
mobil zhan melaju dengan kecepatan tinggi, melaju dengan cepat, zhan berusaha menyalip semua kendaraan yang ada di hadapan nya, tanpa perduli akan klakson peringatan dari pengendara lain nya.
yang ada di pikiran zhan saat ini hanya keadaan rilla.
("cepat.... cepat.. cepat.. !.").kata-kata itu selalu zhan gumam kan sepanjang perjalanan.
sampai beberapa saat zhan pun sampai, zhan keluar dari mobil nya, dan berlari dengan sangat cepat, menuju pintu.
dan ketika hendak masuk, zhan tidak buka membuka pintu,rupanya rilla mengunci nya dari dalam.
zhan yang kebingungan, mengedor-gedor pintu.
"hei gadis cengeng.. buka pintu nya! ".
teriak zhan keras.dan tetap saja tidak ada tanggapan dari dalam rumah.
zhan yang mulai panik,tiba-tiba teringat akan sesuatu, kalau pintu gudang di samping rumah, tidak terkunci kuat, sebab belum di perbaiki, dan di gudang ada sebuah lorong rahasia yang sering zhan gunakan untuk kabur dari sang nene, saat di hukum di kamar,jika tidak mengerjakan PR nya.
setelah mengingat hal itu zhan pun bergegas pergi ke arah gudang, yang berada di samping rumah.
dan sekuat tenaga mendobrak pintu gudang. pintu gudang pun terbuka, zhan segera menuju ke sudut gudang, dan melihat lantai yang tertutup pelat besi.
"syukurlah masih ada".ucap zhan senang.
zhan segera menarik pelat besi itu, dan benar saja,terlihat sebuah lorong kecil yang hanya bisa di masuki oleh satu orang saja, dan saat mencoba masuk, zhan pun berhasil, dan terus saja menuju ke ujung lorong, meskipun dengan keadaan sangat berdebu, dan serangga di mana-mana, zhan tidak menghentikan langkah nya.
sampai akhir nya, zhan pun berhasil masuk ke dalam sebuah kamar, yang dulu adalah kamar nya sewaktu kecil. meskipun keadaan sangat gelap, zhan segera menghidupkan senter hp nya.
"hei.. gadis cengeng...!,kamu di mana!!".
teriak zhan sekuat tenaga. sambil berlari dari satu ruangan ke ruangan lain nya.
"rillaaa...!".
__ADS_1
"dimana kamu rillaa.. ".jangan buat aku g***..!".
teriak zhan lagi, sambil meremas kepala nya seakan sangat sakit.
dan saat di dapur, ruangan terakhir yang zhan belum datangi, zhan melihat rilla terkulai lemas di sudut dapur.
zhan pun segera menghampiri rilla.
"hei... hei.. gadis cengeng..,bangun..!"
zhan mencoba menyadarkan rilla. sambil merasakan nafas di hidung dan memeriksa denyut nadi rilla.
rilla masih tidak merespon.
"rill... rill.. ini kaka!"
"jangan main main rill..".
"aku ngak bisa lagi kehilangan kamu seperti dulu".
"kaaaa.. kaaa zhann.. rilla takut".
terdengar kata-kata pelan keluar dari mulut rilla.
"iya rill kaka di sini.. kamu jangan takut ada kaka!".
zhan memandangi wajah rilla yang mulai bereaksi terhadap nya, meskipun masih sangat lemas.
setelah beberapa saat zhan melihat kondisi rilla, yang mulai berbicara pelan. zhan pun ingat akan oxigen darurat yang ada di rumah.
"rill kamu,bisa dengar kaka?".
rilla mengangguk pelan, tanda mengiyakan.
__ADS_1
"kamu diam dulu sebentar di sini, ini pakai senter hp kaka dulu".
"kaka mau mengidupkan lampu darurat dan mengambil oxigen di ruang tamu. kamu tunggu di sini ya.. ".
ucap zhan,sambil menyandarkan tubuh rilla di tembok dapur.
dan segera bergegas menghidupkan lampu darurat,juga mengambil oxigen darurat di ruang tamu.lalu segera kembali menghampiri rilla di dapur.
"rill ini hirup yang kuat".
"bernafas pelan-pelan dulu".
zhan memasang oxigen di hidung rilla, agar rilla bisa bernafas dengan normal,sambil menyandarkan tubuh rilla di dada nya.
"kakk.. ada nenek sihir.. yang mau membunuh anak-anak itu.., rilla takut ka.. ".
rilla mengucapkan nya dengan keadaan setengah sadar.
"kamu jangan takut.. kaka ada di sini kok.. jaga kamu.., kaka ngak akan siapa pun menyakiti kamu lagi.. ngak akan pernah".
setelah nafas rilla mulai normal,zhan segera mengangkat rilla pelan, dan mengantar nya ke kamar.
sesampainya di kamar, zhan meletakan tubuh rilla di tempat tidur.
"rill.. kamu istrahat saja dulu yah.. tidur!, kaka mau ambil handuk dulu untuk kompres kamu".
rilla yang masih dalam keadaan lemas dan belum sadar betul,menarik tangan zhan.
"rilla ngak mau kaka pergi.., kaka jagan tingalkan rilla..,kaka di sini saja".
rilla menarik dan memeluk tangan sang kaka,agar tidak meninggalkan nya.
dan tidak berapa lama akhir nya tertidur.
__ADS_1
zhan hanya terdiam, membiarkan tangan nya di peluk rilla, dia tau rilla masih tidak sadar betul, tentang keadaan nya.