Aku Dan Guru Besar

Aku Dan Guru Besar
6


__ADS_3

Keesokan harinya ....


Clora berjalan menemui Shing, dengan mengenakan pakaian sederhananya, rasanya aneh jika dirinya tidak bertemu dengan Shing, walau hanya sehari saja.


Tanpa sengaja, Clora berpapasan dengan Lianxia yang hendak pergi keluar. Pria itu terlihat tergesa-gesa, serta sorot matanya yang tajam, dan pria itu juga mengabaikan dirinya, yang berada tepat di hadapan pri tersebut.


Ada apa dengan pria itu, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres, mengenai kejadian semalam, batin Clora, sembari menatap punggung Lan Lianxia, yang sudah pergi cukup jauh.


"Kakak!" pekik Shing, membuat Clora terkejut.


"Shing! Apa kabar?" tanya Clora, dengan raut wajah yang amat senang.


"Aku baik, Kak. Kakak, bagaimana kabarnya?"


"Aku juga baik, Shing. Maaf Shing, Kakak harus pergi ke rumah Nenek, ada hal yang harus Kakak urus," ucap Clora tergesa-gesa.


"Boleh aku ikut."


"Tidak, kau harus tetap di sini, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu," tegas Clora.


Raut wajah Shing berubah menjadi murung, ia takut kakaknya dalam bahaya, dirinya sangat menyayangi kakak angkatnya itu. Tapi, mau bagaimana lagi ... kakaknya melarang dirinya untuk ikut bersamanya.


"Anak pintar, Kakak pergi dulu." Clora langsung pergi mengganti pakaiannya dengan pakaian pria. Agar dirinya tidak mudah dikenali oleh Lan Lianxia.


Di sana, Clora berlari dengan cepat menuju rumah lamanya, ia harus mencari petunjuk. Agar dirinya bisa melacak seseorang yang mengincar dirinya, dan juga Lan Lianxia. Ranting-ranting pohon yang rendah, semak-semak belukar, semuanya Clora hantam. Lantaran, dirinya tidak ingin kehilangan banyak waktu.


Sesampainya di rumahnya yang lama, Clora melihat rumah tersebut dipenuhi oleh sarang laba-laba, kursi yang tidak tertata rapi, bahkan banyak sekali debu di atas lantai. Clora berjalan menuju ruangan, di mana dirinya dan Shing disekap. Saat dirinya berjalan menuju ruangan tersebut, ia menemukan sebuah giok berwarna merah hati, serta memiliki ukiran yang tidak Clora tahu.


"Hmm, lumayan juga," gumam Clora pada dirinya sendiri.


Walaupun sudah mendapatkan sebuah petunjuk, Clora tetap masih mencari sesuatu, agar dirinya bisa dengan mudah menebak siapa dalang dari semua ini.


Srek srek srek

__ADS_1


Terdengar suara langkah kaki, Clora pun segera bersembunyi di dalam sebuah lemari. "Tuanku, bagaimana jika gadis itu tidak kembali ke sini, apa yang harus kita lakukan," ucaps seorang pria, kepada tuannya.


"Kau tenang saja, dia pasti akan segera kembali ke sini, aku akan membuatkannya jebakan."


Sial! Ada masalah apa pria ini, padahal aku tidak pernah mengganggunya, kenal saja tidak, batin Clora, yang masih bersembunyi dan mendengarkan kedua orang tersebut berbicara.


"Tuan, apa salah gadis itu, kenapa anda mengincarnya," tanya lagi pria tersebut.


"Karena aku ingin memanfaatkannya, agar gadis itu membunuh Lan Lianxia, dan aku bisa menaiki takhtanya sebagai ketua Perguruan Wuzang."


Oh ternyata pria ini, tunggu dulu. Aku tidak bisa melihat wajahnya, bagaimana bisa aku menemukan pria ini, batin Clora, sembari menjijitkan kakinya, agar ia bisa melihat wajah pria jahat itu. Tetapi, tetap saja ia tidak bisa melihatnya.


Tidak lama kemudian, kedua pria itu pergi meninggalkan rumah milik Neneknya itu, Clora perlahan membuka pintu lemari tersebut. Merasa cukup aman, ia pun segera berlari dari rumah Neneknya.


Saat dirinya berada di dalam hutan, ia melihat sebuah kereta kuda berjalan ke arahnya, Clora yang merasa curiga kemudian berlari dan bersembunyi di balik pohon yang cukup besar. Kereta kuda yang ia lihat, seperti kereta kuda dari sebuah Kerajaan, bagaimana tidak. Dari tampilannya saja sudah terlihat begitu mewah, dengan ukiran yang begitu indah.


Kereta kuda itu berhenti, tepat di hadapannya. Sementara, dari arah belakang, Clora melihat 3 orang asing yang mengenakan pakaian serba hitam, serta penutup wajah yang begitu rapat, hanya matanya saja yang terlihat.


Di sana Clora tidak punya pilihan lain, ia pun langsung masuk ke dalam kereta kuda, ntah milik siapa yang ia masuki, asalkan dirinya tidak diketahui oleh 3 orang tersebut.


Pria yang mengenakan pakaian begitu mewah, hanya tersenyum saat melihat raut wajah lucu Clora.


"Siapa namamu, Nona ...," tanyanya. Clora hanya bisa terdiam, sembari mengangkat sebelah alisnya.


"Cloralista," jawabnya.


"Namamu cukup aneh, kau tinggal di mana?"


Kalau aku bilang, aku tinggal di Perguruan Wuzang, bisa-bisa Lan Lianxia tahu kalau aku kabur dari sana, batin Clora.


"Aku tidak punya tempat tinggal," ucap Clora dengan santai.


"Bagaimana kalau kau tinggal di Istanaku saja, untuk sementara waktu."

__ADS_1


"Wow, apa kau seorang Pangeran?" tanya Clora.


"Iya, aku seorang Pangeran Mahkota dari Kerajaan Phoenix."


"Baiklah-baiklah, anggap saja aku tinggal di Hotel."


"Hotel?"


Clora menepuk keningnya, ia lupa jika dirinya saat ini berada di masa lampau.


...•••...


Di sisi lain ....


Lan Lianxia sibuk mencari keberadaan Clora, membuat seisi mansion tersebut terlihat bingung, melihat raut wajah cemas Tuan mereka. Lan Lianxia kemudian berjalan tergesa-gesa untuk menemui Shing, ia harap anak tersebut mengetahui keberadaan Clora.


"Shing, apa kau melihat Kakakmu?" tanya Lan Lianxia.


"Kakak pergi ke rumah Nenek, dia bilang ada hal yang harus Kakak urus."


Gadis itu ... ke mana dia pergi ..., batin Lan Lianxia, sembari menahan emosinya.


Lan Lianxia pergi menaiki kudanya, ia mengendarai kuda tersebut dengan sangat cepat. Dirinya tidak ingin terjadi sesuatu pada gadis itu, pembunuh yang semalam itu tidak hanya mengincar nyawanya, tetapi mengincar nyawa gadis itu juga.


Sesampainya di rumah lama Clora, Lan Lianxia turun dari kudanya, dan masuk ke dalan rumah itu. Sembari memastikan situasi di sana aman, dan tidak ada seseorang yang mengikutinya.


Saat Lan Lianxia membuka pintu rumah tersebut, tidak orang di dalamnya––hening, seakan sesuatu yang tidak beres. Ia pun masuk ke dalam, satu persatu ruangan ia periksa, dan sama sekali dirinya tidak menemukan gadis itu. Lan Lianxia pun keluar dari rumah tersebut, ia memutuskan untuk kembali ke Perguruan Wuzang, dan memerintahkan pengawalnya untuk menyelidiki keberadaan Clora.


"Kalau sampai kau tertangkap oleh musuh, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, Clora ...," gumam Lan Lianxia.


"Lapor Tuanku ... kami belum juga menemukan Nona Clora, tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh Nona Clora, Tuanku," ucap pengawal Zhang.


"Selidiki lebih dalam lagi Zhang, aku yakin Clora berada tidak jauh dari sini."

__ADS_1


"Baik Tuanku." Zhang kemudian pergi meninggalkan Perguruan Wuzang untuk mencari keberadaan Clora.


Tbc


__ADS_2