Aku Dan Kakak Tiri Ku Saling Menyukai

Aku Dan Kakak Tiri Ku Saling Menyukai
tak ingin keluar


__ADS_3

" ya.. tidur bersama.. memang kenapa? :) " tanya ibu pada Nael


"Bi.. bibi.. kau tidak takut jika Lanni hamil? " tanya Nael dengan ragu


"itu adalah hidup mereka.. aku yakin pasti mereka bisa memikir kan apa yang baik dan tak baik.. " ibu bicara dengan penuh percaya diri


"oh ya.. Nael.. saat kau di sekolah tolong awasi mereka baik baik yah.. jangan sampai mereka melakukan hal senonoh di depan umum.. " sambung ayah ku


"pamannn... bibi... andai kan aku memiliki orang tua seperti kalian.. pasti aku akan sangat bahagiaa.." ucap Nael dengan penuh harapan di mata nya


*dengar semua.. ini hanya novel.. jadi jangan terlalu serius😂 oke👌


"kalau begitu.. bibi.. paman.. aku akan pulang takut nya ibu mencari ku.. " ucap Nael


" yah.. kau lebih baik makan dulu sebelum pergi.. dan jangan lupa berikan salam ku pada ibu mu.. " ucap ayah


"iya..Dan tolong bawalah ini pulang..suruh ibu mu ke sini lain kali yah..kita masih memiliki hubungan darah loh ingat itu😊" ucap ibu dengan senyum ke ceriaan..


setelah Nael makan.. Nael pun pulang..


sedang kan aku dan kakak masih di dalam kamar karena takut keluar..


aku dan kakak juga mandi di kamar karena di kamar ku ada kamar mandi nya..


 


Setelah Beberapa Saat Kemudian

__ADS_1


 


" umm.. kakak.. apa kah kita harus keluar sekarang? kita sudah berada di dalam kamar dari tadi bagaimana ini? " tanya ku


" yah.. begitu lah.. kita tunggu saja nanti.. bukan kah kita juga lapar" jawab kakak


 


TOK TOK TOK


 


"ummm? kakak siapa yang mengetuk pintu nya? " kakak pergi melihat dan membuka pintu nya


" apa kalian berdua tidak berencana untuk keluar dari kamar? " ucap ibu sambil memberi kan makanan pada kakak yang membuka pintu


"Ibu.. bisa kah ibu pergi sekarang? " tanya ku


Setelah Ibu Pergi..


" ummm.. kakak? kurasa Ibu tidak memberi kan perhatian sedikit pun pada kita.. apa kah kita pernah berbuat ke salahan? " tanya ku pada kakak yang terdiam di dekat pintu sambil memegang makanan


" aku tak tahu itu.. tapi yang aku tahu ibu sudah tahu jika kita memiliki hubungan.." ucap kakak dengan tenang


"APAAAA!!!! " aku terkejut


"ya.. aku serius kok.. aku tidak bohong.. jika kau tak percaya.. kau turun saja ke bawah.. mereka sedang membicara kan kita.. " ucap kakak

__ADS_1


"ti.. tidak.. tidak. aku akan makan di kamar saja.. jika aku turun aku pasti akan di marahi oleh ayah.. " ucap ku berfikir buruk


akhir nya kami berdua pun makan..


setelah selesai makan


"hei.. apa kau tidak akan turun dan menaruh piring nya di dapur? " tanya kakak


"bisakah kau tidak memanggil ku dengan sebutan 'Hei'? itu sangat aneh.. aku memiliki nama.. " bantah ku


" ya.. baik lah.. adik ku tersayang.. terserah apa mau mu.. tapi bisa kah adik ku ini menaruh piring nya di bawah? " tanya kakak sekali lagi


"tidak! aku ingin mandi dan setelah itu aku ingin menelpon temen ku.. " mencari alasan yang terbaik


" lalu maksud mu aku yang harus menaruh piring ini ke dapur? " tanya kakak


"tentu saja aku mandi dulu.. jika aku sudah selesai mandi piring ini masih ada.. aku akan teriak memanggil ibu.. " ucap ku


"kau sangat.. pengadu.. apa dari dulu kau seperti ini? " ucap kakak dengan tatapan menjijikkan


"cukup! aku ingin mandi! " ucap ku


" ngomong ngomong soal mandi.. bukan kah kita sudah mandi?" kakak mengingat kan ku


" iya kita sudah mandi.. kalau begitu aku ingin menelpon teman ku dulu.. kau jangan berisik!" ucap ku tetap mencari alasan


"ya.. terserah kau saja lah.. aku ingin tidur lagi.." ucap kakak sambil berbaring di kasur

__ADS_1


"apa?! bukan kah kau harus menaruh piring nya ke dapur! " ucap ku marah


" ya.. baik kah nona muda.. " ucap kakak sambil membawa piring nya lalu turun ke bawah..


__ADS_2