
Apa yang kamu bicarakan dasar bodoh.
***
Aduh Sungguh sakit sekali, apakah kamu ingin membunuh ku.
Itu salah mu sendiri, yang menggoda ku terus menerus, Huhh.
Yanzhi pun cemberut, dengan sikap perilaku yang di lakukan oleh Chen Fan, dan kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
"Setelah itu Chen Fan mengerutkan keningnya dan bertanya di dalam hatinya, apa salah ku, bukannya aku hanya ingin menjahilinya saja, nasib ku sungguh sial sekali hari ini."
***
Hari berlalu begitu saja dan tanpa sadar pagi hari telah terbit.
Keesokan pagi harinya, Chen Fan yang melihat wajah Yanzhi yang masih cemberut dan marah.
Melihat wajah Yanzhi yang masih marah, Chen Fan pun tidak tahu harus bagaimana dia bingung apa yang harus dilakukannya.
Tiba-tiba saja, Chen Fan berjalan mendekati Yanzhi dan berkata kepadanya, aku minta maaf.
Chen Fan yang melihat Yanzhi masih cemberut, Chen Fan tiba-tiba saja mendekat dan memegangi tangannya ke atas dan menatapnya, tiba-tiba saja Chen Fan mencium bibir Yanzhi dengan lembut.
Itu membuat Yanzhi malu, dan mencoba untuk melepaskan diri dari Chen Fan, tetapi dia tidak bisa seperti ada yang menahannya untuk tidak lepas dari nya.
Aku tidak akan melepaskan mu sampai kamu mau memaafkan ku, dan aku tidak bermain-main dengan ucapan ku Waktu itu, ucap Chen Fan.
Yanzhi tiba-tiba saja mengingat apa yang di katakan Chen Fan sewaktu itu.
Apakan kamu mau Sehidup dan Semati dengan diriku ini dan melihat seluruh dunia bersama dengan ku, itulah yang di ucapkan oleh, Chen Fan sewaktu itu.
(Note: menjadi istrinya dan menghabiskan waktu bersama-sama.)
Mendengar perkataan Chen Fan, ucapan yang di katakan nya adalah kebenaran, Yanzhi tidak bisa tidak menahan rasa malu dan memerah di wajahnya.
Tetapi tiba-tiba saja, energi dingin yang menghantam seluruh tubuh Yanzhi muncul lagi, di waktu yang begitu bahagia ini.
Ya itu adalah penyakit yang di derita oleh Yanzhi.
"Sutra Es Tulang Penghancur Iblis."
__ADS_1
Energi, dari Sutra Es Tulang Penghancur Iblis tiba-tiba saja tumbuh kembali, meskipun Yanzhi tahu hidupnya mungkin tidak akan lama lagi di sebabkan oleh, Sutra Es Tulang Penghancur Iblis yang sudah mengakar sampai ke seluruh tubuhnya.
Mungkin Yanzhi hanya bisa hidup sampai 10 hari kedepannya, meskipun dia senang dengan apa yang di katakan oleh Chen Fan tetapi dia tidak bisa menerima nya, sebab dia akan mati sebentar lagi, oleh sebab itu dia tidak ingin menyakiti perasaan orang yang mencintainya, karena kematiannya.
Chen Fan tiba-tiba saja kaget di sebabkan oleh perkataan dari Yanzhi.
Aku memaafkan mu tetapi aku tidak bisa menerima perasaan mu.
Chen Fan \= Apa?
Sebelum Chen Fan selesai berbicara Yanzhi pun kembali ke kamarnya lagi.
Eh, tiba-tiba saja Chen Fan bingung kenapa tiba-tiba dia memaafkan nya, tetapi juga entah tiba-tiba saja ada rasa sakit yang entah datang dari mana, Chen Fan tidak bisa menjelaskan nya rasa sakit itu datang darimana.
(Note: yang masih bingung, Chen Fan tadi juga ngungkapin perasaannya, untuk menjahili Yanzhi lagi ,siapa tau dia akan memaafkannya karena malu, tetapi tanpa sadar sebenarnya Chen Fan benar-benar menyukai Yanzhi.)
Setelah itu juga, Chen Fan kembali ke kamarnya dengan keadaan lesu dan lemah dia tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ada rasa sakit dihatinya.
Sudah lebih dari 3 Minggu mereka berdua bersama, baru kali ini mereka merasakan apa itu kebahagiaan.
Mereka berdua sama-sama kembali ke kamar, dan menatap bulan yang indah, kesedihan bisa dilihat di hati mereka, dan mereka berdua berbicara ke atas langit secara bersamaan
Apakah ini yang dinamakan cinta, ucap Chen Fan.
***
Besok paginya keadaan kembali seperti semula.
Chen Fan memanggil Yanzhi untuk sarapan pagi.
Dan Yanzhi pun langsung keluar dari kamar nya untuk makan paginya.
Keduanya tertawa bersama-sama, dan ingin terus hari ini terus berlanjut.
Setelah mereka selesai sarapan pagi, mereka berdua bersama-sama Berburu, memancing, berlatih masakan, dan juga berlari-lari bersama-sama di dekat hutan yang di penuhi dengan pohon sakura, keduanya merasa bahagia, setiap saat, dan ketika mereka melihat pohon sakura yang di penuhi oleh daun ping di sekitarnya, mereka merasakan kebahagiaan, dan dipikiran mereka berdua hanya ada.
Jika waktu bisa berhenti, aku ingin selalu bersama dengan dirinya.
Setelah selesai beraktivitas mereka berdua beristirahat di pohon besar ditengah nya, pohon sakura yang sangat besar cocok untuk beristirahat.
Mereka berdua sambil bergandengan tangan dan tidak ingin melepaskan apa pun yang terjadi.
__ADS_1
"Meskipun jika dunia ini runtuh, atau para dewa turun sekali pun mereka tidak akan melepaskan genggaman tangan mereka."
Yanzhi pun bersandar di pundak Chen Fan, dan ingin selalu seperti itu.
Tiba-tiba saja tanpa sadar Yanzhi menangis.
Kenapa kehidupan ini sungguh sangat kejam, apa ini yang kalian berikan kepada ku dewa, ketika aku sudah tidak lama lagi di dunia, kalian ingin membuat ku menderita.
"Aku tidak ingin berpisah darinya, apakah kalian mendengarnya dewa, jika masih ada kesempatan untuk ku hidup, bahkan jika aku harus menghapus seluruh kultivasi ku sekali pun, aku tidak akan keberatan sama sekali."
Tiba-tiba saja Chen Fan melihat wajah cantik Yanzhi berlinang air mata, dan tanpa sadar Chen Fan menghapus air mata yang ada di wajah cantiknya itu.
Chen Fan bertanya apa yang terjadi, apakah aku menyakitimu, ucap Chen Fan.
Tiba-tiba saja Yanzhi kaget ada sebuah tangan yang menyeka air matanya.
Aku tidak apa-apa, ucap Yanzhi.
Jika saja Chen Fan tahu jikalau Yanzhi akan segera mati, dan juga Yanzhi sedang memikirkannya, mungkin dia akan memeluknya dan tidak akan pernah melepaskannya sama sekali.
Akhirnya mereka berdua sama-sama menyenderkan kepala mereka di satu sama lain, dan juga sambil bergandengan tangan.
Mereka berdua tidak tahu bahwa takdir mereka, akan berubah, ketika kedua orang itu bersandar di pohon sakura besar itu.
"Pohon sakura itu merespon keinginan mereka, dan hanya tinggal menunggu apa yang akan di putuskan oleh mereka berdua, apakah mereka ingin selalu bersama-sama selamanya, atau tidak, jika mereka ingin selalu bersama pohon itu akan merespon keinginan mereka dan menyatukan mereka berdua."
**
Setelah selesai beraktivitas mereka berdua kembali ke rumah mereka berdua bersama-sama, dan meninggalkan pohon besar itu dengan kenangan yang begitu indah di sana.
Setelah itu mereka berdua kembali ke arah kamar mereka masing-masing, dan mengunci pintu mereka.
Ketika baru saja masuk ke dalam kamar mereka, Yanzhi merasakan energi Dingin Sutra Es Tulang Penghancur Iblis sudah hampir batasnya, dan mungkin akan sepenuhnya membunuhku dalam 1 hari lagi.
Yanzhi pun bergumam di hatinya sambil menahan kesedihan dan rasa sakit yang diakibatkan oleh Sutra Es Tulang Penghancur Iblis, aku ingin kamu selalu bahagia, jika kamu bahagia aku akan bahagia.
Setelah itu dengan Engan Yanzhi pun pergi dan meninggalkan Chen Fan sendirian di rumah itu, dan berkata dengan suara sedih.
"Maafkan aku, Aku juga mencintaimu, aku sungguh sangat mencintaimu, jadi aku ingin kamu bahagia, jadi lupakanlah aku Chen Fan."
(Note: lah ko saya yang ngerasa sedih sendiri, padahal saya yang buat.)
__ADS_1
*****Bersambung