Aku Membalas Pengkhianatan Suamiku Dengan Berselingkuh.

Aku Membalas Pengkhianatan Suamiku Dengan Berselingkuh.
Pertemuan Arya dan sahabat dari istrinya untuk pertama kali.


__ADS_3

Pagi hari kediaman Arya Hadi Kusuma....


Pada suatu hari di dalam sebuah rumah terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari ibu mertua sang istri, putranya bersama istrinya. Mereka sedang menikmati sarapan pagi dengan nyaman, akan tetapi keluarga itu sangat menginginkan seorang bayi. Namun sang istri yang tidak bisa memberi keturunan karena sebuah penyakit yang di alaminya, sehingga membuat sang mertua menyuruh putranya untuk menceraikan dirinya saat mereka sedang menyelesaikan sarapan. Namun sang putra tak mendengar ucapan ibunya, dan ia pun bangkit dari tempat duduknya sambil berjalan ke arah luar.


"Sayang. Aku pergi kantor dulu ya." ucap Arya ketika mengecup kening istrinya.


"Kau hati-hati ya sayang. Nanti sekitar pukul 10.00 akan kubawakan bekal." ucap Airin.


Namun tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi.


"Pelayan. Coba kau lihat. Siapa yang datang di pagi hari begini!" perintah ibunya Arya.


Tak lama kemudian pelayan itu pun datang menghampiri majikannya.


"Ma. Biar aku yang buka. Pelayan kau kembali melaksanakan tugasmu!" perintah Arya kepada pelayan yang ada di rumah itu.


"Baik tuan." ucap pelayan dan berlalu pergi.


Arya pun membuka pintu utama rumahnya, dan ia pun menemukan sosok gadis cantik yang merupakan sahabat istrinya. Arya langsung jatuh cinta kepada wanita itu dengan kecantikannya.


"Siapa ya?" tanya Arya penasaran.


"Airin ada tuan. Saya sahabatnya." ucap wanita misterius itu.


"Ada. Silahkan masuk saja!" perintah Arya dan berlalu pergi.


"Terima kasih tuan." tambah wanita misterius itu ketika memasuki rumahnya Arya Hadi Kusuma.


Arya memasuki mobilnya itu, dan ia pun langsung menancapkan gas mobilnya tersebut. Sementara Airin yang melirik ke arah sahabatnya itu karena tidak memberitahu dirinya tentang kehadirannya di rumah suaminya itu.


"Kau. Seharusnya kau memberitahuku." jelas Airin.


"Ya. Aku mau memberi kejutan." sambung wanita misterius itu.


"Tadi itu suamimu?" tanya wanita misterius itu.


"Iya." jawab Airin.


"Kau sudah menikah. Tapi tidak memberitahuku." jelas wanita misterius itu.


"Ya. Kau sangat sibuk. Bagaimana aku bisa mengatakan hal ini? Apakah ada hal lain yang membuat dirimu kemari?" tanya Airin penasaran.


"Besok merupakan hari kelahiranku. Jadi aku mengundangmu di acara itu. Aku akan bersedih hati tentang kau yang tidak hadir nanti." jelas wanita misterius itu.


"Baiklah. Insya Allah bersama suamiku. Aku akan mendatangi acara itu besok." jelas Airin.


"Ya sudah. Jika begitu. Aku mohon pamit. Tante. Aku pamit dulu." ucap wanita misterius itu dan berlalu pergi.


"Kapan-kapan kau datang lagi." ucap ibunya Arya ketika menghentikan langkah sahabatnya Airin.


"Insya Allah tante." tambah wanita misterius itu dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Oh iya. Airin. Mulai sekarang tugas rumah kau yang lakukan!" perintah ibunya Arya.


"Tapi. Bukankah ini tugas pelayan ma." ucap Airin.


"Berani sekali kau membantah ucapanku?" tanya ibunya Arya sambil menarik Airin ke kamar mandi.


"Kemari kau menantu sialan. Pelayan mulai sekarang kalian kuliburkan!" perintah ibunya Arya sambil mengunci kamar mandinya.


"Ampun ma." teriak Airin.


"Kau akan berada disitu sampai menyesali perbuatanmu." ancam ibunya Arya dan berlalu pergi.


Pada situasi lain perusahaan Arya Hadi Kusuma.....


Arya keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki kantor dengan sambutan yang ramah dari semua karyawannya.


"Selamat pagi pak Arya." sapa mereka serentak.


"Pagi. Apakah hari ini ada jadwal meeting ku?" tanya Arya ketika menghampiri bawahannya.


"Untuk saat ini belum ada." jawab salah satu karyawannya.


"Baiklah. Terima kasih." tambah Arya lagi ketika berjalan memasuki lift dan menekan lantai 5.


Waktu telah menunjukkan pukul 09.00 pagi. Akan tetapi Arya yang tidak memiliki jadwal apa pun di kantor sambil memikirkan wanita misterius yang ia temukan dirumahnya sambil berjalan memasuki ruangannya.


"Arya. Kau sudah beristri. Jadi kau harus setia dengan kekurangan istrimu. Aku tak boleh menyakiti Airin." Arya berkata dalam hatinya ketika membuka pintu ruangan yang masih kosong.


Arya pun meraih ponsel dalam saku celananya dan mencari kontak istrinya.


Tririririringggg..... tririririringggg.....


Bunyi ponsel Airin di dalam sebuah tas terletak di kasur. Akan tetapi Airin tidak menjawab panggilan tersebut.


"Mengapa istriku tidak menerima panggilanku?" Arya bertanya dalam hatinya dengan muka gelisah.


"Sebaiknya ku hubungi mama." tambah Arya sambil mencari kontak ibunya.


Tririririringggg..... tririririringggg.....


Bunyi ponsel seorang wanita tua. Wanita tua itu berjalan menuju kamarnya dan meraih ponsel untuk menerima panggilan dari putranya.


"Iya sayang. Ada apa anakku?" tanya ibunya Arya.


"Ma. Apakah Airin ada di rumah? Sebab ku telpon whatsapp nya tidak aktif?" tanya Arya khawatir.


"Tadi mama lihat dia pergi dengan sahabatnya yang perempuan." jelas ibunya Arya berbohong.


"Baiklah. Ma. Tolong katakan kepadanya tentang aku yang menghubungi dirinya sejak tadi!" perintah Arya.


"Baiklah. Sayang. Mama masih ada urusan. Miss you." ucap ibunya Arya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mengeluarkan Airin.

__ADS_1


"I miss you too." sambung Arya yang mengakhiri panggilannya.


"Cepat keluar!" perintah ibunya Arya ketika membuka pintu kamar mandi.


"Sekarang kau bersihkan diri. Sebab tadi putraku menelpon untuk menanyakan kabarmu. Dan satu hal yang harus kau ingat. Bahwa aku menyesal telah menikahi putraku dengan dirimu yang mandul tanpa memberi keturunan." ucap ibunya Arya sambil mendorong wanita itu untuk bersiap.


"Ya Allah. Bukalah pintu hati ibu mertua saya." Airin berkata dalam hatinya dan berlalu pergi.


Airin pun berjalan memasuki kamarnya, dan ia pun meraih handuk sambil berjalan memasuki kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Airin melepaskan seluruh busana, dan ia pun langsung berendam ke dalam bathub.


Di situasi lain dalam ruangan kantor....


Tak lama kemudian sosok pemuda memasuki ruangan kantor itu dengan berjalan secara diam-diam seperti maling, dan ia pun menganggetkan Arya.


"Ya tuhan. Kau ini Bastian menganggetkan saja." cetus Arya seorang diri.


"Ya maaf. Habisnya. Kau sejak tadi melamun. Apakah ada hal yang kau pikirkan?" tanya Bastian penasaran.


Pada situasi lain Airin pun telah berkemas, dan ia pun berjalan membuka pintu utama rumah itu.


"Mau saya temani nona?" tanya supir menawarkan diri.


"Tidak perlu pak. Aku naik taksi saja." sambung Airin ketika berjalan menuju gerbang rumahnya dan membuka gerbang itu.


Airin terus berjalan menuju jalan raya, dan ia pun meneriaki taksi.


"Taksi. Taksi." teriak Airin ketika menghentikan taksi itu.


Namun dalam beberapa menit kemudian, taksi itu pun berhenti di depan Airin.


"Pak. Tolong antar saya ke perusahaan FR GROUP!" perintah Airin.


"Baik nona." ucap supir taksi itu dan berlalu pergi.


"Pak. Sebelum kita ke FR GROUP. Kita berhenti di sebuah toko makanan!" perintah Airin.


"Baik nona." sambung supir taksi.


"Apakah kuberitahu tentang kelakuan mama kepada mas Arya?" Airin bertanya dalam hatinya.


"Tidak. Tidak. Justru mas Arya akan lebih percaya kepada ibunya dibandingkan aku istrinya."


Pada saat Airin memikirkan sesuatu di pertengahan lampu merah dengan tidak sengaja supir itu menabrak sebuah mobil milik pemuda tampan dan juga kaya raya ketika rem mendadak.


"Astaga. Siapa yang berani menabrak mobil saya?" pemuda itu bertanya dalam hatinya dan keluar dari mobil tersebut.


"Pak. Lain kali berhati-hati saat menyetir." ucap Airin.


"Baik nona." ucap supir taksi ketika menghadapi pemuda itu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2