
Atlantis Palace yang semula indah kini terlihat suram. Puing-puing berserakan, bangkai-bangkai bekas peperangan di biarkan dan ikan-ikan mengerikan dari segitiga bermuda di kumpulkan.
Disana rombongan Sultan Harits telah datang untuk membebaskan Crown Prince Atlantis. Bahkan Valide Halime Hatun yang tinggal di daratan sampai rela menceburkan diri ke dunia laut.
''Draap draap'' Terdengar langkah Sultan Harits di lorong Istana, namun ketika ia sampai di ruang singgasana, hanya Ia dan Halime yang boleh masuk. Tentu saja hal tersebut lebih dari cukup untuk membuat Harits geram—dia bisa saja di jebak. Harits memerintahkan seluruh prajuritnya untuk membunuh siapapun yang menghalangi mereka.
...〰️AL BAHRI : OCEAN SULTAN〰️...
“Yang Mulia, Harits saat ini sedang berusaha merengsek masuk dengan seluruh pengawalnya.” Lapor penjaga.
“Apakah kalian melihat Richard?” Tanya Charles.
“Iya, dia di kawal oleh lima orang.” Charles menyeringai, lima orang bukanlah hal yang sulit bagi Richard.
__ADS_1
“Nah, sekarang siapkan gantungan dan gantung anak itu! Namun jangan di gantung sebelum kuberi perintah!” Perintah Tyrant King.
''Braak, buugh, aakkh'' Pintu ruang singgasana menganga lebar dan penjaga di sekitarnya terpental mati bergelimpangan.
“Charles! Dimana kamu! Serahkan keponakanku!” Teriak Harits.
“Mengapa kau begitu marah Harits? Ini bukan hanya keponakanmu, ini juga keponakanku.” Jawab Charles santai.
“Tenanglah adikku—”
“Aku bukan adikmu lagi! Sejak kau protes kepada Ayahanda karena kak Arthur yang dinobatkan menjadi raja dan membuat Ayah membagi wilayah kekuasaannya kepada kita! Sekaligus membuat Atlantis Kingdom menjadi terpecah belah!! Bukan hanya itu, ketamakkanmu membuatmu tidak puas dan menyerang Atlantis!” Kata Harits murka.
“Justru karena hal tersebut kamu juga senang kan? Kamu jadi mampu mendirikan kerajaan berciri khas agama manusia darat. Apa namanya? Ah iya, Marmara Sultanate.” Kata Charles. Namun mendadak nada suaranya berubah.
__ADS_1
“Engkau tidak lagi menyembah dewa-dewa lautan, engkau bahkan bersekutu dan menikahi anak penguasa daratan!” Sambung Charles geram.
“Mari kita sudahi semua perdebatan ini! Sekarang serahkan Richard dan kekuasaanmu jika kamu ingin anak ini—” Kata Richard sembari menunjuk Al Bahri yang dalam posisi ingin digantung.
“Istrimu, dirimu dan seluruh pengikutmu ingin selamat!” Kata Charles yang membuat Harits dab seluruh pasukannya terkejut—ternyata mereka telah di kepung dari depan dan belakang.
Harits terdiam cukup lama, sedang mengulur waktu karena saat itu Halime diam-diam berenang dan memotong tali gantungan Al Bahri. Setelah tali yang mengikat leher Al Bahri putus, Halime langsung menarik tangan Al Bahri yang sedang pingsan. Namun tali yang terpotong perlahan jatuh dan mengenai kepala King Charles, membuatnya tersadar dan menatap ke atas—ke Halime Hatun.
“Perempuan sialan! Kemari kau! Lepaskan anak itu!!” King Charles melompat untuk menyerang Halime yang mengambang di atas. Namun tidak sampai karena dia manusia yang tinggal di lautan, sehingga hukum gravitasi berfungsi padanya saat di lautan.
“Duaak, Cih, pasukan segera tunggangi Gurita dan Mosasaurus kalian! Tangkap perempuan itu dan bawa anaknya kepadaku!!” Perintah Charles kesal dan geram. Dia hanya dapat melihat Halime yang bergerak semakin menjauh dari ruang singgasana. Ketika Charles lengah, Harits melompat dan menyerangnya. Diikuti secara serentak oleh seluruh pasukan yang di bawanya.
“Allahu Akbar!” Teriak Harits dan seluruh pasukannya. Saat itu mereka bersedia mengorbankan nyawa mereka agar Al Bahri dapat selamat.
__ADS_1