikir
"Gimana kamu ini,Tadi di sekolahan tidak minta maaf pada Risa?"Tanya Bunda
"Dia ga masuk sekolah Bunda"Jawabku.
"Kenapa??Dia sakit?"Tanya bunda lagi
"Kata nya sih begitu,Restu juga sekarang mau kerumah nya sekalian minta maaf ke Risa"Ucapku
"Yasudah,Bunda titip salam saja untuknya"Ucap Bunda.
"Iya Bunda"Jawabku.
"Teh..Restu berangkat dulu"Ucapku pada Teh Asri.
"Iya hati-hati"Jawab Teh Asri.
"Assalamu'alaikum"Ucapku pada Bunda dan Teh Asri.
"Wa'alaikumsalam"
__ADS_1
Di perjalanan rasanya aku seperti tak sabar ingin cepat-cepat bertemu Risa.
Mungkin ini awal baru untuk ku,Dimana aku mulai menaruh harapan lagi pada Risa,Dimana aku merasa malam seperti mendukungku.
Mungkin harapanku sempat hilang kemarin,Tapi perasaanku masih tetap sama,Kalau aku suka Risa.
Untuk perempuan sederhana,pendiam dan suka kesendirian,Aku tak menyangka kalau dia bisa membuatku hingga sejauh ini,Bahkan tidak dengan ucapan tapi dengan melihat sikap dia saja kurasa sudah cukup untuku mencintainya.
Diperjalanan melintasi jalan yang sunyi dari keramaian karena mengingat kalau jalanku menuju sekolah bukan jalan umum yang biasa di lewati kendaraan,Mungkin hanya beberapa saja yang lewat kesini.
Malam ini aku hanya sendiri menyusuri jalan sepi dan hanya ditemani lampu-lampu penerang jalan.
Sampai akhirnya ku lihat ada dua motor sedang berhenti di pinggir jalan,Satu orang berdiri di tengah jalan dan 3 orang duduk diatas motornya masing-masing.
Yaa aku tidak berpikiran buruk kepada mereka,Aku hanya berpikir jika mereka meminta bantuan kepadaku,Tapi setelah aku sudah dekat dengan mereka ternyata kenyataannya berbeda,Mereka bukan meminta bantuan,Tapi mereka mau mencegat diriku.
Aku yang sudah terlanju didepan orang yang beridiri ditengah tadi sudah tidak mungkin jika aku memutar balik motor ku karena tiga orang yang tadi duduk di samping jalan mereka malah ikut-ikutan menghampiriku.
"Ada apa ini bang?!"Tanyaku pada mereka
"Wahhh ini mah yang kemarin atuh euy"Ucap salah satu dari mereka.
"Ohh ini,Yang kemarin mukulin kalian"Ucap orang yang berdiri di tengah tadi.
Aku sendiri tidak bisa berkata apa-apa selain berdiam diri dan entah apa yang akan terjadi padaku.
"Sok jagoan maneh nya"Ucap orang yang sama dengan nada yang keras
"Habisin aja bang"
"Hajar"Terdengar perintah untuk mengahajarku.
Salah satu dari mereka akhirnya menghajar ku.
"Majuuuuu siniiiiii anjinggggggggggg"Ucapku menantang mereka.
"Modarrrrr siaa"Ucap salah satu dari mereka
__ADS_1
Rasanya tak mungkin jika aku menang melawan preman-preman itu.Entah berapa kali mereka memukul wajah sampai tak terasa mengalir darah dari di sela sela bibir ini.
"Pengecuttttttt"Ucap ku marah karena mereka bukan preman tapi para pengecut yang sedang mengeroyok anak seperti ku.
Aku sendiri tak sadar kalau ternyata salah satu dari mereka ada yang membawa pemukul bola besbol,Yang akhirnya mengenai keningku.
Jika kalian bertanya rasanya seperti ku rasa itu tak perlu ku jawab,Pandangan ku kabur tak bisa melihat dengan jelas para pengecut itu.
Pada akhirnya suara terakhir yang ku dengar adalah suara seorang bapak-bapak yang meneriaki para pengecut itu hingga mereka kabur meninggalkanku yang sudah setengah mati itu.
Saat itu aku sendiri setengah sadar dan teringat rencanaku menemui Risa yang akhirnya tidak terjadi karena para pengecut itu.
Mungkin akan berbeda ceritanya jika malam itu aku pergi dengan Doni dan Reza,Mungkin tak akan terjadi separah ini.
Percayalah kekuatanku adalah temanku,Dimana kami bisa saling melindungi satu sama lain,Tapi entah kenapa hari ini aku merasa seperti sedang tidak bisa apa-apa karena aku hanya sendirian tanpa mereka.
Aku seperti kehilangan kekuatan untuk menghadapi setiap masalah,Pertama masalah dengan Risa dan kedua Aku dikeroyok para pengecut itu.
Teman memang bukan segalanya,Tapi rasanya tetap saja aku bukanlah apa-apa jika tanpa mereka...
Aku yang tak bisa menemui Risa..
Aku yang tak menepati janji pada Putri..
Dan Aku yang tak bisa apa-apa Doni dan Reza..
Lengkap sudah semua kesialanku,Aku mengira kalau malam ini akan lebih baik dari Pagi,Siang dan Sore tadi,Tapi ternyata semuanya sama saja,Tetap tidak baik bagiku..
Sampai akhirnya aku benar-benar tidak sadar dan harapan terakhirku malam itu hanyalah aku masih ingin hidup di esok hari,Tapi entah takdir berkata apa,Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Kepada Risa aku minta maaf karena tak sempat minta maaf padamu..
Untuk Putri aku minta karena tak menepati janji padamu..
Dan untuk Doni dan Reza aku butuh kalian..
terimakasih untuk semuanya dan terimakasih untuk malam ini,Aku tidak bisa apa-apa untuk kalian dan tanpa kalian.
__ADS_1
Sampai Jumpa Di