
"jika kamu tidak mau mati.. maka jangan berani mengusik ku! ". ucap zhan dengan wajah dingin nya.
"tapi kan kaka yang seharus nya merawat nya,kenapa kaka malah tega membunuh nya..!"
teriak rilla, sambil berlari dengan berlinangan air mata masuk ke kamar nya.
rilla tau sang kaka tiri bersifat sangat dingin kepada nya, tapi dia tidak menyangka kalau akan sekejam itu.
*** dua bulan sebelumnya.
"rill..mama mau ngomong sesuatu sama kamu,boleh..?".tanya pelan sang ibu.
"boleh dong mah..!, emang mamah mau ngomongin apa?, ko serius sekali..ngak kaya biasanya.
"rill.. kemarin mamah di lamar om xiao..dan mamah langsung terima.., mamah nga mau jadi omongan tetangga kalau om suka jemput mamah, tapi ngak di nikahi.., jadi mamah putuskan untuk menikah dengan om xiao.gimana pendapat kamu nak..? ".
"pendapat..!".ucap rilla terkejut.
"iya sayang,mamah mau tau pendapat kamu, tentang kalau mamah menikah dengan om xiao. kamu pasti senangkan,apa lagi om xiao orang nya sangat baik sama kita, selalu bantu mamah di masa sulit kita dulu".
"untuk apa lagi mamah pinta pendapat rilla, kalau.mamah sudah terima lamaran om xiao..,rilla ngak bisa ngomong apa-apa lagi..,karena itu ngak akan merubah keadaan kalau mamah akan menikah".jelas rilla.sambil meninggalkan sang ibu,dan segera berangkat sekolah.
rilla sebenar nya sudah menganggap om xiao,seperti paman nya sendiri,karena sifat nya yang baik dan suka membantu mereka di masa sulit, tapi tidak lebih, apa lagi untuk jadi ayah tiri nya..,rilla tidak mengharapkan itu sama sekali.
__ADS_1
tapi rilla juga tidak mau menyakiti perasaan sang ibu, yang sangat dia sayangi, yang seorang diri merawat nya sejak kecil, tanpa sosok seorang suami di. sisi nya.
jadi rilla putuskan untuk menerima,keputusan ibunya untuk menikahi om xiao, cinta pertama sang ibu masa SMA dulu. meskipun dengan berat hati.
setelah hampir satu bulan persiapan pernikahan, sampailah di hari istimewanya, hari pernikahan sang ibu dan om xiao, dan di. langsung kan dengan meriah.
kemudian seminggu setelah menikah, om xiao mengajak ibu dan rilla pindah ke rumah nya, yang lebih besar dan mewah, karena pekerjaan om xiao adalah kontraktor bangunan untuk perusahaan elit.
rilla pun gembira karena bisa pindah ke rumah baru nya, apalagi terdapat kolam renang pribadi, dan kamar dengan piano nya sendiri.
setelah menikmati beberapa hari yang sangat bahagia,tiba-tiba..
"rill.. ini papah kenalkan kaka baru kamu zhan!".
ucap ayah tiri rilla itu, sambil memperkenalkan anak laki-laki nya pada rilla.
rilla terdiam terpaku, terkejut kalau ternyata om xiao yang dia kenal, sudah mempunyai putra. dan sepertinya ibunya sudah mengenal nya.
rilla menatap ke arah kaka tiri nya..,terlihat wajah yang sangat dingin, dengan wajah datar tanpa ekspresi .seakan seperti malaikat pencabut nyawa. yang rilla merasa kalau usia kaka tirinya itu hampir sama dengan nya.
"hai salam kenal !"
sapa rilla, untuk mencairkan suasana dan untuk menyenangkan hati ibunya, yang sangat senang karena zhan sudah mau tinggal dengan mereka,karena selama ini zhan tinggal di rumah nenek nya. dan karena sang nene sudah wafat seminggu sebelum nya, maka zhan harus ikut dengan sang ayah.
__ADS_1
sudah seminggu rilla dan zhan tinggal serumah, rilla sudah mulai mengetahui kalau zhan tidak suka dengan nya, dan tidak menganggap nya adik.
sampai suatu hari kedua orang tua mereka pergi ke luar kota, selama satu minggu karena harus mengurus sesuatu, dan hanya ada rilla dan zhan tinggal di rumah.
rilla menjalani hari-hari seperti biasa, meskipun sang ibu sedang tidak ada.
"kring.. kring..!".bunyi hp rilla
"hallo..ril, kita ada acara rekreasi mendaki nih, kamu mau ikut ngak, lumayan untuk nambah nilai eskul kita, dan buat hapy-hapy".
"ohh ya..,kapan?".tanya rilla
"besok.. dan kita akan menginap 3 hari.,jadi bawa perlengkapan yah.. ".ucap teman rilla.
dengan cepat rilla bersiap siap,dan setelah selesai mengemas barang, rilla pergi menemui zhan di kamar nya.
"ka.. zhan...,rilla mau minta tolong.., ini penting!".
"ngak".jawab zhan ketus, tidak peduli.
"tapi ka.. rilla mau pergi mendaki gunung, ikut acara sekolah, tiga hari di sana, jadi selama itu, rilla titip mao-mao sama kaka, tolong kaka rawat".
pinta rilla,agar zhan mau mengurus mao-mao, si kucing kesayangan rilla, yang sudah rilla pelihara sejak kecil.
__ADS_1
"huh.. merepotkan saja.., tapi aku tidak jamin akan mengurus nya dengan baik".jawab zhan ketus tapi seolah mengiyakan permintaan rilla untuk merawat mio-mio.
rilla pun sangat senang karena menganggap sang kaka mau,merawat kucing kesayangan nya, sampai setelah pulang dari kemping nya, rilla mendapati kalau mio-mio sudah mati, karena di suntik mati oleh zhan.