Aku Membalas Pengkhianatan Suamiku Dengan Berselingkuh.

Aku Membalas Pengkhianatan Suamiku Dengan Berselingkuh.
Draft


__ADS_3

"Aku minta maaf tuan. Supirku sungguh tidak sengaja menabrak mobil anda." jelas Airin saat menghampiri pemuda itu.


"Apakah supir taksi itu tidak bisa menyetir? Atau dia buta sehingga menabrak mobil seseorang." marah pemuda itu.


"Mengapa kau begitu kasar? Bukankah saya sudah mengucapkan maaf?" tanya Airin sedikit ketakutan.


"Nona. Jika anda tidak membayar ganti rugi. Maka masalah ini akan berada di pihak berwajib." tambah pemuda itu lagi.


"Baiklah. Aku akan membayar tagihan anda. Namun tolong tidak memperpanjang masalah ini." jawab Airin sambil meraih uang dalam tasnya dan menyerahkan uang 500.000 kepada pemuda itu.


"Baiklah. uang ini akan kuterima. Tapi ingat nona. Lain kali tolong katakan kepada supir anda untuk berhati-hati." ucap pemuda itu saat memasuki mobilnya.


Sementara Airin langsung berjalan ke arah mobil taksi itu, dan ia pun memasuki mobil taksi tersebut.


"Pak. Kita jalan!" perintah Airin.


Mobil taksi itu pun meninggalkan tempat lokasi kejadian. Di dalam perjalanan pemuda itu mulai memikirkan Airin.


"Siapa wanita itu? Baru kali ini aku menemukan makhluk tuhan yang sungguh cantik? Bagaimana caranya aku harus mendekati gadis tersebut?" pemuda itu bertanya dalam hatinya.


Akan tetapi pada akhirnya mobil taksi itu pun berhenti di sebuah perusahaan yang mana tempat Arya Hadi Kusuma bekerja. Sementara Airin langsung keluar dari mobil taksi itu, dan ia pun berjalan menuju pintu gerbang perusahaan.


"Pak. Saya turun disini!" perintah Airin ketika menyerahkan uang tarif itu kepada supir taksi.


Supir taksi itu pun langsung meraih uang tersebut, dan ia pun meninggalkan perusahaan itu. Sementara Airin terus berjalan memasuki pintu utama perusahaan, dan semua karyawan menyambutnya dengan ramah.


"Selamat pagi ibu Airin. Wah ibu hari ini kelihatan cantik. Pantas bos Arya tergila-gila dengan ibu." sapa salah satu karyawan.


"Terima kasih. Suami saya ada di ruangannya?" tanya Airin.


"Ada ibu." sambung karyawan yang tadi.


Airin pun berjalan memasuki lift, dan ia pun menekan tombol 5 yang dimana tempat keberadaan suaminya itu. Ketika lift itu terbuka, dan ia pun melanjutkan langkahnya. Airin membuka pintu ruangan suaminya, dan ia pun dengan tidak sengaja mendengar percakapan mereka.


"Bagaimana Arya? Apakah kau sudah menemukan adikmu yang hilang beberapa tahun lalu?" tanya Bastian.

__ADS_1


"Belum. Aku akan berusaha mencari keberadaan dirinya." ucap Arya.


"Sejak kapan Arya punya saudara? Bagaimana mungkin aku sebagai istrinya tidak tahu tentang hal ini?" Airin bertanya dalam hatinya dan memasuki ruangan suaminya.


"Sayang. Kapan kau tiba?" tanya Arya penasaran.


"Baru saja. Apakah aku menganggu kalian?" Airin bertanya balik.


"Tidak. Justru aku sedang menunggumu. Temanku baru ingin keluar." tambah Arya ketika memberi kode kepada Bastian.


"Baiklah. Tuan. Nyonya. Silahkan nikmati waktu kalian. Bos nanti akan kuhubungi lagi kau." jawab Bastian saat membuka pintu ruangan itu dan berlalu pergi.


"Apa sebaiknya ku beritahu Arya tentang kejahatan ibunya kepadaku? Tidak. Tidak. Aku rasa Arya akan membenci diriku nanti. Sebaiknya. Aku bertanya tentang seseorang yang hilang itu." Airin berkata dalam hatinya.


"Sayang. Tadi tanpa sengaja aku mendengarkan tentang hilangnya seseorang. Siapakah dia?" tanya Airin penasaran.


"Bukan apa-apa. Nanti pada saatnya aku pasti mengatakan hal ini kepadamu. Baiklah. Apakah kau membawa bekal?" tanya Arya.


Airin pun meraih bekal itu dalam tasnya, dan ia pun menyerahkan bekal tersebut kepada sang suami. Airin mengatakan tentang pesta ulang tahun temannya kepada Arya.


"Sayang. Hari ini sahabatku ulang tahun. Apakah kau mau menemaniku?" tanya Airin.


"Baiklah. Jika tidak diperlukan lagi. Aku lebih baik pulang." jawab Airin saat bangkit dari tempat duduknya.


"Sayang. Kita akan berbelanja busana yang akan kau kenakan nanti saat di pesta." sambung Arya saat menghabiskan makanan terakhir dan menutup kotak bekal itu.


Arya bersama istrinya pun meninggalkan ruangan itu. Mereka berjalan memasuki sebuah lift yang ada di perusahaan FH Group, dan Arya menekan tombol 1 yang menuju ke lantai utama. Mereka saat dalam lift cuma diam tanpa bahasa apa pun, namun Arya memulai percakapan dengan istrinya.


"Oh iya. Sayang. Apakah mama hari ini ada menyakitimu?" tanya Arya penasaran.


"Justru. Aku mau mengatakan hal ini kepadamu. Namun aku takut. Kau pasti akan marah kepadaku." ucap Airin sedikit gemetar saat tangannya dipegang oleh Arya.


"Sayang. Lihat ke mukaku. Bagaimana mungkin aku bisa marah kepadamu? Aku sudah berjanji akan melindungi dirimu. Baik dari mamaku. Atau siapa pun itu?" Arya bertanya kepada istrinya untuk meyakinkan dirinya sambil memeluknya.


Tak lama kemudian lift itu pun terbuka, mereka berjalan menuju lobi mobil.

__ADS_1


"Apakah kau bisa cerita tentang perlakuan ibuku?" tanya Arya.


" Jadi saat kau sudah berada di kantor. Ibumu meminta saya untuk bercerai denganmu karena dia menginginkan keturunan dari kita. Namun dia menyeretku ke kamar mandi. Maka oleh sebab itu aku tak bisa menghubungimu." ucap Airin ketika memasuki mobil itu.


"Tunggu. Tunggu. Jadi kau tak pergi bersama temanmu?" Arya bertanya karena penasaran sambil memasuki mobilnya itu.


"Mengapa mama tega menipu putranya sendiri?" Arya bertanya dalam hatinya.


"Baiklah. Sayang saat selesai belanja. Kita akan mengurus masalah ini di rumah." ucap Arya ketika menancapkan gas mobilnya.


Namun pada akhirnya mobil itu pun tiba di sebuah mall, dan Arya langsung menurunkan istrinya di depan pintu utama mall tersebut. Sebab dirinya harus memarkirkan mobil terlebih dahulu.


"Sayang. Kau masuk duluan ke dalam mall. Nanti saat aku selesai memarkirkan mobil. Maka aku akan menyusul dirimu!" perintah Arya kepada istrinya.


"Baiklah. Aku akan menunggu dirimu di dalam sana." ucap Airin ketika berjalan memasuki mall.


Mobil itu pun langsung memasuki lobi parkiran mall. Ketika Airin ingin memasuki mall itu, dan ia pun dengan tanpa sengaja menabrak seorang pemuda.


"Aku sungguh minta maaf tuan. Aku benar-benar tidak sengaja." ucap Airin dengan mimik muka ketakutan tanpa menatap muka pemuda itu.


Akan tetapi pemuda itu pun langsung melirik ke arah Airin.


"Tunggu. Tunggu. Sepertinya aku mengenal wajahmu. Ah. Kau wanita yang menabrakku tadi pagi kan. Ya. Walaupun sudah selesai masalahnya. Sepertinya kau menyukai diriku. Sampai kau mengejar diriku. Sehingga tuhan mempertemukan kita di dunia yang sempit ini." jelas pemuda itu ketika ingin menjabat tangan wanita itu.


"Ya Allah. Mengapa kau harus mempertemukan hamba dengan makhluk seperti ini? Hello. Tuan seperti yang kulihat. Kau itu telah jatuh cinta kepadaku. Bahkan sampai rela mencari diriku." ucap Airin.


"Apakah aku tak salah dengar? Nona. Aku kemari bersama saudaraku yang akan ulang tahun. Dan dia ada di dalam sana." tambah pemuda itu lagi ketika ingin meninggalkan mall.


Akan tetapi tiba-tiba Arya yang melihat istrinya bersama pemuda itu, dan ia pun langsung menghentikan percakapan mereka.


"Sayang. Apakah kau mengenalnya?" tanya Arya penasaran.


Namun Airin yang bingung harus menjawab apa tentang pemuda itu kepada suaminya. Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 siang.


"Sayang. Sebaiknya kita lanjutkan pembelanjaan kita." ucap Airin ketika merangkul lengan suaminya.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang aneh dengan wanita itu." pemuda itu berkata dalam hatinya sambil menoleh ke arah Airin yang berjalan bersama suaminya.


Bersambung....


__ADS_2