aku mau jadi pengantin mu

aku mau jadi pengantin mu
cara nya..yang mengejutkan.


__ADS_3

*** kembali saat ini.


rilla menangis tersedu-sedu di kamar nya..,kesedihan nya akan karena kehilangan mao-mao, membuat rilla tidak mau keluar dari kamar nya. untuk makan atau pun bertemu dengan teman-teman nya.


sementara zhan juga berada di kamar nya, sambil mendengarkan musik kesukaan nya.


sampai saat malam tiba,zhan keluar dari kamar nya untuk mekan malam,zhan mulai memanaskan makanan yang di tinggalkan ibu dewi di kulkas,untuk rilla dan zhan.


saat makan zhan mencoba menikmati makananya, tapi pikiran nya terus saja terusik akan keadaan rilla yang mengurung diri nya di kamar. tanpa makan atau minum.


"ahhhkkk... brak..!,sial..!"


"kenapa gadis b**** itu,selalu saja membuat ku marah".gumam zhan, sambil membanting garpu dan sendok makan nya di atas meja.


zhan pun pergi ke arah kamar rilla dengan wajah kesal.

__ADS_1


"dokk.. dokkk.. dokk..! ".


"hei gadis b****!,apa kamu sudah bosan hidup, sampai harus mengurung diri mu di kamar?".


rilla tetap saja tidak menanggapi apa pun. zhan yang sudah kesal, pergi mengambil sesuatu di ruang dapur.


"baiklah.. karena kamu memang ingin mati, jadi ku percepat saja,aku akan membakar kamar mu terlebih dahulu".


zhan pun mulai menyalakan api, dan kipas angin di depan kamar rilla.


rilla yang melihat banyak asap yang masuk ke kamar nya, bergegas ingin keluar kamar, dengan sangat panik.


"brakk..! ".suara pintu kamar di banting, rilla terkejut melihat yang ada di depan kamar nya, asal semua asap yang memenuhi kamar nya, yang ternyata..., hanya beberapa potong kayu yang di bakar di atas tungku pemanggang daging.


rilla yang melihat perbuatan zhan menjadi sangat marah.

__ADS_1


"zhan bre****k..!, bisa -bisanya kaka berbuat g*** seperti ini..!".teriak rilla di depan zhan.


zhan yang melihat rilla yang sudah keluar dari kamar nya,kemudian mematikan api yang menyala tadi, dengan air yang sudah di siapkan sebelumnya.


"hehh..!, dasar gadis b***h! ,kecil juga nyali mu, rupanya kamu takut mati juga! ".ejek zhan.


"dasar bre****k..,memangnya apa perduli kaka, apa yang terjadi pada rilla,bukan urusan kaka juga kan!".ucap rilla dengan nada tinggi.


seketika itu pula zhan berdiri mendekati rilla, dan mencengkram kedua pipi nya.


"dengar ya gadis b****!,kamu mau mati atau hidup, aku tidak perduli, tapi jika kamu mau mati, setidak nya tunggu ibumu pulang..,karna jika kamu mati sekarang, aku akan sangat di rugikan, aku bakal di tuduh ibumu melakukan pembunuhan, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi".


"maka dari itu kamu harus makan, setidak nya kamu masih bisa bertahan hidup sampai ibumu pulang".ancam zhan kepada rilla.


"kaka merasa di rugikan..!,apa rilla salah dengar,kaka kan memang pembunuh berhati dingin, mio-mio saja mati di tangan kaka!, jadi apa bedanya!".kata rilla sambil menunjuk zhan.

__ADS_1


"dengar ya.. aku hanya akan mengatakan nya satu kali..,sebelum kamu marah tanpa alasan jelas, baik kamu cari dulu secara detail, masalah nya,baru mengambil kesimpulan, karena..apa yang kamu lihat,belum tentu kebenaran nya!,kadang memang menyakitkan, dan tidak masuk akal.., tapi itulah kenyataan nya!".jelas zhan sambil menarik tangan rilla ke arah meja makan.


rilla pun bingung mendengar ucapan sang kaka, dan secara tidak sadar tubuh nya mengikuti tarikan tangan zhan ke arah dapur.


__ADS_2