
"Sebaiknya sebelum aku menemui mama. Aku periksa kondisi Airin terlebih dahulu." Arya bergumam dalam hatinya sambil memarkirkan mobilnya di gerbang rumah sakit.
Dia pun telah tiba di sebuah rumah sakit tempat istrinya dirawat, dan ia pun langsung keluar dari mobil sambil berjalan memasuki rumah sakit tersebut. Arya pun memasuki ruangan sang istri sambil meraih kursi untuk duduk disamping Airin yang masih belum sadarkan diri, dan ia pun memegang tangan istrinya sambil berkata dalam hatinya.
"Sayang. Aku minta maaf kepadamu. Sebab karena diriku kamu bisa seperti ini. Di tambah lagi mama tiba-tiba terjatuh dari kamar mandi di rumah. Sayang jika esok hari aku belum hadir untuk menjengukmu. Maka aku sungguh minta maaf karena telah mengecewakan dirimu. Disaat ini aku dalam posisi yang sungguh membingungkan sayang." Arya bergumam dalam hatinya sambil melirik Airin yang kejang kejang.
"Ya tuhan. Sayang. Apa yang terjadi padamu? Dokter. Dokter." teriak Arya ketika memanggil sang dokter.
"Sebaiknya. Aku harus segera pergi dari sini." Arya bergumam dalam hatinya dan berlalu pergi.
Tidak lama kemudian sang dokter pun datang memasuki ruang pasien, dan mereka pun berusaha untuk menghentikan kejang-kejang Airin.
"Alhamdulillah. Pasien ini mulai stabil. Cepat panggil keluarganya!" perintah dokter.
"Dokter. Keluarga pasien ini belum hadir untuk melihat istrinya." ucap perawat.
"Baiklah. Untuk sementara kita tinggalkan pasien ini!" perintah dokter dan berlalu pergi.
"Baik dok." jelas perawat dan berlalu pergi meninggalkan ruangan.
Di sisi lain....
Waktu telah menunjukkan pukul 23.30 sementara Arya yang sudah berada dalam perjalanan menuju rumahnya sambil menelpon dokter Al Zacky.
Triririringgggg..... triririringgggg.....
Bunyi ponsel seseorang yang menandakan adanya panggilan masuk dari Arya Hadi Kusuma, dan ia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Assalamu'alaikum. Ada apa Arya kau menghubungi saya malam seperti ini?" tanya dokter Al Zacky.
"Apakah paman bisa mendatangi rumahku untuk memeriksa ibuku!" perintah Arya.
"Baiklah. Kau tunggu aku disana. Dalam 15 menit aku akan tiba di rumah mu!" perintah dokter Al Zacky.
"Terima kasih dokter. Aku akan menunggu dirimu." tambah Arya lagi ketika mematikan panggilannya.
Arya pun membunyikan klakson mobilnya saat tiba di gerbang rumahnya.
"Kemana security? Apakah mereka sudah istirahat? Baiklah. Sepertinya aku yang harus membuka gerbang ini." Arya bergumam dalam hatinya saat keluar dari mobil untuk membuka gerbang.
Dia pun berjalan ke arah rumah besar itu ketika membuka pintu pagar, dan saat pintu pagar itu terbuka. Arya kembali memasuki mobilnya untuk memarkirkan mobilnya ke halaman rumah. Akan tetapi tiba-tiba seseorang menghampiri dirinya dari belakang.
"Arya. Aku minta maaf karena terlambat." sapa seorang dokter.
"Tidak apa paman. Mari kita masuk untuk mengecek kondisi ibuku!" perintah Arya ketika memasuki rumah mewah bersama dokter tersebut.
Waktu telah menunjukkan pukul 23.40, dan para pelayan yang lain telah istirahat. Sementara ibunya masih terbaring pingsan di kamarnya sendiri.
"Ma. Mama." teriak Arya ketika memasuki ruang ibunya.
__ADS_1
"Tampaknya mama masih di kamar dokter." tambah Arya ketika membuka pintu ruangan ibunya.
"Ya tuhan. Mama." teriak Arya ketika menggendong ibunya ke atas kasur.
Waktu telah perlihatkan pukul 23.30. Sementara dokter masih berada di kediaman Arya.
"Dok. Tolong bantu saya!" perintah Arya.
"Baik nak." sambung dokter ketika memegang bagian kaki ibunya Arya.
"Ma. Mama harus bertahan. Sebentar lagi dokter akan memeriksa nya." Arya bergumam dalam hati nya.
"Izinkan saya mengecek kondisinya." ucap dokter tersebut.
"Silahkan!" perintah Arya.
Sang dokter mulai memeriksa luka yang ada dikepala ibunya Arya. Ketika dirinya selesai memeriksa ibunya Arya, dan ia pun langsung mengatakan hal ini kepada Arya.
" Lukanya tidak parah. Namun saya lihat seluruh tubuhnya tiba-tiba panas. Saya rasa ibumu harus mendapatkan perawatan lebih!" perintah dokter.
"Bagaimana mungkin saya membawa mama disaat jam begini?" Arya bertanya dalam hati nya.
"Dokter saya menginginkan ibuku dirawat dirumah untuk malam ini. Lakukan sesuka hati anda. Dan saya ingin diberikan yang terbaik untuk ibuku!" perintah Arya.
"Baiklah." tambah dokter itu lagi sambil membuka tasnya untuk meraih peralatan rumah sakit.
Sang dokter mulai membuka tasnya untuk memasang infus pada pasien. Pada saat dokter tengah memasang infus dibagian tubuh pasien, dan tiba-tiba ponsel Arya berdering.
Arya pun menerima panggilan itu.
"Halo ya. Disini saya ingin memberitahu tentang keberadaan kembaran mu yang wanita. Lokasi yang saya temukan disini? Dia dibesarkan oleh pengusaha konglomerat. Sekaligus mafia di Korea Selatan." jelas temannya Arya.
"Apa? Bagaimana mungkin dia berada dalam lingkungan kejahatan? Pokoknya kau harus membawa dirinya pulang!" perintah Arya.
"Ya tuhan. Apa kau sungguh tak waras? Bagaimana kalau aku mati? Tidak. Aku tak ingin membahayakan diriku." tambah rekannya Arya yang hendak mematikan ponsel nya.
Tiba-tiba sang dokter keluar dari ruangan ibunya Arya.
"Nak. Semuanya telah selesai." ucap dokter.
"Nanti Ku hubungi lagi kau!" perintah Arya.
"Baiklah. Terima kasih dokter." ucap Arya.
"Jika terjadi sesuatu dengannya. Maka hubungi saya!" perintah dokter dan berlalu pergi.
"Terima kasih." ucap Arya ketika memandang dokter dari belakang sambil menutup pintu.
"Sepertinya saya harus istirahat. Sebab esok hari akan mencari tahu tentang mafia Korea Selatan di laptop." Arya bergumam dalam hatinya sambil menaiki tangga untuk memasuki kamarnya.
__ADS_1
Pukul 07.00...
Disisi lain bandara Korea Selatan....
"Kasihan juga kalau saya tidak menolong Arya. Sebaiknya saya harus mendatangi diskotik itu." pemuda itu bergumam dalam hatinya sambil meneriaki taksi.
"Taksi. Taksi." teriak pemuda misterius itu.
Namun dalam beberapa menit kemudian taksi itu langsung berhenti di hadapan dirinya. Dia pun langsung memasuki taksi tersebut.
"Kita kemana tuan?" tanya sang supir.
"Tolong kau antar saya ketempat diskotik Chorong!" perintah pemuda misterius itu kepada sang supir taksi.
"Baik tuan." tambah supir taksi itu lagi yang langsung meninggalkan bandara Korea Selatan.
Mobil itu pun langsung menghilang dalam sekejap dihadapan airport Korea Selatan. Akan dalam beberapa menit kemudian taksi tersebut tiba di sebuah diskotik Korea Selatan.
"Tuan kita telah tiba." sambung supir taksi.
"Baiklah. Kau tunggu disini. Sebab aku tak akan lama!" perintah pemuda misterius itu dan berlalu pergi.
"Baik tuan." tambah supir taksi itu lagi sambil menunggu.
Pemuda itu memasuki sebuah diskotik Korea Selatan yang dijaga ketat.
"Anak muda. Tolong kau perlihatkan tanda pengenal mu!" perintah pengawal Korea Selatan.
"Baiklah." tambah pemuda itu ketika meraih dompetnya yang ada di saku celana milik nya.
"Sekarang paman puas kan. Dasar kau." kesal pemuda itu yang melanjutkan langkah kaki nya di dalam diskotik.
Akan tetapi tiba-tiba terdapat seorang wanita cantik yang bernama Nadia Chou, dan ia pun melirik ke arah gadis itu yang merupakan kembaran Arya Hadi Kusuma.
"Nampaknya itu wanita yang dimaksud oleh bosku." pemuda itu bergumam dalam hatinya sambil berjalan ke arah Nadia Chou.
"Permisi nona. Apakah aku boleh meminjam teman mu?" tanya pemuda itu kepada salah satu ladies.
"Apa kau mengenalnya Nadia?" tanya salah satu ladies kepada Nadia Chou.
"Aku juga kurang tahu. Baiklah kau tunggu disini temanku!" perintah Nadia Chou dan berlalu pergi.
"Terima kasih para ladies ku." sambung pemuda itu yang memegang tangan Nadia Chou untuk dibawa keluar.
"Tunggu. Tunggu. Berani sekali kau memegang tangan ku tanpa seizin ku. Sementara kau dan aku bukan siapa-siapa." kesal Nadia Chou yang akhirnya menampar pemuda itu.
"Kita harus segera keluar dari tempat ini. Baiklah nona. Aku sungguh minta maaf. Namun kita tak ada waktu untuk berdebat." tambah pemuda itu yang meninggalkan Nadia Chou.
Pada akhirnya Nadia Chou mengikuti pemuda itu berjalan keluar dari Club malam.
__ADS_1
Bersambung...