Aku Yang Terkuat Di Semesta

Aku Yang Terkuat Di Semesta
16. Chapter 17 - Kebahagiaan Dan Kemesraan


__ADS_3

***


Pagi hari yang cerah, Chen Fan membuka matanya dengan perlahan, ketika Chen Fan melihat di samping nya seseorang yang dia kenali masih tertidur pulas.


Melihat Yanzhi yang masih tertidur pulas, Chen Fan menatap nya dengan penuh kasih.


"Tiba-tiba saja Chen Fan mendekati Yanzhi dan membisikkan sesuatu di telinganya, Yanzhi bangunlah jika kamu tidak bangun, aku tidak akan memberikan kecupan manis selamat pagi kepada mu."


Mendengar bisikan yang dikatakan Chen Fan, tiba-tiba saja ekspresi wajah Yanzhi menjadi memerah semerah Apel.


"Aku bangun bodoh, ucap Yanzhi yang masih memiliki ekspresi wajah yang merah."


Melihat reaksi wajah Yanzhi yang masih memerah, sebab rayuan Chen Fan, Chen Fan pun mendekati nya dan memegang tangannya.


Melihat Chen Fan yang menyentuhnya, Yanzhi pun berkata dengan wajah memerah nya, kita tidak boleh melakukannya di dalam kamar.


Melihat Chen Fan yang semakin mendekat Yanzhi pun pasrah, dan hanya menutup matanya.


Mari kita memancing Yanzhi.


"Ehh", tiba-tiba saja Yanzhi langsung membuka matanya, dan melihat Chen Fan yang sudah berada di belakangnya.


Sedikit kekecewaan muncul di mata Yanzhi, dia berharap, Chen Fan menciumnya, "ahhhhh, apa yang sedang kamu pikirkan Yanzhi, hilangkan pikiran kotor itu dari pikiran mu".


Apa yang sedang kamu lakukan Yanzhi, mari kita sarapan pagi, dan pergi memancing setelah ini?


"Yanzhi pun menghampirinya dengan wajah memerah Semerah tomat nya, dan berkata, baiklah mari kita sarapan terlebih dahulu."


Chen Fan melihat reaksi yang tidak biasa dari wajah Yanzhi, dan Chen Fan yang bingung, bergumam pada dirinya sendiri, apa yang sedang di pikiran olehnya.


**


Setelah mereka berdua menyelesaikan sarapan pagi nya, Chen Fan dan Yanzhi pun keluar untuk memancing ikan di danau yang terletak di belakang gunung.


Chen Fan pun mengandeng tangan Yanzhi, dan berkata, Mari kita pergi mendaki gunung bersama.


Wajah merah Yanzhi muncul lagi ketika Chen Fan memegangi tangan nya.


Jika Chen Fan melihat reaksi Yanzhi seperti tadi pagi, dia mungkin tidak akan mengerti apa yang sedang terjadi dengan perubahan reaksi wajah nya, dan mungkin Chen Fan hanya menganggap Yanzhi sedang pusing.


Setelah itu mereka berdua berjalan selama lebih dari 1 jam lebih, dan sampai dengan wajah penuh semangat.

__ADS_1


Akhirnya kita sampai, Yanzhi kamu tunggu sebentar di sini aku akan menyiapkan alat-alat pancing nya terlebih dahulu.


Baiklah aku mengerti, jangan berlama-lama ya.


Chen Fan menjawabnya dengan suara ceria dan menggoda Yanzhi, baiklah aku tidak akan berlama-lama, kamu juga mungkin akan merindukan ku jika aku berlama-lama.


Wajah Yanzhi memerah semerah Apel ketika mendengar Chen Fan berbicara.


Kamu,Kamu, siapa juga yang akan merindukanmu, aku tidak akan merindukanmu sama sekali, ucap Yanzhi sambil menyembunyikan rasa malunya.


Setelah itu, Chen Fan pun selesai menyiapkan alat-alat pancing nya, dan menuju ke arah Yanzhi.


"Chen Fan yang melihat Yanzhi yang sedang bermain-main dengan air, dan dengan tersenyum bahagia, mengejutkan nya, dia tidak pernah melihat Yanzhi dengan wajah sebahagia itu, dan tiba-tiba saja ekspresi wajah Chen Fan tiba-tiba saja tersenyum bahagia, seperti melihat istrinya sedang merasakan kebahagiaan yang tidak bisa di jelaskan."


Ketika melihat kedatangan Chen Fan, Yanzhi tiba-tiba saja terkejut, dan merasa malu di wajahnya.


Chen Fan mendekat, dan tertawa setelah melihat tingkah laku Yanzhi yang malu-malu, hahahahaha.


Yanzhi berbicara dengan suara nada yang cemberut,Apa yang kamu tertawakan?


Tidak ada ko ucap Chen Fan.


Aku mengerti ucap Yanzhi dengan mulutnya yang mungil.


Setelah itu Chen Fan dan juga Yanzhi memancing sampai siang hari, dan kembali ke pondok rumah yang ditinggali oleh mereka berdua.


Setelah, kembali ke rumah mereka, Chen Fan pun langsung, mengeluarkan hasil pancingan mereka, dan akan memasaknya, melihat 4 ikan yang ada di meja Chen Fan hanya menghela nafas panjang yang seperti sedang lesu.


Chen Fan lesu sebab dia tidak mendapatkan satu ekor ikan pun dan ikan semua yang ada di atas meja itu semua yang mendapatkannya, semuanya hanyalah Yanzhi.


Setelah itu Chen Fan memasak semua ikan itu, dan mengubah ikan itu menjadi sebuah ikan dendeng balado, dan ikan bakar Cianjur.


**


Setelah beberapa saat ikan itu akhirnya sudah siap hidang, dan hanya tinggal memakannya saja.


Aroma ikan yang keluar dari masakan Chen Fan membuat Yanzhi, lapar, bisa kita ketahui jika seorang cultivator itu tahan makan dan bisa sampai lebih dari 1 bukan mereka tidak makan, sebab mereka menggunakan energi spiritual untuk mengenyangkan perut mereka.


Apakah ini, bagaimana bisa makanan biasa bisa sewanggi ini?


Chen Fan yang melihat Yanzhi terkejut hanya tersenyum bangga kepada dirinya sendiri, sebab sebenarnya Chen Fan sudah sangat pintar memasak ketika di kehidupan sebelumnya.

__ADS_1


Chen Fan apakah ini, bagaimana bisa masakan mu merangsang rasa lapar di tubuh ku?


Ini masakan spesial yang aku buat untuk mu, dan yang aku pelajari ketika aku masih kecil sewaktu itu.


Bahkan, guru Chen Fan Yun Qingluo' sekaligus tidak akan tahan dengan makanan yang sudah di siapkan Chen Fan untuk dirinya, dan apalagi kaka-kakak seperguruannya, mereka mungkin sekarang sedang menangis, sebab merindukan makanan dari Chen Fan.


**


Yanzhi pun langsung mencobanya, dan tiba-tiba saja wajah Yanzhi tersenyum manis seperti ketika aku melihatnya di pegunungan sewaktu itu.


Ini sungguh luar biasa, tekstur daging yang begitu empuk, dan di campur dengan bumbu-bumbu yang sangat pedas ini sungguh sangat lezat.


Chen Fan bisakah, kamu mengajari aku juga cara membuat makanan yg senikmat ini? ucap Yanzhi.


Chen Fan yang melihat wajah Yanzhi yang penuh minat, menyetujui nya, apakah kamu berpikir aku tidak akan mengajarimu cara membuat makanan yang lezat, baiklah mari kita belajar memasak.


Melihat Chen Fan yang menyetujui nya, wajah Yanzhi tersenyum manis dan indah, ini sungguh pemandangan yang luar biasa, melihat wanita cantik tersenyum dan bahagia.


Setelah itu Chen Fan mengajari cara memotong ikan dengan benar.


Chen Fan pun memegang tangan Yanzhi dan mengarahkannya kepada ikan itu, seperti ini cara memegang pisau yang benar, dan cara memotong nya kita hanya perlu membelahnya perlahan, ucap Chen Fan.


Melihat tangan Chen Fan yang menggandeng tangan nya, Yanzhi memerah seperti tomat, dia bisa merasakan nafas Chen Fan berada di telinganya, itu hampir bersentuhan dengan kulit telinganya.


Chen Fan yang melihat wajah Yanzhi semakin memerah, Chen Fan pun tersenyum dan berkata di hatinya, dia sungguh cantik walaupun terlihat sering marah-marah, aha, sebuah ide muncul di benak Chen Fan, bagaimana jika aku menjahilinya itu mungkin bagus.


Chen Fan pun semakin mendekat ke telinga Yanzhi, dan wajahnya semakin memerah, tiba-tiba saja reaksi aneh muncul di wajahnya.


Chen Fan pun mengigit telinga Yanzhi dengan lembut, dan setelah itu Chen Fan melepaskan gigitannya.


Kamu,kamu, apa yang sedang kamu lakukan ucap Yanzhi dengan wajah Merah Semerah tomat nya itu?


Bukannya, aku sedang mengajari istri ku cara memasak apa salahnya jika aku juga bermain bersama istri ku, ucap Chen Fan dengan suara menggodanya itu.


Melihat perkataan, Chen Fan Yanzhi pun memerah Semerah Apel dan juga malu-malu kucing.


Melihat reaksi wajah Yanzhi, Chen Fan pun berkata lagi, apakah aku tidak boleh bermesra-mesraan bersama istri ku.


Setelah itu, tiba-tiba saja tangan Yanzhi memukul wajah Chen Fan, dan berkata, a,a,apa yang sedang kamu katakan dasar bodoh.


*******Bersambung

__ADS_1


__ADS_2