
"apa kamu benar tidak ingat apa-apa tentang kejadian tadi? ".tanya zhan.
"kejadian apa?"
"ohh.. kejadian kalau rilla pingsan pas mati lampu, rilla tau ka.., tp kejadian setelah itu rilla ngak tau lagi! ".
jelas rilla.
"memang kenapa kamu bisa pingsan pas mati lampu tadi?".
kata zhan penasaran.
"rilla juga ngak tau tepat nya, pokok nya tiap di tempat yang sangat gelap, rilla takut, dan bisa sampai pingsan.. ".
"mamah bilang sih, karna rilla phobia tempat gelap saja, karna dulu pas rilla waktu kecil pernah terkejut saat nonton film horor, dan tiba-tiba mati lampu, dari situlah asal nya phobia rilla".
rilla memberitahu alasan yang di ketahui nya saja.
"lalu bekas luka di pergelangan tangan mu itu, kenapa?".
zhan kembali penasaran.
"ohhh ini, ini juga bekas luka saat rilla kecil dulu, mamah bilang, rilla suka sekali memakai gelang yang di berikan alm.papa..,sejak rilla balita, sampai saat rilla sudah besar, sudah sekolah SD,rilla tetap tidak mau melepaskan nya".
"jadi sampai akhirnya tangan rilla membengkak, baru rilla mau,supaya gelang itu di lepas dari tangan rilla,sampai-sampai harus ke tukang pembuat perhiasan, untuk memotong gelang itu dari tangan rilla".
"makanya rilla ngak mau lagi pakai gelang,dan selalu pakai jam tangan, agar bekas luka di tangan rilla tidak kelihatan".
"tapi ka.., rilla sudah berusaha mengingat hal itu, tapi tetap saja rilla tidak bisa mengingat nya, malah rilla malam nya selalu bermimpi buruk".
__ADS_1
"itu mungkin karna otak mu yang b***h..!"
"jadi tidak bisa mengingat apa pun,lagi pula aku sudah tidak heran lagi, kalau sampai sekarang nilai mu masih di bawah rata-rata".
"bahkan masa depan mu saja aku sudah tau akan bagaimana nantinya".
ledek zhan, sambil memakan nasi goreng yang di buat rilla.
"dasar pembunuh berdarah dingin, kaka selalu saja mengucap kan kata-kata yang akan membunuh perasaan orang lain!.. huh..!.
maki rilla,kepada zhan, sambil memperlihatkan muka nya yang kesal.
zhan hanya tertawa kecil, seakan puas akan kata-kata nya, yang berhasil membuat rilla kesal.
"hei cewe p***h, nanti kalau kamu mau cari lampu darurat,itu ada di ruang tengah, di samping pengharum ruangan".
nasihat zhan.
"iya.. rilla akan ingat..!,"
"makasih sudah merawat rilla tadi".
ucap rilla pelan, seakan antara iklas dan tidak mengucapkannya, karena perasaan nya masih sedikit kesal karna kejadian mio-mio kemarin.
"hahhh..!,asal kamu tau, alasan ku mengatakan ini semua, karna tidak mau lagi kerepotan mengurus mu seperti tadi.., apalagi harus menggendong mu sampai kamar".
"lain kali diet !,jangan membuat orang lain patah tulang karna harus mengangkat tubuh mu yang seperti gajah! ".
sindir zhan lagi. sambil pergi meninggalkan meja makan,menuju kamar nya.
__ADS_1
"apa..!!
"rilla tidak gendut kok.., bisa-bisanya kaka mengucapkan itu, setelah menghabiskan makanan yang rilla buat..!, seharusnya kaka berterima kasih!".
rilla berkata dengan nada sangat kesal, sambil mengerutkan kening nya.
"seharusnya kamu yang berterimakasih,karna sudah ada yang sudi jadi kelinci percobaan nasi goreng mu.., kalau orang lain, pasti akan langsung keracunan!".
sindir zhan, sambil tersenyum, dan masuk ke kamar nya.
rilla menghentakan kaki nya, ke lantai..,perasaan nya semakin kesal, tapi berusaha di tahan nya, karna sang kaka telah merawat nya tadi.
"lihat saja nanti.., meskipun dia kelaparan, aku tidak akan membuatkan nya apa pun".
gumam rilla pelan,sambil membersihkan meja makan,bekas dia dan zhan makan tadi.
di dalam kamarnya, zhan berbaring di kasur nya, sambil memikirkan kata-kata rilla tadi,yang menganjal hati nya.
zhan merasa kalau rilla benar-benar lupa akan kejadian masa kecil nya dulu.
karna semua yang rilla dengar dari sang ibu,bukan lah kebenaran nya.
"maskipun kejadian itu sangat mengerikan untuk mu.. tapi setidak nya.. kamu jangan melupakan ku".
"karna kejadian itu juga membuat ku terluka.., tapi saat tau kau melupakan ku.., hatiku lebih terluka lagi!".
"kenapa rill..,kenapa hanya aku yang mengingat semuanya..!".
gumam zhan pelan, sambil menutup kedua mata nya, dengan pergelangan tangan nya,perasaan nya bercampur aduk, antara sedih dan marah".
__ADS_1