Aku Dan Guru Besar

Aku Dan Guru Besar
7


__ADS_3

"Oh iya, kau belum memberitahukan namamu padaku, Pangeran Mahkota," ucap Clora.


Pangeran tersebut hanya tersenyum, dan memandang Clora adalah gadis yang sangat berbeda.


"Namaku Changling."


"Ooo, oke Pangeran Changling."


Perjalanan mereka pun sebentar lagi berakhir, sebuah gerbang yang sangat besar terbuka lebar, dan di sanalah Clora melihat sebuah taman yang begitu indah, serta bangunan kuno yang berdiri kokoh di depan matanya itu. Tidak bisa dipungkiri, dirinya saat ini benar-benar berada di Cina kuno, rasanya ia ingin sekali mengambil foto bangunan tersebut. Tapi, tidak ada guananya juga ia mengambil foto, lantaran dirinya sudah terjebak di masa ini, ntah ia bisa kembali masa depa atau tidak, Clora tidak tahu.


Kereta yang mereka naiki pun berhenti, Clora langsung keluar dari kereta tersebut, diikuti dengan Pangeran Changling.


"Mari ikut aku, Clora," ajak Pangeran Changling, dirinya berjalan bersamaan dengan Clora.


"Wow, ternyata jaman dulu seperti ini, aku tidak pernah ke Cina sebelumnya," gumam Clora, sembari mengusap dagunya.


"Apa kau berbicara sesuatu Clora?" tanya Pangeran Changling, membuat Clora gelagapan.


"Tidak, ini Istananya luar biasa, baru pertama kali ini aku menginjakkan kaki di sini." Pangeran Changling hanya tersenyum.


Selama di perjalanan, Clora mendapatkan tatapan yang tidak mengenakan dari para wanita-wanita yang berada di dalam Istana tersebut.


"Salam Yang Mulia ...," ucap 3 wanita cantik kepada Pangeran Cangling, bisa dilihat 2 wanita itu adalah seorang pelayan, dan satunya pasti berasal dari keluarga Kerajaan.


"Em," balas Pangeran Changling.


Eh ..? Kenapa dia dingin sekali, berbeda saat berbicara denganku, batin Clora heran.


"Siapa wanita yang bersamamu Pangeran?" tanya wanita yang menggunakan pakaian yang begitu mewah.


"Dia temanku."


"Hai!" sapa Clora, tetapi dirinya tidak berharap dibalas sapaannya, lantaran ia tahu wanita yang berada di hadapannya itu, tidak menyukai dirinya.


Dan benar saja, wanita dari keluarga bangsawan itu tidak membalas sapaan Clora, dan justru wanita tersebut pergi meninggalkan dirinya bersama Pangeran Cangling.


"Arogan," gumam Clora, membuat Pangeran Changling menoleh kearahnya. "Siapa wanita itu?" tanya Clora.


"Dia Putri dari Kerajaan Wen."


"Ooo, pantas tidak ingat daratan haha."


Mendengar ucapan Clora, Pangeran Changling hanya diam, sembari tersenyum simpul kepada gadis yang berada di sampingnya itu. Mereka pun melanjutkan perjalanan, ntah kenapa Clora merasa kehidupan di dalam Kerajaan tidak ada kedamaian, dirinya bisa melihat raut wajah para pelayan yang terlihat seperti tertekan, serta raut wajah Pangeran Changling yang juga terlihat seperti memiliki masalah. Tetapi, masalah yang ia miliki disembunyikannya dengan sangat rapi.


"Kau tahu Pangeran Changling, setiap orang pasti memiliki masalah. Tetapi, tidak ada salahnya mengeluarkan semua keluh kesah kita kepada orang lain, orang lain yang bisa kau percaya," celetuk Clora.

__ADS_1


Mendengar ucapan Clora, membuat langkah Pangeran Changling terhenti, ia menghadapkan dirinya ke arah Clora, dan menatap gadis itu lekat-lekat. Sementara Clora, ia sempat terkejut, tapi saat dirinya menatap kedua mata Pangeran tersebut. Dirinya paham, jika Pangeran Changling memiliki masalah yang membuatnya tertekan.


"Kau mau menjadi teman bicaraku?" tanyanya.


Clora tersenyum. "Dengan senang hati, kapan pun kau mau cerita, ceritakanlah padaku. Tapi ... aku tidak bisa lama-lama tinggal di sini, ada sesuatu yang harus aku urus," jawab Clora.


"Apa kau ada masalah? Aku akan membantumu," ucap Pangeran Changling.


"Tidak Pangeran Changling. Aku bisa mengatasinya sendiri."


Akhirnya mereka sampai di sebuah tempat, membuat Clora tidak mengerti  di mana ia akan tinggal.


"Ini kediamanmu, kau bebas melakukan apapun di dalam kediamanmu," ucap Pangeran tersebut, memberitahukan kepada Clora.


Tetapi, Clora hanya diam, sembari mengernyitkan keningnya. Ia tidak mengerti, kenapa dirinya malah mendapatkan sebuah rumah, bukannya sebuah kamar.


"Tunggu-tunggu, berarti tempat ini milikku?" Pangeran Changling mengangguk. "Astaga! Aku tidak tahu harus berkata apa lagi," ucap Clora sembari menepuk keningnya.


"Aku akan panggilkan pelayan, untuk melayanimu."


"Oh wow, aku benar-benar tinggal disebuah hotel," gumam Clora. "Aku rasa ... aku tidak membutuhkan pelayan," tolak Clora secara halus.


"Tidak apa-apa Clora, sudah tugas mereka untuk melayani."


"Layani Nona Clora dengan baik," perintah Pangeran tersebut, yang terlihat tegas dan disiplin.


"Baik Yang Mulia."


"Clora, sekarang kau istirahatlah di dalam, nanti malam aku akan mengunjungimu," ucap Pangeran Cangling.


"Baiklah."


Clora pun masuk ke dalam kediamannya, diikuti dua pelayan yang berada di belakangnya, sejujurnya Clora merasa sangat risih jika dirinya selalu diikuti ke mana pun ia pergi, tapi mau bagaimana lagi ... Clora sudah menyuruh mereka berdua untuk bersikap biasa saja, tetapi mereka tidak bisa melakukannya. Mau tidam mau, Clora hanya bisa menghela nafasnya, sembari menikmati keindahan yang terdapat di dalam istana tersebut.


Di sana Clora melihat sebuah kolam ikan yang berada tidak jaub dari tempatnya berdiri, ia pun berjalan mendekati kolam tersebut, terlihat ada banyak sekali ikan dengan beraneka macam warna sedang menari-nari di dalam air.


"Nona, apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya salah satu seorang pelayan.


Clora menoleh ke sumber suara, ia hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak membutuhkan apa-apa, terima kasih," jawab Clora.


Dua pelayan tersebut terkejut sekaligus terheran-heran, baru kali ini mereka melayani seorang tamu yang memiliki etika yang baik, serta ramah kepada mereka yang hanya sebagai pelayan.


...• • •...


Malam harinya ....

__ADS_1


Sesuai dengan janji Pangeran Changling, ia pun datang menemui Clora yang sedang duduk bersama dua pelayannya. Melihat Pangeran tersebut, kedua pelayan itu kemudian pergi meninggalkan Clora bersama dengan Pangeran Cangling. 


"Baiklah Clora, aku belum terlalu mengenalmu, boleh kau memperkenalkan diri lagi?" tanya Pangeran Changling.


Clora di sana hanya bisa diam dengan wajah pasrahnya, ia pun kemudian memperkenalkan dirinya, "Namaku Clora, aku dari per––" ucapan Clora terhenti, dirinya nyaris saja mengatakan bahwa ia berasal dari perguruan Wuzang. "Maksudku desa di dekat hutan kemarin, baik itu saja perkenalan dariku."


"Baiklah, jadi seperti ini Clora. Aku dipaksa ibuku untuk menikahi wanita dari Kerajaan Wen, tetapi aku sama sekali tidak mencintainya, aku hanya ingin menikahi satu wanita yang benar-benar aku sayang. Aku juga sebenarnya tidak menginginkan menjadi seorang Raja, tetapi mendiang ibuku meminta agar aku menjadi penerus Kerajaan ini." Raut wajah Pangeran Changling yang tampan, terlihat sangat menyedihkan.


Memang berat jika kita melakukan pernikahan tanpa adanya rasa cinta diantara keduanya, tapi mau bagaimana lagi? Keputusan orang tua terkadang lebih baik daripada keputusan diri kita sendiri.


"Eumm ... apa calon istrimu itu yang tadi?" tanya Clora, merujuk pada wanita yang enggan bersalaman dengannya tadi.


"Iya."


Pantas saja Pangeran Changling bersikap dingin, batin Clora.


Clora merasa, ada masalah lagi selain yang Pangeran Changling katakan, tetapi sepertinya ia tidak bisa mengatakan hal tersebut kepada Clora. Di sana Clora hanya bisa menepuk-nepuk pundak Pangeran Changling, dan meminta kepada Pangeran tersebut untuk bersabar. Sementara itu, Pangeran Changling justru terkejut mendapat tepukan dari Clora, ini pertama kalinya ia dapatkan, karena tidak ada seorang pun yang berani menyetuhkan kecuali kerabatnya sendiri.


"Bagaimana jika kau mencari wanita lain untuk berpura-pura menjadi calon istrimu, dengan begitu pasti ibumu tidak akan memaksamu menikah dengan wanita itu," ucap Clora memberikan saran.


"Wah ... kau pintar Clora, eumm bagaimana kalau yang menjadi calon istriku adalah ...." mata Pangeran Changling melirik ke arah Clora.


Sementara Clora yang melihat lirikan mata tersebut, hanya bisa mengerutkan keningnya, dan menatap tajam ke arah Pangeran Cangling. "Apa lihat-lihat."


"Kau saja yang berpura-pura menjadi istriku," ucap Pangeran Cangling tanpa dosa.


Spontan, satu kepalan tangan Clora jatuh di atas kepala Pangeran Changling. "Aw! Kau ini wanita kasar ternyata," protes Pangeran tersebut, karena mendapat perlakuan yang mengejutkan dari seorang wanita.


"Kau kira urusannya tidak akan panjang apa?! Jika aku berpura-pura menjadi calon istrimu! Bisa-bisa aku kehilangan kepala," cerocos Clora, dirinya yang menjadi target Pangeran Changling.


"Ayolah, tolong aku Clora ...."


Clora diam, sembari mencari jalan keluar. "Aha! Aku punya ide!" seru Clora.


Sementara Pangeran Changling, hanya bisa mengerutkan keningnya. "Ide? Apa itu?" tanyanya.


"Itu ... tidak penting, mendekatlah Pangeran Changling, aku akan membisikkan sesuatu."


Pangeran Changling pun mendekati dirinya, dengan wajahnya yang serius, ia hanya bisa mengangguk-angguk, dan tersenyum licik.


"Bagaimana?" tanya Clora.


"Hemm ... boleh juga."


TBC

__ADS_1


__ADS_2