
Amira bangkit dari motornya tanpa mempedulikan luka yang perh di bagian tangan dan lutut m setelah beberapa warga membantunya tidak lupa doa berterima kasih dan melanjutkan perjalanannya untuk pulang menenangkan hatinya yang luka , warga hanya bisa diam karena tidak bisa memaksa amira pergi ke rumah sakit untuk memeriksa lukanya , akhirnya amrapun sampai kerumahnya dan langsung memakirkan motornya.
"Nak , kamu udah pulang ? ehh,, ada apa dengan tanganmu dan lututmu ?" tanya mamanya yang khawatr melihat luka amira
Amira tak menjawab pertanyaan mamanya dia langsung berjalan menuju kamarnya , sesampai di kamarnya amira menuutup kamarnya hingga memutar musik dengan volume yang sangat keras , mamanya yang khawatir mengetuk pintu berkali-kali tapi amira tak mendengar karena menyetel musik sangat keras, di dalam kamar amira menangis seakan menahan sakit yang benar-benar tak pernah dia bayangankan, hancur sudah semua yang amira lakukan , penantiannya, sahabat kecil , cintanya , semuanya menghianati dia.
"Kenapa ya allah ? kenapa harus sahabat aku sendiri yang menjadi selingkuhannya ? KENAPA? " kata amira sambil menangis menahan sesak di dadanya
Sahabat kecilnya nita menghianatinya bersama cinta pertamanya yang di nanti selama bertahun-tahun , dia benar-benar hancur semuanya telah membohonginya selama ini, amira tak pernah melarang siapapun yang mendekati steven mau sekaligus itu temannya walaupun amira yang akan tersakiti dia tak mempedulikan itu karena dia lebih mementingkan kebahagiaan steven cowok yang paling dia cintai selama bertahun-tahun , tiba-tiba amira mengingat mimpi buruknya tentang steven yang menghianati amira bersama temannya.
Sudah 3 hari amira mengurung diri di dalam kamar dia hanya keluar kamar sehari sekali untuk makan dan mandi ,sebelum itu juga amira tak lupa meminta izin kepada bos lamanya dengan beralasan dia sedang sakit , mamanya yang melihat sikap amira yang mengurung diri tidak bisa berkomentar karena mungkin anaknya itu butuh waktu untuk memberitahukan apa yang terjadi padanya.
Pagi hari
Jam 07:45 pagi amira bangun dan bersiap-siap akan bekerja kembali hanya butuh setengah jam amirapun selesai dengan berpakaian seperti biasa yaitu celana jeans + blus lengan panjang + jilbab warna soft , hari ini amira mendapatkan giliran sift pagi , tidak lupa sebelum berangkat amira berpamitan kepada mamanya.
"Ma, aku berangkat dulu " kata amira sambil berjalan menuju motornya dan menyalakan mesin motor
Hari ini amira bisa memakai sepuasnya salah satu motor metik milik orang tuanya karena salah satu motor metik sudah di perbaiki dan bisa di naiki oleh kakanya, amirapun sudah di menaiki motornya menuju tempat kerjanya seperti biasa hanya butuh beberapa menit amirapun sudah did depan tokonya, setelah memakirkan motornya amira menyemangati diri sendiri untuk melupakan semua kesedihan dia sudah cukup di bersedih-sedih waktunya dia bangkit kembali , amirapun berjalan kedalam tokonya karena dia sudah merindukan teman kerjanya walaupun mereka jarang berbicara, baru saja amira menaruh tasnya ke loker khusus karyawan datanglah si fina.
" Eh, cewek centil ko lu baru masuk sih ? mana minta izinya kepada bos lama lagi " sindir fina
"........." amira hanya diam karena males meladeni fina yang selalu mencari kesalahannya
__ADS_1
" Lu bisu yah , gue lagi ngomong sama lu" teriak fina emosi karena amira masih tetap diam tidak membalas ucapanya
"Amira ikut saya sekarang " kata alex yang tiba-tiba nongol
"Rasain lu , palingan bos mau mecat lu " kata fina tersenyum licik
Amira tidak mempedulikan ocehan fina dan mengikuti alex dari belakang , merekapun masuk di dalam ruangan alex , seperti biasa sesampainya di ruangan amira hanya diam tak biacara karena itulah sifatnya yang cuek , sedangkan alex hanya bisa menggeleng kepala sambil mengelah nafas denga sikap karyawan satunya ini.
" Gue pinjam ponsel lu sekarang " kata alex mengulurkan tangan untuk meminta ponsel amira
" buat apa ?" tanya amira dengan nada jutek sambil mengeluarkan ponselnya di dalam katung celana jeansnya
"Ini nomor gue , jadi jika lu izin sakit harus meminta izin ke gue tak usah lagi ke bokap gua" kata alex yang sudah merampas ponsel amira dan mengisi nomornya di dalam kontak amira
"Baiklah , lu bisa keluar jangan lupa lu harus jaga kesehatan lu,jangan sampai sakit lagi" kata alex dengan nada lembut + khawatir
Tanpa membalas ucapan alex amirapun keluar tidak lupa dia juga mengambil ponselnya yang di tangan alex, amirapun bekerja seperti biasa tanpa memikirkn apapun , tidak terasa waktu berjalan begitu cepat sudah waktunya amira pulang kerja karena sift paginya sudah selesai , diapun mengambil tasnya di loker sesudah itu dia berjalan menuju keparkiran motornya akan tetapi ada seseorang sedang menunggunya di dekat motornya, amira tak mempedulikan steven yang sedang menunggunya , benar yang sedang menunggu amira adalah seteven yang ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya dia bersama nita, amirapun dengan santainya berjalan menuju perkiran mtornya tanpa mempedulikan steven yang sedang di samping motornya.
"Ra ,gue mau ngomong sama lu " kata steven sambil memegang tangan amira
"......" amira hanya diam membisu karena tak ingin berbicara dengan steven untuk sementara ini
"Ra , gue bisa jelasin semuanya , tolong jangan hanya diam saja " kata steven lagi memaksa amira berbicara dengan
__ADS_1
"PERGI" teriak amira dengan muka emosi
" Tolong Mir jangan marah sama nita , lu bisa marah sama gue karena ini sepenuhnya salah gue "kata steven tak ingin merusak persahabatan amira dan nita masih memegang tangan amira
"LEPASKAN tangan lu dari amira " kata seseorang dengan nada emosi
MAAF LAMA UPLOAD🙏🙏😘
MAAF JIKA ADA SALAH KATA🙏🙏😘
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA NOVEL SAYA 🙏🙏😘
JANGAN LUPA JUGA MEMBACA NOVEL SAYA YANG LAIN🙏😘
*CINTA YANG SALAH
*PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
JANGAN LUPA
LIKE
COMENT
__ADS_1
VOTE 😘😘