
krista melanjutkan perjalanannya untuk mencari rumah untuk di tinggalinya beberapa hari, karna jika ia di terima di pekerjaan nya, dia akan tinggal bersama dengan majikanya.
Krista: "Duh, capek banget sumpah"
Saat berjalan krista merasakan pusing, tiba tiba ia pingsan di jalan, lalu sebuah mobil melintas melihat krista yang pingsan ada seorang laki laki tampan dan supir yang sedang menyetir. Mereka berhenti untuk melihat bagaimana keadaan krista saat ini. Mereka langsung memasukan krista kek dalam mobil mewah lalu bergegas menuju dokter untuk memeriksa, krista pingsan di pangkuan laki laki yang tidak di kenal tersebut. 7menit kemudian saat mereka di perjalanan menuju rumah sakit, krista tersadar dan melihat sekelilingnya, krista kaget dan bangun dari pangkuan sang laki laki tersebut.
Krista: "Hei, kau siapa?"
laki laki: "Oh ternyata kau sudah bangun ya, ini di mobil ku, aku ingin membawa mu kek rumah sakit atau dokter apa lah" nada dingin
krista: "Kau tidak mencoba menculik ku kan?"
"...."
pria itu terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Dengan tatapan sinisnya krista takut pada nya dan berucap.
Krista: "Hei!! turunkan aku di depan sana!"
laki laki: "..."
Krista: "Hei kau tuli ya?"
Pria itu terus saja diam dan tidak mengatakan apa apa, krista yang mencoba beberapa kali akhirnya krista pasrah.
Krista: "Kalo di lihat dari tampangnya, keknya orang baik baik, dah lah semoga aja baik seperti perkiraan ku" dalam hati dengan menatap nya dari ujung mata.
Pria itu memberentikan mobilnya di depan rumah sakit, lalu menyuruh krista keluar dari mobilnya, tatapannya masih dingin dan menyeramkan. Maka dari itu krista takut berbicara dengan nya.
Krista: "Hei! kau ingin membawa ku kek mana?"
Laki laki: "Cih... "
Dia menghampiri dokter dan membawa ku kek dokter, lalu aku di periksa di bagian telinga, setelah itu dokter memberikan obat cairan lalu di masukan kek telinga ku dan memberikan alat pendengaran. Pria itu pergi meninggalkan ku menggunakan mobilnya lalu aku berteriak.
Krista: "HEI!! TERIMAKASIH YA"
Laki laki: "Hn... " tersenyum.
Krista yang pergi dengan senang hati karna di berikan alat pendengaran uangnya tidak cukup untuk membeli.
__ADS_1
Krista: "Akhirnya bisa dengar dengan jelas, uh pria itu baik juga ya ternyata" tersenyum sendiri. "Oh ya aku lupa untuk mencari rumah, mungkin di sekitar sini ada"
Krista bertanya tanya kepada orang orang di sekitar apa ada rumah atau kos-kosan untuknya. Semuanya hanya bilang tidak ada atau tidak tau, Krista pusing harus bagaimana lagi, Tiba tiba ada yang berbicara dengan krista.
"Hei! apa kau mencari rumah"
krista: "Hah iya, apa kau ada? aku sangat membutuhkan nya" semangat.
"Sepertinya aku ada"
Krista: "Hah terimakasih... "
Saat sampai krista kaget dengan keadaan rumah yang berantakan dan kotor.
"Apa kau mau? ini bekas rumah ku, aku sedang membutuhkan uang, setelah ini aku akan pergi kek rumah ibu ku"
Krista: "Tidak buruk sih, masih bisa ku bersihkan" dalam hati.
Krista: "Baiklah, aku akan menerimanya, ini uang untuk mu. Aku masuk dulu ya"
Krista capek langsung berbaring di kasurnya, merasakan pusing dan mulai menghayal tentang laki laki itu, tersenyum senyum sendiri seperti orang gila.
Krista membereskan barang bara itu dan yang tidak berguna ia buang, merasa jijik pada benda yang lengket lengket itu seperti terkena cairan. Seharian ia bersihkan semuanya pada jam 9malam baru selesai dalam keadaan capek, krista langsung rebahan tanpa memikirkan apa pun dan langsung terlelap.
Pagi hari pun tiba, pada jam 5pagi krista bangun dengan baju yang kotor karna semalam ia tidak sempat mandi, badannya gatal langsung saja ia mandi dan pergi kek tempat yang ingin dia lamar perkerjaan nya.
.
.
.
.
saat sampai kek kampus itu, krista tidak tau harus apa ,lalu ia menanyakan nya pada satpam penjaga kampus itu.
Krista: "Pak! maaf, kalo mau daftar pekerjaan seperti di browser ini gimana ya pak"
Satpam: "Oh kamu lurus aja kek situ nanti ada sekolah belok kiri nah di situ kan ada lapangan nah kamu tunggu di situ!!"
__ADS_1
Krista: "makasih pak" pergi menuju yang di katakan satpam. "Gila sih mereka murid tapi mempunyai pelayan sekolah macam apa ini, hanya karna orang tua nya yang membangun sekolah ini, mereka jadi sesuka hati, yah namanya juga orang kaya" menggerutu dalam hati.
Krista berjalan menuju tempat yang di tunjukan oleh pak satpam itu, setelah krista sampai ia kaget dengan keadaan tempatnya. Banyak kerumunan wanita yang seumuran dengan krista tersebut.
Krista: "A- apa ini?" dalam hati dengan memasang wajah jijik.
Saat Krista hendak ingin bertanya pada orang di sekitar nya, sebuah mobil mewah melewati mereka semua, dengan jendela mobil yang terbuka Krista mengintip dari barisan belakang dengan berjinjit. Krista kaget dengan orang yang berada di dalam mobil tersebut. Mereka adalah laki laki yang krista liat pagi hari dan pada siang hari itu.
Krista: "Apa? gak mungkin mereka kan" dalam hati.
Krista yang ketakutan langsung pergi kek kamar mandi dan ingin merubah penampilan atau menyamar agar tidak di ketahui oleh mereka. Saat ingin membuka pintu toilet wanita laki laki yang menyebalkan itu ingin membuka pintu toilet pria, krista kaget dan langsung masuk dan mengunci pintu, pria itu berteriak pada krista dan berlari menuju toilet wanita, saat ingin masuk krista telah menutup pintu itu, sehingga ia membenturkan wajahnya kek pintu yang tertutup.
Laki laki: "Dasar gadis sialan, HEIIII AKU AKAN MENUNGGU MU KELUAR DAN AKAN KU HUKUM KAU SAMPAI ******" teriaknya dengan menunjuk-nunjukan jari nya kek pintu.
Laki laki: "Duh, wajah ku sakit sekali, dasar sialan"
Saat keluar ternyata bukan krista yang keluar, malah gadis dengan kacamata dan rambut yang di kuncir kuda. Laki laki itu terus memeriksa dengan sekilas keadaan toilet itu dan tidak ada siapa siapa dan menanyakan nya pada gadis yang keluar tadi.
Laki laki: "Hei, apa kau melihat gadis rambut coklat panjang dan rambut yang di ikat setengah menggunakan pita merah, lalu menggunakan alat pendengaran di bagian telinga kiri?" itu ciri ciri krista.
"Heh, aku tidak melihat nya tuan, aku pergi ya" pergi terburu buru.
.
.
.
.
.
.
Krista: "Untung saja penyamaran ku tidak ketahuan sebagai Annisa hahahaha laki laki keparat itu pasti menyerah mencari ku xixixi" dalam hati dengan berjalan menuju lapangan tadi.
Pendaftaran itu akan di mulai, krista tidak yakin akan di terima. Karna banyak sekali orang orang yang mampu di sini.
Krista: "Untuk apa mereka bekerja jika sudah kaya, pasti buat bertemu dengan 1orang sialan itu dan 1yang sangat baik hati itu, sifat mereka berdua seperti bawang putih bawang merah dan yang antagonis adalah sih keparat itu" dalam hati dengan tatapan jijik.
__ADS_1
*****************