Aku Membalas Pengkhianatan Suamiku Dengan Berselingkuh.

Aku Membalas Pengkhianatan Suamiku Dengan Berselingkuh.
Arya Membawa Istrinya Untuk Pergi Meninggalkan Rumah Mertuanya


__ADS_3

Namun dalam beberapa menit kemudian. Keluarlah Airin yang berpakaian cantik bersama suaminya yang tiba-tiba membawa koper. Sang ibu pun terkejut saat menatap sang putra ingin pergi.


"Kau mau pergi kemana sayang?" tanya mamanya terkejut.


"Aku akan membawa Airin ikut bersamaku." ucap Arya saat dihentikan oleh ibunya.


"Tidak. Kau tak boleh pergi sayang. Seharusnya pergi wanita sialan itu." ucap ibunya Arya ketika menunjuk ke arah Airin.


"Ini sudah keputusan saya ma. Sekali lagi saya minta maaf. Mama tolong jaga diri." ucap Arya dan berlalu pergi memasuki mobilnya.


"Sayang. Cepetan masuk!" perintah Arya.


"Bukankah kita harus ke pesta ulang tahun sahabatmu?"


Akan tetapi Airin yang mencium tangan ibu mertuanya, dan langsung di awasi tangannya itu. Beliau pun memasuki rumahnya lagi.


"Baiklah. Aku akan kesana." ucap Airin ketika berjalan memasuki mobilnya dan berlalu pergi.


Namun dalam beberapa menit kemudian Arya dan Airin pun tiba di kediaman Riska Karmila, dan ia pun langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumah Riska Karmila. Sementara Airin yang sudah memasuki ke dalam rumah sahabatnya itu, dan ia pun disambut dengan meriah oleh mereka.


"Terima kasih Airin. Aku pikir kau tak akan datang. Kau kemari dengan siapa?" tanya Riska ketika menghampiri dirinya dan memeluk Airin.


"Aku bersama suamiku." ucap Airin ketika melepaskan pelukan Riska.


"Aku lupa membawa hadiah untukmu."


"Ya Allah. Airin dengan kehadiran kau saja. Dan itu membuat aku bahagia." ucap Riska sambil membawa Airin ketempat temannya.


Arya pun menyusul Airin dengan membawa kado kecil untuk Riska yang telah ia persiapkan. Arya pun menghampiri Riska sahabatnya Airin ketika memasuki rumah itu, dan ia pun melirik Riska Karmila ke arah seluruh ruang. Akan tetapi Riska yang melihat Arya pun langsung menghampirinya.


"Kalian tunggu disini. Aku akan segera kembali!" perintah Riska dan berlalu pergi.


"Hey. Apakah kau mencariku?" tanya Riska.


"Happy birthday." ucap Arya ketika menyerahkan hadiah kecil sambil memeluk Arya sebagai tanda terimakasih.


"Perasaan Airin tak membawa hadiah apa pun." ucap Riska ketika melepaskan pelukan itu dan meraih hadiah itu.


"Justru aku merahasiakan hal ini dari Airin." ucap Arya.


"Tapi terimakasih atas hadiah ini." ucap Riska.


Sementara Arya yang menatap Riska itu dengan kecantikan dan langsung jatuh cinta. Tiba-tiba dirinya melirik ke arah Airin, dan ia pun langsung menjauhkan diri dari Riska.


"Sayang. Sejak kapan kau berdiri disana?" tanya Arya.

__ADS_1


"Baru saja. Sebab aku tadi menunggu lama sambil mencari Riska. Eh. Ternyata kalian ada disini. Apakah kita bisa memulai acara ini Riska?" tanya Airin.


"Maafkan aku Airin karena membuat dirimu menunggu lama." ucap Riska ketika memeluk Airin.


"Riska. Apakah semua baik-baik saja?" tanya Airin penasaran dan membahu Riska untuk menuju pesta kelahirannya.


"Iya. Aku tidak apa-apa." ucap Riska dan berlalu pergi.


Riska merasa bersalah pada sahabatnya, dan ia pun melepaskan pelukan itu. Sementara Ardian abangnya Riska baru saja menuruni tangga, dan ia pun tanpa sengaja menatap wanita itu. Ardian langsung menyapa Airin di depan tamunya Riska.


"Baiklah. Saya ucapkan terimakasih kepada teman teman yang sudah menghadiri pesta kelahiranku. Saya minta maaf tadi telah meninggalkan kalian begitu lama. Baiklah untuk mempersingkat waktu. Mari kita nikmati hidangan disini!" perintah Riska.


"Sayang. Aku ambilkan beberapa cemilan untukmu." tawar menawar Airin ketika meninggalkan suaminya untuk mengambil menu.


"Saya rasa suami kamu ada bermain dengan Riska." ucap Ardian.


"Kau. Mengapa kau terus mengikuti aku? Apa maksud ucapmu itu?" tanya Airin penasaran.


"Aku bukan mempengaruhi mu. Namun aku hanya mengingat kan dirimu." ucap Ardian.


"Tunggu. Tunggu. Mana mungkin Riska menyukai suami dari sahabatnya sendiri." ucap Airin.


Sementara Ardian langsung pergi meninggalkan dirinya seorang diri sambil membawa cemilan dan minuman untuk suaminya, dan Arya pun langsung meraih minuman dari genggaman tangan istrinya.


"Ya ampun. Sayang seharusnya aku yang ambil makanan untukmu. Bukan sebaliknya kau yang mengambil makanan untukku?" tanya Arya ketika mengambil makanan dari Airin.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Arya penasaran.


"Sepertinya aku lupa ingin bertanya apa? Bagaimana tentang ibumu? Apakah sudah menelpon?" tanya Airin kembali.


"Aku bersyukur sekali tuhan menitipkan istri sepertimu. Walaupun mama menyakitimu. Namun kau tetap peduli sayang kepada mamaku. Aku rasa mama tak mau mengobrol denganku." ucap Arya.


"Sebaiknya kita menelpon mama untuk bertanya tentang kabarnya."


Triririringgggg..... triririringgggg.....


Bunyi telepon rumah Arya Hadi Kusuma yang tidak ada seseorang pun menerimanya.


"Masih belum ada jawaban sayang?" tanya Arya.


"Sayang. Apakah kita cari hotel untuk penginapan?" Airin bertanya balik.


"Sebab ini sudah pukul 20.00 malam sayang. Lagian acaranya sebentar lagi akan berakhir!" perintah Airin.


Seluruh tamu sedang menikmati cemilan dan hidangan lainnya. Akan tetapi saudaranya Riska menarik Airin untuk berdansa.

__ADS_1


"Apakah saya boleh meminjam istrinya?" tanya Ardian.


Namun Arya yang merasakan namanya keberatan terpaksa harus mengizinkan istrinya.


"Ya. Aku terserah Airin saja ingin berdansa atau tidak!" perintah Arya.


"Sayang. Mengapa kau bilang terserah padaku? Apakah kau mengizinkan aku berdansa dengan pemuda yang tidak aku ketahui?" tanya Airin dan berlalu pergi bersama Ardian.


"Terima kasih." ucap Ardian dan berlalu pergi dengan Airin.


Tiba-tiba Riska menghampiri Arya untuk mengajaknya berdansa.


"Bagaimana kalau kita berdansa juga seperti saudaraku dan istrimu?" tanya Riska.


"Ya dengan senang hati nona." ucap Arya.


Akan tetapi Ardian dengan sengaja ingin mencium Airin, dan Airin pun langsung menamparnya.


"Berani sekali kau ingin menciumku. Apakah sejak kecil orang tuamu tidak pernah mengajarkanmu kesopanan?" tanya Airin ketika menampar pemuda itu.


"Aku sungguh minta maaf." ucap Ardian ketika melirik gadis itu pergi begitu saja.


Sementara Arya yang menatap keributan itu, dan ia pun langsung menghampiri istrinya.


"Apa yang terjadi sayang? Mengapa kau menangis?" tanya Arya sambil melirik istrinya pergi meninggalkan pesta.


Airin pun berlari keluar dari rumah sahabatnya itu, dan sang suami mengejarnya.


"Aku minta maaf atas kekacauan ini. Sayang tunggu!" perintah Arya ketika meninggalkan pesta.


Saat Arya berada di luar ruangan, dan ia pun tak menemukan sang istri. Namun dia terus mencari keberadaan Airin, dan ia pun tiba-tiba melirik ke arah keramaian seakan ada keributan.


"Sayang. Dimana kamu?" teriak Arya seorang diri sambil berjalan ke arah kanan.


"Sepertinya disana ada keributan? Sebaiknya aku kesana untuk memastikan Airin berada disana atau tidak?" Arya berkata dalam hatinya sambil berlari ke arah seseorang.


"Pak. Apa yang terjadi?"


"Ini ada seorang wanita tertabrak mobil." jelas warga setempat.


Arya pun langsung memeriksa keadaan wanita itu, dan ia pun menemukan sang istri yang tertabrak mobil sambil menggendong wanita itu.


"Ya Allah. Airin. Mengapa kau bisa seperti ini? Apa yang terjadi sayang? Pak. Cepat bawa ke mobil saya!" perintah Arya.


"Baik tuan." jawab warga lain sambil menggendong wanita itu ke dalam mobil suaminya.

__ADS_1


"Terima kasih pak atas bantuan nya." ucap Arya dan berlalu pergi meninggalkan kediaman Riska.


Bersambung....


__ADS_2