
“Uukh...emm Bibi, Apa yang terjadi?” Perlahan Prince Al Bahri membuka matanya, samar-samat terlihat wajah Bibinya, raut mukanya serius dan tegang.
“Bibi?” Halime Hatun tetap diam dan fokus berenang.
“Bibi, Apa yang sebenarnya terjadi?!” Kata Al Bahri lebih keras.
“Oh Al Bahri, kamu sudah sadar rupanya. Kami baru saja menyelamatkanmu dari—” Sebelum Halime menyelesaikan kalimatnya.
''Wuuuk'' Sebuah Gurita besar mengadangnya dan menyabetkan tentakel besarnya. Halime tidak menghindar, ia memotong tentakel tersebut dengan besi panjang melengkung yang bergagang kayu.
''Craash, sraash'' Dua tentakel baru saja terpotong, menyusul tentakel pertama tenggelam ke lautan.
''Wuuush, crraat'' Halime Hatun telah menusuk kepala sang Gurita.
Namun semuanya belum selesai. Lima penunggang Mosasaurus telah datang. Secara serentak mereka melempar trisula yang mereka bawa. Halime menangkis sebuah trisula, lalu menangkap dua trisula sekaligus dan mengembalikannya kepada pemiliknya, dua trisula melesat mengincarnya—Halime Hatun menghindar lalu menangkap salah satu trisula tersebut dan melemparnya kembali kepada pemiliknya.
Tiga penunggang Mosasaurus terjungkal terkena trisula mereka sendiri. Kini tersisa dua penunggang. Halime melempar Al Bahri ke salah satu Mosasaurus yang tidak bertuan dan melesat menuju kedua penunggang Mosasaurus tersebut yang ikut melesat menyerang Halime. Halime memutar tubuhnya menghindar sekaligus memenggal kepala penunggang yang menerjangnya. Halime menghindar lagi dari serangan penunggang yang tersisa dan menyabetkan senjatanya kepada Mosasaurusnya. Penunggang tersebut terpental karena Mosasaurus miliknya menjadi tidak terkendali. Halime bergegas menusuk perutnya saat ia masih dalam kondisi mengambang.
__ADS_1
Crown Prince Al Bahri yang tidak dapat mengendalikan Mosasaurus segera terlempar—namun segera di tangkap oleh Halime.
“Fiuuh, terimakasih Bibi!” Ucap Prince Al Bahri, sekilas pandangan matanya tertuju kepada benda yang di bawa oleh bibinya.
“Sama-sama Al Bahri.”Jawab Bibinya.
“Bibi, Itu benda apa? Mengapa keren sekali?” Tanya Al Bahri antusias.
“Ooh ini, benda ini bernama pedang, senjata paling efektif di daratan.” Kata Halime Hatun menjelaskan seraya mengacungkan pedangnya.
...〰️AL BAHRI : OCEAN SULTAN〰️...
“Akhirmu telah tiba! Charles!” Ucap Sultan Harits dingin.
“Rasakan...aaakh.” Sebuah trisula menembus perut Harits dari belakang. General Richard yang telah melakukannya.
“Hahaha, Bagus sekali Richard...kau telah menyelamatkan nyawaku untuk kedua kalinya.”
__ADS_1
''Dua kali?'' Batin Harits dengan tatapan heran. King Charles paham maksud tatapan tersebut berkata.
“Iya dua kali, dulu Arthur pernah mengalahkanku dan Richard menusuknya dari belakang, persis seperti ini!” King Charles mendekatkan mulutnya ke telinga Harits. Harits muntah darah tepat di muka Charles.
“Kau pengkhianat hina! Hanya berani menusuk dari belakang!!” Maki Sultan Harits.
“Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah!” Ucap Sultan Harits lantang yang membuat mental pasukannya menurun drastis. Lalu penguasa Marmara Sultanate tersebut ambruk.
'Traang, Klontang'' Trisula-trisula berkelontangan di lantai Atlantis Palace. Para prajurit Sultan Harits mengangkat tangan mereka, tanda menyerah yang universal.
“Bunuh mereka semua!” Perintah Tyrant King. Prajurit Harits terheran-heran,"Bukankah mereka telah menyerah?" Namun mereka segera mengambil trisula mereka kembali. Kali ini mereka akan bertarung habis-habisan.
...〰️AL BAHRI : OCEAN SULTAN〰️...
“Bibi, Bagaimana caranya mengambang dan bisa melesat di atas begini?” Tanya Al Bahri kagum.
“Ini namanya berenang dan menyelam, kamu harus bisa hidup di darat terlebih dahulu!” Jawab Halime Hatun.
__ADS_1
“Akan tetapi bukankah aku akan sulit bernapas dan akan kepanasan? Kulitku akan melepuh ketika terkena sinar matahari secara langsung!” Tanya Al Bahri ragu-ragu.
“Nanti Bibi akan mengajarimu caranya, Insya Allah. Sekarang kita pulang dulu!”