
''Terimakasih Bella, karena kamu sudah menjaga Faiq dengan baik, kalau kamu butuh apa-apa, ambil sendiri, ya. Tidak usah sungkan, anggap saja rumah sendiri,'' ucap Ayu ramah.
''Baik Bu Ayu,'' Bella mengangguk kecil, dengan wajah sedikit di tundukan. Entah kenapa ia tidak ingin Ayu menatap mata nya lama-lama.
Faiq baru saja terlelap setelah selesai mandi sore. Sore telah datang, tidak lama lagi Emran akan pulang dari kantor.
Ayu berlalu dari kamar Faiq, ia berjalan ke kamarnya, ia akan berdandan untuk menyambut kepulangan sang suami. Begitulah rutinitas Ayu setiap hari menyambut kedatangan sang suami. Ia ingin selalu terlihat cantik di depan suami nya itu.
Sementara Bella masih berada di kamar Faiq. Bella menatap lekat wajah mungil yang tengah terlelap. Tampak tenang dan teramat menggemaskan dengan pipi nya yang gembul.
''Kamu mirip sekali sama Papa mu, Nak,'' gumam Bella dengan jari tangan mengelus pelan pipi gembul Faiq.
* * *
Ayu duduk di kursi yang ada di teras rumah, lalu tidak lama setelah itu orang yang ia tunggu kepulangan nya datang juga.
Mobil Emran berhenti tepat di depan teras, tidak lama setelah itu, sang pemilik kendaraan roda empat itu keluar. Ia langsung saja menghampiri sang istri tercinta. Ayu mengambil tangan Emran lalu mencium punggung tangan nya dengan takzim. Emran balas mengecup mesra kening sang istri.
''Kamu selalu terlihat cantik, Sayang,'' puji Emran.
__ADS_1
''Terimakasih atas pujiannya suami ku Sayang,'' balas Ayu tersenyum simpul.
Lalu mereka berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah.
Setibanya di dalam kamar, Ayu langsung membantu melepaskan pakaian serta sepatu sang suami.
''Sudah datang baby sitter Faiq, Sayang?'' tanya Emran.
''Sudah, Mas. Dia lagi di dalam kamar Faiq. Putra kita baru saja terlelap setelah selesai mandi,'' jelas Ayu.
''Putra kita itu kebiasaan tidur hampir magrib begini, padahal tidak baik lho, pamali,'' kata Emran lagi.
''Baiklah Sayang,'' balas Emran, lalu berjalan ke kamar mandi.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang tengah menguping pembicaraan mereka.
* * *
Makan malam pun tiba.
__ADS_1
Ayu melayani Emran dengan baik. Ia memasukkan nasi beserta lauk ke dalam piring sang suami.
''Ini, Mas,'' kata Ayu seraya meletakkan piring yang berisi nasi beserta lauk nya di atas meja di depan Emran.
''Terimakasih Sayang, kamu memang istri yang baik,'' lagi-lagi Emran memuji sang istri tercinta.
Lalu Ayu duduk di kursi yang terdapat di sebelah Emran.
Bella, Sang baby sitter yang tengah menggendong Faiq diam-diam mendengar pembicaraan antara Ayu dan Emran. Dia berdiri tidak jauh dari Ayu dan Emran.
''Bella, yuk makan bersama kami, Faiq kamu letakkan saja di stroller,'' kata Ayu ramah. Mendengar itu, Emran tersenyum simpul, karena sang istri yang selalu berlaku baik kepada para pekerja di rumah nya.
''Tidak usah, Bu. Saya makan di belakang saja,'' tolak Bella lembut. Lalu Bella berlalu dari dekat Ayu dan Emran. Ia berjalan membawa Faiq ke ruang keluarga.
Entah kenapa, mendengar suara Bella, mengingatkan Emran dengan suara seseorang. Iya, suara itu begitu mirip sama suara Namira. Tapi Emran tak mau membicarakan perihal kecurigaannya kepada Ayu. Dia tidak ingin lagi membahas tentang masa lalu nya kepada sang istri.
''Sayang, kenapa pakaian baby sitter kita harus seperti itu?'' tanya Emran.
''Iya biarkan saja, Mas. Itu privasi dia. Mungkin dia tidak ingin aurat nya terlihat oleh pria yang bukan muhrimnya. Malah bagus kan, Mas. Aku juga pengen kek gitu, tapi aku masih belum siap,'' ucap Ayu. Dan Emran manggut-manggut mendengarkan nya.
__ADS_1
Bersambung.