Aku Dan Guru Besar

Aku Dan Guru Besar
10


__ADS_3

Di kamar Clora...


Dirinya tengah menahan rasa sakit di lehernya, pria yang bernama Lan Lianxia benar-benar membuat dirinya ingin membunuh pria itu. Sang tabib yang sejak tadi memperhatikan Clora hanya tersenyum kecil, ia paham betul sifat Tuannya yang begitu santai dan menyebalkan. Tetapi, baru kali ini dirinya melihat seorang gadis berani mengumpat Tuannya.


"Sudah selesai Nona," ucap tabib tersebut telah selesai mengobati luka Clora.


"Terima kasih sudah mengobati lukaku."


"Sama-sama Nona, sudah tugas saya melayani Perguruan Wuzang ini, baiklah Nona saya izin undur diri."


"Baiklah, sekali lagi terima kasih," ucap Clora, lagi-lagi tabib tersenyum dan mengangguk.


Setelah tabib tersebut pergi, masuklah Lan Lianxia ke dalam kamar Clora. Clora yang melihat pria itu hanya bisa menghembuskan nafasnya.


Ada keperluan apa pria itu masuk ke dalam kamarku, batinnya.


Di sana Clora hanya memasang ekspresi datarnya, seolah-olah tidak senang akan kedatangan pria itu ke dalam kamarnya. Sementara pria itu hanya bisa tersenyum kecil, dirinya tahu betul bahwa wanita yang ada di hadapannya itu kesal terhadap dirinya, di lain sisi Lan Lianxia kesal kepada Clora lantara wanita itu pergi tanpa sepengetahuannya. Sekarang, Lan Lianxia yang membuat gadis tersebut tersenyum agar dirinya tidak di interogasi oleh Lan Lianxia.


Clora yang masih duduk di atas ranjang hanya bisa diam dan diikuti raut wajahnya yang panik, dirinya pasti tidak bisa kabur dari tatapan pria yang sedang berjalan mendekatinya itu. Clora yang kebetulan melihat Yingying, segera menyuruh pelayannya untuk tetap di kamarnya, dengan kode mata yang Clora berikan kepada Yingying. Yingying yang melihat itu menggelengkan kepalanya, dirinya enggan ikut campur masalah Tuan dan Nonanya.


"Tuan, hamba izin undur diri," ucap Yingying kepada Lan Lianxia.


"Yingying ... bisa kah kau tetap di sini saja," pinta Clora kepada pelayannya itu.


"Maaf Nona, saya ada urusan sebentar," seketika Yingying langsung hilang dari pandangan Clora.


"Hehe ..."


Akhirnya mereka hanya berdua saja di dalam kamar, Clora hanya bisa melirik Lan Lianxia dan kemudian mengalihkan pandangannya begitu seterusnya, namun pria itu tetap menatap dingin kepada gadis yang ada di hadapannya.


"Aku butuh penjelasanmu--"


"Kau harus bertanggung jawab, leherku terluka gara-gara kau!" ucap Clora dengan raut wajah kesalnya.


Lan Lianxia kemudian duduk tepat di samping Clora, jarak mereka bisa dibilang cukup dekat, membuat gadis itu memundurkan kepalanya ke belakang.


"Tanggung jawab apa yang harus aku lakukan?" tatapan Lan Lianxia membuat tubuh Clora seketika keringat dingin.


Sial, pria ini benar-benar membuatku terpojok, batin Clora.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, anggap saja luka di leherku ini sebagai ganti hukumanku, bagaimana?" tanya Clora.


"Tidak! Jangan mengalihkan topikku, aku butuh penjelasanmu, kenapa kau pergi tanpa sepengetahuanku."


Glek!


Bohong demi kebaikan, demi keamanan diri sendiri, demi dia juga sih biar gak banyak musuh, batin Clora.


"Anu ... emm ... aku ... mengambil barang yang tertinggal di rumah nenek hehe, terus aku tidak sengaja bertemu pria di hutan dan aku ikut dengannya, lantaran aku tidak hafal jalan menuju ke sini hehe."


"Kau––" ucapana Lan Lianxia terhenti, Zhang tiba-tiba memanggil Tuannya itu. "Ada apa Zhang?" tanyanya.


"Lapor Tuan, saya menemukan beberapa bukti," ucap Zhang.


Tatapan Lan Lianxia terlihat begitu sangat serius, sampai-sampai membuat Clora sedikit takut dengan tatapan pria di depannya itu. Tak lama tatapan Lan Lianxia yang awalnya diberika kepada Zhang, kini ia alihkan ke arah Clora, pria tersebut seperti was-was dengan gadis selalu bertindak semaunya.


"Zhang, suruh 5 penjaga untuk menjaga kamar Nona Clora," perintah Lan Lianxia, membuat gadis itu melebarkan kedua matanya.


"A-apa?! Lima?!" seru Clora, dirinya benar-benar tidah bisa bebas.


"Baik Tuan," ucap Zhang, ia pun pergi dan segera memerintahkan lima penjaga tersebut.


"Aku akan pergi, setelah ini aku akan menyuruh pelayan untuk membawakanmu makanan, jangan menjadi beban di sini," ucap Lan Lianxia sebelum dirinya hilang dari pandangan Clora.


...•••...


Di tempat yang redup, hanya terdapat 1 lentera saja ....


Terdapat sekelompok orang berbaju hitam dengan penutup wajah dan kepala seperti ninja, mereka sepertinya sedang melakukan rencana untuk menjalankan misinya. Dua orang pria mengenakan pakaian bangsawan, bisa dilihat jika pria tersebut merupakan ketua dari kelompok itu.


"Kita mengambil perguruan Wuzang terlebih dahulu, kemudian kita akan menyerang Kerajaan Phoenix dengan begitu kedua kekuasaan itu akan jatuh di tangan kita HAHAHA!" ucap salah satu pria yang berpakaian bangsawan.


Salah seorang pria memiliki ide agar perguruan Wuzang terjadi keributan dengan Kerajaan Phoenix. "Tuan, bagaimana jika kita culik gadis itu, lalu kita sembunyikan dia di dalam istana Kerajaan Phoenix."


Pria yang mendengarkan hal tersebut menyeringai senang, anak buahnya itu benar-benar memiliki ide yang sangat cemerlang.


"Tapi Tuan, bagaimana cara kita untuk menculik gadis itu, pasti Lianxia sudah mengerahkan penjagaan yang ketat di perguruan."


"Kau tenang saja aku memiliki ide bagaimana caranya, kau tinggal mengikuti instruksiku saja," ucap seorang pria yang dipanggil sebagai Tuan.

__ADS_1


...•••...


Sementara Clora merasa sangat bosan berada di kamar, dirinya ingin sekali pergi keluar dan ingin sekali bertemu dengan Zhang. Gadis itupun memikirkan ide supaya dirinya dapat keluar dari penjara kamar ini. Setelah cukup lama memikirkan cara untuk keluar, akhirnya ia mendapatkan ide yang biasa-biasa saja tapi kemungkinan akan berhasil.


Clora memantau keadaan depan kamarnya dan belakang kamarnya, jelas terlihat di sana pengawal sedang menjaga kamarnya itu dengan sangat serius. Akhirnya Clora memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya itu, akan tetapi sialnya pintu kamar tersebut dikunci dari luar.


TOK! TOK! TOK!


"Bisa tolong bukakan pintu kamar saya?" Pinta Clora kepada pengawal yang berada di luar kamarnya.


"Maaf Nona, saya tidak bisa membuka pintu kamar Anda, ini perintah dari Tuan Lianxia."


"Tapi saya ingin membuang air, saya sudah tidak tahan!" Pekik Clora.


Akhirnya salah satu pengawal tersebut membukakan pintu kamar Clora. "Terima kasih sudah membuka pintu ini," ucap Clora, gadis itupun berjalan diikuti dua pengawal yang berada di belakangnya, hal ini membuat Clora tidak bisa berjalan-jalan dengan leluasa, ia harus memikirkan cara lain supaya pengawal tersebut berhenti mengikutinya.


Bagaimana ini, otakku sudah buntu susah untuk mikir, ayoo dong otak bekerja samalah denganku, pikir Clora.


Tak lama, akhirnya ia mendapatkan ide lagi, "Bisakah kalian tidak mengikutiku, aku ingin membuang air, apa kalian juga akan mengikuti ke dalam kamar mandi?" Tanya Clora.


"Tidak bisa Nona, kami akan menunggu Nona di depan pintu kamar mandi."


Sulit memang sulit, batin Clora.


"Tapi aku tidak bisa jika kalian berada di dekat kamar mandi, jadi kalian cukup sampai di sini saja." Clora sudah kesal dan berusaha untuk menahan emosinya.


"Tidak bisa Nona," ucap kedua pengawal tersebut.


"Baiklah, aku akan melaporkan kepada Lianxia jika kalian membuat perutku sakit akibat tidak bisa mengeluarkan buang air ini," ancam Clora.


Kedua pengawal tersebut pun ketakutan dan akhirnya mengizinkan Clora untuk pergi ke kamar mandi sendiri. Dengan senang hati akhirnya Clora, berjalan dengan wajah penuh kemenangan.


Saat Clora berjalan mendekati taman, tiba-tiba ia melihat seorang wanita tua yang membawa seranjang makanan. Gadis itupun mendekati wanita tua, bodohnya dengan firasat aneh yang ia rasakan, Clora masih saja menghampiri wanita tua itu.


Dan ....


BUG!


Sebuah kayu berukuran besar memukul punggung Clora dengan sangat kuat hingga membuat gadis itu jatuh pingsan.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2