aku mau jadi pengantin mu

aku mau jadi pengantin mu
trauma


__ADS_3

jam pulang sekolah pun tiba, rilla pergi meninggalkan sekolah menuju pagar depan sekolah nya, sambil menunggu taxi, tiba-tiba sebuah mobil mercedez benz terbaru berwarna silver berhenti tepat di depan rilla. nampak sosok yang rilla kenal keluar dari dalam mobil.


"rill.. apa kamu mau pulang, sekalian aku antar saja, kita kan satu arah".


tawar lelaki yang keluar dari mobil tadi, yang ternyata adalah evan si idola sekolah.


"ohh.. ngak usah terimakasih.. aku naik taxi saja, lagi pula aku mau mampir ke minimarket, ada yang mau ku beli".tolak rilla halus.


"wah.. kebetulan aku juga mau beli barang di minimarket,jadi sekalian saja".ucap evan beralasan.


rilla tau kalau evan sengaja beralasan, tapi rilla tidak enak dengan sang sopir yang sudah menunggu lama,jadi rilla putuskan untuk masuk ke dalam mobil evan.


di perjalanan.rilla hanya diam, dan evan terlihat tersenyum kecil, sambil sesekali memandangi rilla, beberapa saat kemudian mereka pun sampai ke minimarket yang tidak jauh dari rumah rilla.


"memangnya kamu mau beli apa? ".tanya rilla sambil masuk ke dalam minimarket.


"ohh.. aku.. mau beli.. emmm, susu coklat".


evan terbata-bata, sambil menunjuk ke arah susu coklat.


"hah.. kamu jauh- jauh ke sini cuma mau beli susu coklat,kamu kurang kerjaan ya.. ".sindir rilla.


"enggak kok.. aku mau beli susu colat nya banyak, untuk stok satu bulan, lagi pula di sini susu nya semua baru..,jadi aku beli di sini saja".alasan evan.


rilla hanya menghela nafas mendengar alasan evan, yang tidak masuk akal, dan meneruskan memilih barang belanjaan nya.


beberapa saat rilla sudah memenuhi keranjang belanjaan nya dengan barang keperluan nya sehari -hari. dan ingin setelah membayar tagihan.


"rill biar pakai kartu ku aja,sekalian sama susu pesanan ku".tawar evan

__ADS_1


"ngak usah, trimakasih, aku punya uang kok, barang ku juga lumayan banyak,jadi kalau kamu yang bayar,terkesan nya aku cewe matre".


jawab rilla, sambil membayar semua tagihan barang belanjaan nya.


"ohh.. baik lah, kalau kamu ngak mau,aku cuman mau traktir kamu aja, tapi kalau kamu merasa di perlakukan seperti cewek matre.. ya aku ngak akan maksa".ucap evan dengan nada agak kecewa.


"kalau gitu aku kasih susu coklat ku aja sebagian, untuk kamu di rumah, aku beli banyak kok".tawar evan lagi.


tiba tiba susu yang ada di tangan evan di ambil seorang laki-laki.


"ohh trimakasih.. tapi aku ambil satu saja, karna aku lebih suka susu kocok,atau minuman rasa cappuccino. dan gadis cengeng ini juga suka nya susu strawbery.. dari pada susu coklat, dari pada terbuang sia-sia lebih baik kamu bawa pulang saja!".


jawab laki-laki yang mengambil susu coklat dari tangan evan tadi, yang ternyata adalah zhan, kaka tiri rilla.


"kamu siapa, kenapa tiba-tiba..


"kakak!".


"huh menganggu saja, selalu saja seenaknya.. meledek ku cengeng! ".rilla kelihatan kesal.


"kakak..., ini.. kakak kamu rill".ucap evan terbata-bata.


asal nya evan ingin marah kepada zhan, tapi saat tau kalau itu kaka nya rilla, evan menjadi sangat sopan dan malu-malu.


"hei gadis cengeng..,ayo cepat pulang,kebiasaan kalau kamu selalu telat waktu pulang, nanti siapa yang tanggung jawab, sama ayah ibu.. hah!".


kata zhan sambil menekan kepala rilla dengan telunjuk nya.


rilla pun pamit pada evan untuk pulang bersama zhan saja, sebelum zhan lebih kesal lagi, karna rilla pulang terlambat. dan evan pun terdiam kaku melihat rilla dan kaka nya pergi, seakan terkejut kalau harus secepat itu jumpa dengan kaka rilla.

__ADS_1


rilla dan zhan pun sampai di rumah,dengan mobil zhan.


"kamu masuk duluan, aku mau ke rumah teman ku sebentar, mau mengantar hp nya yang ketinggalan di mobil tadi".


ucap zhan, seraya kembali membelokan mobil nya pergi.


rilla pun masuk ke dalam rumah nya, sambil membawa barang belanjaan nya tadi. dan setelah meletakan semua belanjaan nya di dapur, rilla pun ingin mengambil susu strawbery yang ada di kulkas.


tapi tiba-tiba lampu padam.


seluruh rumah gelap gulita, rilla berusaha mencari lampu darurat.. tapi karena itu rumah zhan dulu, rilla jadi tidak tau di mana letak tombol lampu darurat nya.


rilla pun mulai merasa sesak nafas, mata nya berkunang-kunang, dan terduduk lemas di lantai, sesekali terdengar batuk kecil keluar dari mulut nya, seakan tercekik.


***di mobil zhan


"tuttt... tutt..! ",bunyi hp zhan.


"halo.. ada apa bu..?".tanya zhan, karna tau yang menelepon adalah ibunya rilla.


"gini zhan, kamu ada di rumah kan,ibu tadi lupa ngasih tau rilla pas di telepon, kalau hari ini ada pemadaman lampu sebentar, mungkin dua jam, kalau mati lampu kamu cepat-cepat hidupkan lampu darurat ya zhan.


rilla belum tau di mana, ibu takut kalau rilla kenapa-napa lagi".


"memangnya kenapa rilla bu kalau mati lampu?".tanya zhan sangat penasaran.


"lho kamu ngak tau ya..,rilla takut gelap zhan, dia mempunyai trauma tempat gelap sejak kecil, kalau sampai dia di tempat gelap dalam waktu lama, dia akan susah bernafas, pernah sampai dia koma di rumah sakit dua hari zhan, gara-gara lampu padam di rumah nene nya dulu, untung ibu cepat membawa nya ke rumah sakit.. kalau tidak.. "


belum sempat ibu rilla menyelesaikan ucapan nya, zhan tiba-tiba mematikan hp, dan segera membanting stir mobil nya, berbalik arah.

__ADS_1


__ADS_2