Aku Yang Terkuat Di Semesta

Aku Yang Terkuat Di Semesta
20. Chapter 20 - Chen Fan VS Wun Tianzi (1)


__ADS_3

"Eight Calamity Heavenly Thunder."


Delapan bencana petir surgawi muncul, dan menyerang Wun Tianzi dengan brutal.


"Booomm."


Serangan itu tepat mengenai Wun Tianzi, dan meledak dengan suara yang sangat kuat.


Melihat serangannya yang berhasil mengenai Wun Tianzi, Chen Fan sedikit senang dan bertanya-tanya, apakah dia terluka?


Sementara itu debu yang memenuhi tempat serangan Chen Fan mulai menghilang, dan memunculkan sebuah sosok yang sama sekali tidak terluka sesudah terkena Eight Calamity Heavenly Thunder milik Chen Fan.


Setelah melihat Wun Tianzi baik-baik saja, Chen Fan mengerutkan keningnya, dan menatap tajam Wun Tianzi dengan aura kematian.


Bagaimana bisa dia tidak terluka sedikitpun, aku tahu jika dia berada di ranah Great Ascension tetapi bukankah dia sedang tersegel dan juga melemah, seharusnya Eight Calamity Heavenly Thunder cukup untuk memberikan luka bakar yang sangat serius di tubuhnya.


Jika itu yang terkena adalah Master Sekte dari 16 Sekte, mungkin mereka semua sudah mati, tetapi Wun Tianzi ini dia tidak hanya tidak terluka bahkan seperti tidak terjadi apa-apa terhadapnya.


Hahahaha, apakah ini yang dinamakan Eight Calamity Heavenly Thunder, sama sekali tidak sakit, itu hanya mainan anak-anak saja, ucap Wun Tianzi dengan wajah mengejek.


Aku akan tunjukkan apa itu Eight Calamity Heavenly Thunder.


"Eight Calamity Heavenly Thunder."


Tiba-tiba saja Chen Fan terkejut sebab Wun Tianzi mengunakan serangannya.


Serangan yang dilancarkan oleh Wun Tianzi sama dengan serangan Chen Fan sebelumnya, tetapi serangan dari Wun Tianzi lebih besar dan lebih kuat dari milik Chen Fan.


"Matilah manusia."


Serangan dari Wun Tianzi dengan cepat melesat, dan mengarah ke Chen Fan.


Chen Fan yang melihat serangan itu dia berusaha untuk menghindarinya dengan segenap kekuatannya, tetapi meski dia menghindar dia tetap terkena serangan delapan bencana guntur surgawi itu.


Serangannya itu meledak dengan sangat kuat yang bahkan nuklir sekali pun tidak akan bisa sekuat itu.


Arghhh, kekuatannya lebih kuat dari ku, meski aku dapat menghindar karena keberuntungan tetapi tetap saja aku tetap terkena dampak serangannya.


"Chen Fan melihat kebawah dan memperhatikan Eight Calamity Heavenly Thunder milik Wun Tianzi dapat menghancurkan Ruang kehampaan."

__ADS_1


Sungguh mengerikan, bahkan tanpa 100 persen kekuatannya dia dapat menghancurkan Ruang kehampaan.


Ruang kehampaan adalah tempat yang tidak memilih apapun di dalamnya; konsep waktu tidaklah ada di kehampaan, jika seseorang yang masuk kedalam kehampaan hanya akan hancur menjadi debu tanpa abu.


Jika tadi aku terkena serangannya mungkin aku akan langsung mati tanpa tersisa.


Hahahaha, ada apa, apakah kamu tidak berani bertarung lagi setelah melihat itu semua manusia.


Chen Fan sedang berpikir bagaimana cara untuk mengalahkan nya, jika Chen Fan maju dengan gegabah seperti tadi hanya akan ada satu resiko yang akan di dapatkannya, yaitu adalah kematian tanpa sisa.


Setelah beberapa saat Chen Fan berpikir dia tidak dapat menemukan cara apapun untuk mengalahkannya, bagaimana tidak lawannya kali ini adalah eksistensi yang hampir mencapai Ranah tertinggi Crossing Tribulation, dan sedangkan untuk Chen Fan sendiri dia hanya berada di ranah Soul Formation, perbedaannya terlalu jauh.


Dan sama seperti Chen Fan, jika Chen Fan berpikir bahwa dia tidak bisa mengalahkannya sebaliknya Wun Tianzi hanya menganggap bahwa pertarungan ini hanyalah mainan anak-anak yang bisa dia menangkan kapan saja.


"Melihat wajah Chen Fan yang masih tetap sama tak kenal takut sama seperti waktu itu membuat ekspresi wajah Wun Tianzi menjadi tidak senang."


Wun Tianzi sebenarnya ingin menyiksa Chen Fan supaya dia memohon ampunan kepada-nya, dia ingin melihat wajah Chen Fan yang tampan itu putus asa, tetapi semakin Wun Tianzi menginginkannya, semakin dia menemukan bahwa Chen Fan sama sekali tidak berubah sedikitpun dari ekspresi sebelumnya.


Melihat Chen Fan yang masih memiliki ekspresi tak kenal takut, Wun Tianzi akhirnya mengeluarkan jurus terkuatnya, untuk menghancurkan Chen Fan.


Meski di bilang jurus terkuat tetapi sebenarnya itu hanya mengandung 10 persen dari kekuatannya.


"Demon Whale Orca."


Seketika ikan paus itu menatap Chen Fan yang berdiri di sana, dan tiba-tiba saja paus itu memadatkan energi spiritual kegelapan yang ada di sekitarnya.


Setelah lebih dari 3 detik bola energi yang begitu besar dan padat itu pun muncul di mulut ikan paus itu.


Wajah Chen Fan yang melihat itu tercengang, dan tubuhnya bergetar Chen Fan berpikir bahwa ini pasti akan menjadi akhir hidupnya, tetapi walaupun ini akhir dari hidupnya dia tetap menunjukkan ekspresi perlawanan.


"Meski mati sekali pun Aku tidak akan tunduk di hadapan siapapun."


Chen Fan pun mengeluarkan kekuatan terkuatnya juga


"Divine Dragon Fist Roared."


Naga terbentuk di belakang Chen Fan, dan naga itu sebesar 200 meter.


"Majulah, Divine Dragon Fist Roared."

__ADS_1


Kedua serangan itu meraung dengan keras dan mengakibatkan tanah di bawah mereka hancur.


Serangan dari Chen Fan terus melesat dan tidak ingin kalah bagaimana pun caranya.


Setelah itu kedua serangan itu bertemu dan saling berbenturan, dan mengakibatkan gelombang energi di sekitarnya hancur.


"Booomm."


Kekuatan dari serangan Chen Fan hancur lebur, dan tidak menyisakan apapun tetapi tujuannya tercapai.


Tiba-tiba Chen Fan sudah berada tepat di depan Wun Tianzi, dan Chen Fan melancarkan serangan mematikannya menuju tepat di dadanya.


"Heavenly Thunder Hand."


Tangan guntur surgawi yang di arahkan menuju dada Wun Tianzi, tepat mengenainya.


Serangannya, membuat Wun Tianzi terluka, dan kesakitan, tetapi tiba-tiba saja Wun Tianzi menyerang balik ke arah Chen Fan yang sedang terbang di depannya.


"Demonic Hand."


Meski dia sudah terluka, tetapi dia masih bisa menyerang balik ke arah Chen Fan.


Chen Fan yang tidak sempat menghindari serangannya akhirnya terkena pukulan dari Wun Tianzi, dan terbang ke belakang.


Booomm, Suara keras terjatuh Chen Fan terdengar, dan membuat kawah yang sangat besar sekali.


Chen Fan pun memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, dan berdiri dengan susah payah untuk melihat Wun Tianzi.


Setelah Chen Fan berdiri dia menunjukkan jari tengahnya di hadapan Wun Tianzi, Makan itu dasar serangga.


Melihat Perilaku Chen Fan, Wun Tianzi pun langsung mengeluarkan pukulan berikutnya, dan ingin menghancurkan Chen Fan berkeping-keping.


Sesaat ketika Chen Fan hampir menerima kematiannya, tiba-tiba saja Xiau Bai muncul dan menariknya pergi dari situ.


Xiau Bai yang dari tadi mencari cara untuk keluar, terus mencari sampai akhirnya ketemu, dan akhirnya dia kembali menuju tempat Chen Fan.


Ketika dia sampai, Xiau Bai melihat Chen Fan yang sudah terhuyung-huyung, dan hampir pingsan dengan cepat Xiau Bai menuju Chen Fan dam membawa nya pergi untuk keluar dari dunia itu.


Xiau Bai pun langsung menghancurkan tempat yang bisa membawanya kembali ke dunia asal mereka.

__ADS_1


Chen Fan dan juga Xiau Bai pun akhirnya keluar dari dunia itu, dan meninggalkan Wun Tianzi seorang diri.


Di dunia kegelapan Wun Tianzi yang tidak bisa merasakan energi dari Chen Fan pun meraung dengan sangat kuat, sampai hampir membuat dunia kegelapan itu hancur.


__ADS_2