
Semakin hari kedekatan amira dan steven semakin dekat , kadang kala steven selalu menjemput amira dari tempat kerjanya , aldo selalu melihat itu dan bingung dengan hubungan amira dan steven karena amira belum mengaku kalau dia sudah punya pacar
Di tempat kerja
Hari ini amira sift pagi sekitar beberapa jam lagi dia akan pulang , aldo menghampiri amira di tempat duduknya
"Aku boleh nanya enggak ? " tanya aldo serius
"Bisa " jawab amira singkat
"Sebenarnya kamu udah punya pacar atau enggak sih ?" tanya aldo dengan muka penasaran
"Belum" jawab amira santai
"Terus cowok yang selalu antar jemput kamu itu siapa ?"tanya aldo lagi
"Dia calon cowok gue " jawab amira dengan nada cuek
"Berarti kalian berdua belum punya hubungan lebih dari teman kan ?" tanya aldo dengan nada senang
"Boleh lu enggak usah banyak nanya..!! " kata amira dengan nada agak risih
Amirapun pergi menjauh dari aldo dia pergi ke toilet karena dia yakin aldo enggak akan ngikutin dia , dan benar saja aldo tidak berani mengikuti dia , amira sengaja berlama-lama di dalam toilet
Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat , waktunya pergantian sift dengan cepat amira berpamitan kepada yang lain tdk lupa sebelumnya dia sudah memberitahukan kepulangan kepada steven , beberapa menit kemudian steven sudah berada di muka tempat kerja amira
Di tempat lain aldo melihat amira sudah di jemput steven
"Ra , kenapa sih cowok itu selalu memandang aneh ke arah kita berdua ?" tanya steven melihat bingun ke arah aldo
"Enggak usah di peduliin , langsung jalan yuk " jawab amira yang malas membahas soal aldo
Ting...!! pesan masuk dari ponsel amira
π©Anita
Mir, nongkong di cafe yukk ..!!! kita semua lagi di sini alamat xxxxx jangan lupa ajakin tuh cowok lu
__ADS_1
Amira membaca itu tersenyum karena mendengar kata terakhir dari temannya , steven melihat itu jadi bingung aneh melihat amira tersenyum sendiri
"Teman-teman ngajak kita nongkrong " kata amira yang menyadari dari tatapan bingung steven
Mendengar itu steven langsung mengiyakan karena mungkin punya kesempatan untuk meminta bantuan dari teman-teman amira , mereka berduapun langsung menuju alamat cafe tersebut tidak lupa amira juga sudah memberitahukan kepada mamanya
Beberapa menit kemudian amira dan steven sudah sampai ke tempat parkiran cafe , mereka pun masuk dan mencari keberadaan yang lain , amira melihat keberadaan teman-temannya dan menarik tangan steven menuju ke tempat duduk , yang lain terkejut melihat amira berani memegang tangan steven
Amira melihat bingung kenapa teman-temannya melihat tersenyum ke arahnya , sedangkan steven hanya diam saja karena merasa senang amira memegang tangannya
"Ehmmm...cie..cie udah mulai publict nihh ..!! sindir anita sambil melihat ke arah tangan dan steven
Amira pun langsung melihat ke arah yang di tunjukan mata anita , amira terkejut dan langsung melepaskan pegangannya kepada steven karena memang amira tida sengaja memegang tangan steven
Melihat itu wajah steven langsung berubah murung , anita yang melihat itupun langsung ikut bersalah karena dialah yang membuat amira salting
Setelah itu amira dan steven pun duduk berdampingan , amira jadi salting mengingat kejadian tadi dia hanya diam tidak berbicara
"Mir , tumben lo hanya diam saja , biasanya lu yng paling berisik di antara kita " kata loli bingung dengan kediaman amira
"Gue cuman lagi malas biacara aja " jawab amira dengan nada dingin
" Mir, kamu kenapa ? kamu lapar ? atau haus , mau minum ? aku pesan " tanya steven yang agak khawatir
" Boleh deh , aku pesan kopi latte " jawab amira yang enngak mau buat steven sedih
Stevenpun memesan minuman amira, tak lama pelayanpun datang membawa pesanan mereka
" Eh , ngomong-ngomong steven lu aktifitasnya lagi subuk apa ? " tanya loli penasaran
" Dia lagi sibuk mempersiapkan masuk kampus barunya , kalian tau enggak dia itu salah satu cowok tampan yang di ganggumi di kampus barunya " jawab anita dengan gembira
" Benarkah ..!! wahh kasian amiranya dong banya saingannya hehehe " canda udin
" Selain itu kalian tau enggak , kata steven bahwa ada salah satu seniornya yang menyukainya bahkan selalu mencari tau nomornya " lanjut nita berbicara tntang steven
Amira mendengar itu merasa terganggu bukan karena banyak wanita menyukai steven melain dengan sikap anita yang seakan tau semua tentang steven , bukan hanya itu saja amira juga merasa kesal karena steven hanya diam tersenyum mendengar itu , tapi amira sadar kalau dia bukan sipa-siapanya steven jadi dia hanya diam mendengar semua
__ADS_1
Steven melihat ke arah amira dia merasa bahwa amira sedang menyimpan sesuatu di dalamh hatinya
"Ra , kamu kenapa lagi ? ko hanya diam aja " tanya steven dengan nada khawatir
" Enggak kenap-kenapa " jawab amira dengan nada dingin
"Biarin aja stev , mungkin dia lagi enggak mood , lanjut" trus gimana soal senior lu itu ? " kata nita
Yang lainpun melanjutkan obrolan mereka soal steven , sedangkan amira hanya medengar dengan hati yang kesal karena mendengar anita seperti mengetaui semua tentang steven
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan ja sudah menunjukan jam !9: 15 , amira jam tangan nya dan terkejut melihat jam
Amirapun memberi kode kepada steven dengan menunjukan jam tanagnnnya , steven yang mengerti dengan kode itupun langsung berdiri dari tempat duduknya yang lain paham maksud steven
Mereka berduapun berpamitan kepada yang lain
Di perjalanan pulang amira dan steven hanya diam tanpa berkata apapun , tak berapa lama mereka sampai dirumah amira
Stevenpun berpamitan kepada amira tidak lupa amira berterima kasih karena sudah mengantarnya , amirapun berjalan menuju kamar tapi tiba-tiba saja papanya marah
"Kamu enggak lihat itu udah jam berapa ..!!" marah papanya
MAAF LAMA UPLOADπππ
MAAF JIKA ADA SALAH KATAπππ
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA NOVEL SAYA πππ
JANGAN LUPA JUGA MEMBACA NOVEL SAYA YANG LAINππ
*CINTA YANG SALAH
*PERNIKAHAN TERSEMBUNYI
JANGAN LUPA
LIKE
__ADS_1
COMENT
VOTE ππ